Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Gila Muskox, Hewan Tangguh yang Selamat dari Zaman Es dan Kepunahan
Muskox (commons.wikimedia/Alan)
  • Muskox adalah mamalia Arktik berbulu tebal dengan dua lapisan pelindung, termasuk qiviut yang delapan kali lebih hangat dari wol domba dan sangat tahan terhadap cuaca ekstrem.
  • Hewan ini hidup berkelompok, memiliki ritual kawin dramatis di musim panas, serta dikenal sebagai vegetarian sejati yang memakan rumput, lumut, dan tanaman Arktik lainnya.
  • Muskox berhasil bertahan sejak zaman es terakhir hingga kini dengan populasi sekitar 80.000–125.000 ekor di dunia dan status konservasi tergolong paling tidak mengkhawatirkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Muskox adalah penghuni kutub yang tubuhnya diselimuti jubah wol terpanjang di dunia. Bulunya terlihat begitu lebat bahkan nyaris menutupi wajahnya. Dengan penampilan yang besar gagah, siapapun yang melihatnya pasti berpikir kalau muskox akan menyerang dan menyantap manusia layaknya si raja hutan. Namun, faktanya muskox adalah pemakan rumput dan tidak tertarik dengan daging.

Tidak hanya itu, muskox memiliki pola adpatasi luar biasa dan ritual kawin yang dramatis. Penasaran apa saja fakta menarik muskox? Berikut adalah 7 fakta-fakta seru muskox yang konon pernah selamat dari zaman es dan kepunahan!

1. Berat muslox bisa mencapai 900 pon

Muskox (commons.wikimedia/USFWSAlaska)

Muskox atau lembu kesturi adalah mamalia berkuku yang lebih dekat hubungannya dengan domba dan kambing daripada lembu lainnya. Tinggi muskox bisa mencapai 1,1 meter hingga 1,5 meter di bagian bahu, dan beberapa jantan memiliki berat hingga 900 pon atau setara 410 kg. Muskox betina jatuh lebih ringan dibandingkan muskox jantan, dengan berat rata-rata seekor lembu musk adalah 630 pon (285 kg). Baik muskox jantan atau betina, keduanya memiliki tanduk panjang dan melengkung, bulu lebat, dan janggut panjang yang mengesankan.

2. Tubuhnya diselimuti bulu yang sangat tebal

Muskox (commons.wikimedia/Charles)

Muskox memiliki dua lapisan bulu, lapisan luar dikenal sebagai bulu pelindung dan lapisan dalam disebut qiviut. Bulu pelindung cenderung kasar dan panjang, bahkan panjangnya hampir menyentuh tanah, menolak air, dan menghalangi sinar ultraviolet.

Sementara itu, bulu qiviut merupakan bulu bagian dalam yang lembut dan dilepaskan oleh muskox setiap musim semi. Bulu ini lebih kuat daripada wol domba, delapan kali lebih hangat, dan teksturnya lebih lembut dari kasmir. Bulu bagian ini juga tidak menyusut saat terkena air dan sangat tahan lama, diperkirakan dapat bertahan lebih dari 20 tahun dengan perawatan yang baik. Diketahui seekor muskox yang dipelihara di sebuah peternakan mampu menghasilkan cukup qiviut untuk memintal 100 hingga 150 meter wol setiap tahunnya.

3. Musim kawin yang dramatis

Muskox (commons.wikimedia/Bowman Tim)

Saat mencapai kematangan seksual pada usia tiga dan lima tahun, muskox betina dan jantan memulai ritual perkawinan mereka pada awal Juli. Proses kawin dimulai dari sang jantan yang saling menyerang dan menabrak satu sama lain sampai yang lebih rendah kedudukannya mengalah, sehingga terbentuk harem yang terdiri sekitar enam betina.

Muskox kemudian berkumpul kembali sebagai kawanan yang bersatu di akhir musim panas, setelah itu betina melahirkan. Muskox betina kemudian menjadi lebih agresif untuk menentukan wilayah pengembalaan. Anak muskox lahir antara bulan April hingga Juni, menyusu pada induknya selama dua bulan dan langsung bergabung dengan kawanan setelah beberapa jam lahir.

4. Hewan yang hidup berkelompok

Muskox (commons.wikimedia/Charles)

Muskox adalah mamalia yang hidupnya sangat sosial, mereka menyukai kehidupan berkelompok. Muskox biasanya membentuk kelompok yang terdiri dari 12 hingga 24 anggota. Pada musim panas Arktik, kawanan muskox sedikit menyebar, berkurang menjadi delapan hingga 20 muskox per kawanan.

Berbeda dari hewan lain, muskox tidak memiliki wilayah teritorial, jadi mereka menandai jejak dengan kelenjar per-orbital di bawah mata mereka yang mengeluarkan penanda aroma. Muskox jantan yang dominan mengusir pesaing dari sumber makanan terbaik dengan menggaruk tanah, mengayunkan kepala, meraung, dan melakukan ritual 'menyerang dan menanduk'. Muskox bahkan menendang jantan lain seperti yang mereka lakukan pada betina selama musim kawin, atau terkadang berpura-pura menunggangi mereka.

5. Vegetarian sejati

Muskox (pexels.com/Robert)

Memiliki tubuh besar dengan visual yang tampak seperti ingin menerkam, namun sejatinya muskox adalah vegetarian. Tumbuhan willow Arktik, rumput, tanaman berkayu, lumut kerak, dan lumut merupakan makanan favorit muskox. Oleh karena itu, muskox lebih menyukai tempat di daerah basah seperti lembah sungai, dan hanya berpindah ke dataran tinggi untuk menghindari salju lebat di musim dingin.

Selama musim dingin berlangsung, muskox meghabiskan waktunya di pohon willow. Namun, pada musim di mana makanan lebih mudah didapatkan, mereka lebih suka memakan rumput yang subur dan bergizi.

6. Menolak hibernasi di tengah badai salju

Muskox (unsplash.com/Frida Lannerström)

Sementara hewan Arktik lainnya menghabiskan musim dingin mereka untuk hibernasi, muskox adalah penyintas tangguh di Arktik. Mereka hidup di tundra terbuka yang tak terlindungi, bertahan menghadapi unsur-unsur alam yang tak kenal ampun, mulai dari badai salju, kegelapan, dan suhu beku.

Salah satu alasan mengapa muskox mampu bertahan di tengah badai salju adalah bulunya. Bulu muskox terdiri dari dua lapisan. Di mana lapisan qiviut adalah salah satu serat terhangat di dunia, lebih kuat dan lebih tahan lama daripada wol domba. Selama musim semi, muskox melepaskan qiviutnya saat musim menghangat.

7. Selamat dari zaman es terakhir

Muskox (commons.wikimedia/Andrea)

Sebagai salah satu dari hanya dua spesies Arktik yang mengklaim prestasi bertahan di zaman es, muskox muncul di Era Pleistosen sekitar 10.000 tahun yang lalu. Namun, jumlahnya sangat berkurang dengan hanya populasi Amerika Utara yang bertahan. Populasi ini secara bertahap berpindah melintasi Kepulauan Arktik Kanada, tiba di Greenland melalui Pulau Ellesmere sekitar tahun 350 Masehi, pada bagian akhir periode Halosen, yaitu zaman gelologi kita saat ini.

Berhasil melewati zaman es saja belum cukup sebagai sebuah prestasi, muskox juga pernah pulih dari ambang kepunahan di Amerika Utara. Pada akhir abad ke-19, hampir tidak ada lagi muskox yang tersisa di wilayah utara Amerika Utara. Meskipun demikian, populasi ini akhirnya pulih setelah diperkenalkannya 34 muskox yang dikirim dari Greenland pada tahun 1930.

Saat ini diperkirakan ada 80.000 hingga 125.000 muskox yang masih hidup di dunia, dan status konservasinya termasuk kategori paling tidak mengkhawatirkan.

Sebagai penutup, itu dia 7 fakta seru seputar muskox. Hewan berbadan besar dan mengerikan yang menghuni Arktik. Muskox adalah vegetarian sejati dengan kehidupan berkelompok dan pola kawin yang menantang. Uniknya lagi, muskox pernah selamat dari zaman es dan kepunahan. Sungguh, prestasi yang luar biasa, bukan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team