Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
bajak laut wanita Anne Bonny dan Mary Read (commons.wikimedia.org/Benjamin Cole)
bajak laut wanita Anne Bonny dan Mary Read (commons.wikimedia.org/Benjamin Cole)

Bajak laut perempuan memang jumlahnya tidak sebanyak bajak laut laki-laki. Namun, di antara mereka yang berhasil menorehkan namanya di sejarah adalah beberapa bajak laut perempuan dengan reputasi yang mengagumkan dan juga mengerikan. Hidup di tengah-tengah bajak laut yang bengis dan tanpa ampun juga membuat para perempuan yang disebutkan di artikel ini menjadi pribadi yang jauh dari kata normal.

Nah, siapa saja bajak laut perempuan paling terkenal sepanjang sejarah? Berikut adalah enam bajak laut perempuan paling terkenal dengan reputasi mengagumkan.

1. Anne Bonny

Anne Bonny (commons.wikimedia.org/Geo. S. Harris and Sons)

Bagi penggemar bajak laut, nama Anne Bonny tentunya sudah tidak terdengar asing. Dilansir History, Anne Bonny memiliki masa lalu yang cukup menyedihkan. Lahir sebagai anak tidak sah seorang pengacara kaya raya Irlandia, dia dipaksa untuk berdandan seperti anak laki-laki oleh ayahnya yang ingin menyembunyikan asal usul Anne Bonny.

Ketika dia beranjak dewasa, dia pindah ke Amerika dan menikah dengan seorang pelaut. Namun, pernikahannya ini harus pupus karena Anne Bonny memutuskan untuk bergabung dengan bajak laut Calico Jack. Sejak saat itu, Anne Bonny dikenal sebagai bajak laut yang berwatak keras dan berani. Bahkan terdapat satu cerita di mana Anne Bonny memukul pria sampai hampir mati karena pria tersebut mencoba untuk melecehkannya.

2. Mary Read

Mary Read (commons.wikimedia.org/Geo. S. Harris and Sons)

Berada di satu kapal yang sama, Mary Read menjadi bestie dari Anne Bonny yang sama-sama bajak laut perempuan. Dijelaskan sumber yang sama, Mary Read adalah perempuan yang lahir pada akhir abad ketujuh belas di Inggris. Saat masih muda, Mary Read menghabiskan sebagian besar waktunya berdandan seperti saudara laki-lakinya yang sudah meninggal. Hal ini dilakukan agar dia dan ibunya bisa menipu dan mendapatkan uang dari neneknya.

Pada akhir tahun 1710, Mary Read menjadi bajak laut dan beberapa waktu setelahnya dia bergabung dengan kapal bajak laut Calico Jack. Di kapal Calico Jack inilah Mary Read bertemu dan berteman dengan Anne Bonny dan memberitahunya bahwa dia adalah perempuan.

3. Alwilda

Alwilda (commons.wikimedia.org/Charles Ellms)

Sekitar 1.500 tahun yang lalu, juga terdapat bajak laut perempuan dengan reputasi mengagumkan yang membuatnya sangat terkenal. Dia adalah Alwilda (alias Awilda atau Alvilda). Alwilda merupakan bajak laut legendaris yang memulai karier bajak lautnya pada abad kelima, setelah dirinya menolak perjodohan dengan Putra Mahkota Alf dari Denmark.

Dilansir World History, Alwilda pun kabur dengan menggunakan perahu dan secara tidak terduga menjadi kapten dari sekelompok bajak laut yang kehilangan kaptennya. Alwilda cukup pandai dalam pembajakan, pengintaian kapal-kapal di Baltik, sebelum akhirnya merampok mereka dan menyebabkan malapetaka.

Karena tindakannya tersebut, raja Denmark pun mengirim pasukan untuk menangkapnya. Ironisnya, yang ditugaskan untuk menangkap Alwilda adalah Putra Mahkota Alf. Kedua orang yang sempat gagal menikah ini akhirnya bertempur melawan satu sama lain di Teluk Finlandia.

Pada akhirnya, pertempuran ini dimenangkan oleh Putra Mahkota Alf. Terlebih lagi, Pangeran Alf juga berhasil mencuri hati Alwida dengan sifat gagah berani yang dia tunjukkan saat pertempuran berlangsung. Keduanya akhirnya menikah dan Alwida pun menjadi ratu Denmark.

4. Jeanne De Clisson

Jeanne De Clisson (commons.wikimedia.org/Judi Heit)

Masing-masing dari bajak laut perempuan yang meninggalkan namanya di sejarah memiliki masa lalu dan motivasi yang berbeda-beda. Adapun alasan Jeanne De Clisson menjadi bajak laut adalah amarah dan dendam karena suami keduanya dibunuh oleh Raja Prancis Philip VI sebagai pengkhianat.

Jeanne De Clisson kemudian menjual aset keluarganya dan berhasil membeli tiga kapal. Masing-masing kapal tersebut dia cat hitam dan merah. Kemudian, dia mulai menyerang pasukan Prancis dan bahkan juga terdapat rumor yang mengatakan bahwa Jeanne De Clisson secara pribadi memenggal kepala setiap bangsawan Prancis yang dia temui.

5. Grace O'Malley

Pertemuan Grace O'Malley dengan Ratu Elizabeth I (commons.wikimedia.org)

Selanjutnya adalah Grace O’Malley, perempuan asal Irlandia yang lahir pada 1530. Dia juga dikenal sebagai ‘Granuaille’ atau ‘si botak’ karean kebiasannya memotong rambutnya hingga sangat pendek. Pada tahun 1560-an, dia melanjutkan tradisi pembajakan keluarganya dengan menjarah kapal-kapal Inggris atau Spanyol.

Cerita yang tersebar tentang Grace O’Malley sangatlah melegenda. Salah satunya menyebutkan bahwa bajak laut perempuan ini bertempur di laut tepat sehari setelah dia melahirkan. Selain itu, kelompok bajak laut Grace O’Malley juga sangatlah tangguh. Angkatan Laut Kerajaan Inggris kerap mengirim kapal-kapal untuk melawannya, namun, masing-masing kiriman Angkatan Laut Kerjaan Inggris tersebut berhasil Grace O’Malley kalahkan.

6. Ching Shih atau Cheing I Sao

Cheng I Sao (commons.wikimedia.org/Unknown author)

Cheng I Sao atau Ching Shih juga kerap dikenal dengan sebutan ‘istri dari Cheng’. Bajak laut perempuan ini dulunya adalah seorang pelacur sebelum akhirnya menjadi istri dari pelaut bernama Cheng I atau Cheng Yi. Keduanya membentuk kelompok bajak laut paling tangguh di Tiongkok yang dikenal sebagai Red Flag Fleet.

Setelah kematian suaminya, Cheng I Sao mengambil alih komando armada, yang terdiri dari ratusan kapal dan sekitar 50.000 bajak laut. Dengan menerapkan kode etik yang ketat, armada bajak laut Ching Shih ini pun semakin tak terhentikan. Laksamana laut Tiongkok bahkan memilih bunuh diri dibanding harus ditangkap oleh Ching Shih dan armadanya.

Keenam bajak laut perempuan di ataslah yang memiliki reputasi paling mentereng di sejarah. Selain keenam bajak laut perempuan yang sudah disebutkan, juga terdapat beberapa nama lain yang tidak disebutkan di artikel ini. Salah satu di antaranya Rachel Wall yang disebut-sebut sebagai bajak laut perempuan pertama Amerika.

Meskipun jumlahnya tidak sebanyak bajak laut laki-laki, para bajak laut perempuan juga berhasil menorehkan namanya dalam sejarah panjang bajak laut di dunia ini. Beberapa di antara mereka bahkan memiliki akhir yang damai dan tenang setelah menimbulkan banyak kekacauan sebagai bajak laut, contohnya adalah Ching Shih yang pada akhirnya mendapat amnesti dan bisa hidup di tenang di pedesaan bersama harta rampasannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team