Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Mei Hari Keledai Sedunia, Ini 7 Kemampuan Spesial Keledai!
tampak dekat sepasang keledai (pixabay.com/esdey-8183938)
  • Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Keledai Sedunia untuk menghargai kontribusi keledai dan meningkatkan kesadaran agar hewan ini diperlakukan dengan lebih baik.

  • Berbagai studi menunjukkan keledai cerdas, punya daya ingat tajam, mampu menilai risiko, serta mengekspresikan emosi lewat wajah dan gerak tubuhnya.

  • Keledai dikenal tangguh di alam liar, mampu melawan predator besar, berpotensi jadi penjaga ternak, dan memiliki sifat sosial yang kuat terhadap manusia maupun hewan lain.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Keledai Sedunia atau World Donkey Day. Hari ini diperingati untuk menghargai kontribusi keledai pada kehidupan manusia. Hari ini juga meningkatkan kesadaran untuk memperlakukan keledai dengan penuh perhatian serta memberinya kehidupan yang lebih baik.

Sejak dulu, keledai dianggap sebagai hewan yang dungu, lamban, dan keras kepala. Padahal, sudah banyak studi yang mematahkan anggapan tersebut. Keledai sebenarnya hewan yang sangat istimewa! Yuk, cari tahu tujuh kemampuan keledai yang luar biasa berikut ini!

1. Terbiasa berpikir sebelum bertindak

keledai bersama pemiliknya (commons.wikimedia.org/Marat Nadjibaev)

Siapa yang masih percaya kalau keledai hewan yang dungu dan keras kepala? Anggapan ini muncul karena alih-alih berlari saat ada tanda-tanda bahaya, keledai justru diam di tempat. Padahal, ini adalah tanda kecerdasan.

Ya, gak seperti kuda yang langsung cabut kalau terkejut, keledai berhenti sejenak untuk menilai situasi dengan cermat sebelum membuat keputusan. Sebuah studi yang dipublikasikan Applied Animal Behavior Science pada 2021 menemukan kalau keledai membuat keputusan berdasarkan penilaian risiko. Ini merupakan tanda kecerdasan kognitif keledai.

Laman Open Sanctuary Project juga menjelaskan lebih lanjut kalau ini ada kaitannya dengan bagaimana keledai berevolusi di alam liar. Keledai hidup dalam kelompok kecil di mana melarikan diri tidak efektif dalam melindungi diri dari bahaya. Keledai sebenarnya lebih dekat ke arah "melawan" daripada "melarikan diri." Sebaliknya, kuda berevolusi di lingkungan yang berbeda dan hidup dalam kawanan besar di mana strategi melarikan diri lebih efektif untuk melindungi diri.

2. Punya daya ingat yang tajam

dua keledai di Siprus (commons.wikimedia.org/Michal Klajban)

Tahukah kamu kalau keledai punya daya ingat yang sangat tajam? Menurut informasi dari laman Britannica, keledai bisa mengingat tempat, arah, orang, perintah, dan peristiwa. Kalau keledai pernah melewati suatu jalan sekali, ia bisa mengenalinya. Ia bisa sampai ke tempat tujuan dan kembali ke rumah tanpa diberi petunjuk lagi.

Keledai juga belajar dari pengalaman masa lalu. Kalau ia mengalami pengalaman tidak mengenakkan di suatu tempat, ia tidak akan pergi ke tempat itu tanpa pertimbangan. Keledai hewan yang sangat waspada dan bertindak dengan hati-hati.

3. Bisa ungkapkan perasaan lewat wajah dan gerak tubuh

keledai di Turki (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

Keledai bisa menunjukkan emosi lewat ekspresi wajah. Hal ini dibuktikan dalam studi yang dilansir Sec. Animal Behavior and Welfare pada 2025 lalu. Studi ini menunjukkan kalau keledai mengekspresikan rasa sakit lewat ekspresi wajah. Perubahan samar pada ekspresi wajah bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya.

Keledai juga menggunakan tubuh untuk menyampaikan perasaannya. Contohnya, kalau telinga ditarik ke belakang, itu artinya keledai sedang marah. Telinga tegak ke depan menunjukkan kewaspadaan. Satu telinga ke depan dan satu ke belakang menunjukkan rasa ingin tahu. Dan kalau ekornya dikibaskan dengan cepat, itu artinya ia sedang jengkel.

4. Tangguh dan tahan banting di alam liar

keledai di wilayah pegunungan (commons.wikimedia.org/Adam Harangozó)

Keledai domestik merupakan keturunan dari keledai liar afrika. Menurut laman Animal Diversity, keledai liar afrika hidup di lingkungan gurun dengan curah hujan dan suhu lebih rendah dibandingkan daerah lainnya. Habitat kesukaannya seringkali berupa wilayah pegunungan.

Keledai punya kuku yang lebih kecil dan sempit, dirancang untuk keseimbangan daripada kecepatan. Meski lebih lambat dari kuda, keledai punya pijakan kaki lebih mantap. Oleh karena itu, keledai bisa membawa beban berat di medan berbatu yang sulit dilewati.

Selain itu, keledai juga tahan banting. Menurut laman Edge of Existence, keledai liar afrika bisa tahan tingkat dehidrasi tinggi hingga 30 persen. Begitu dapat akses air, ia bisa memulihkan kehilangan cairan dalam waktu yang sangat singkat, sebuah kemampuan yang umum dimiliki penghuni gurun.

5. Sanggup hadapi predator besar seperti singa dan serigala

sekelompok keledai di Gurun Mojave (commons.wikimedia.org/Tracie Hall)

Keledai punya luaran yang santai, kalem, dan gak banyak tingkah. Namun, jangan salah. Keledai bisa jadi sangat agresif.

Keledai sebenarnya hewan yang sangat teritorial. Di alam liar, keledai kenyang bertarung dengan satu sama lain untuk memperebutkan wilayah kekuasaan. Gak cuma itu, keledai juga harus melindungi diri dari predator alaminya. Gak main-main, predator alami keledai ada singa, singa gunung, serigala etiopia, rubah, koyote, dan lain-lain.

Oleh karena itu, keledai punya naluri pertahanan diri yang kuat terhadap predator. Ia bisa jadi agresif saat membela diri dan kawanannya. Ia gak takut menggigit, menendang, dan mengejar apapun yang mengancam keselamatannya.

6. Punya potensi jadi penjaga hewan ternak

sepasang keledai liar (commons.wikimedia.org/The Land)

Sifat teritorial dan naluri bertahan hidup dari predator yang tinggi itu membuat keledai berpotensi jadi hewan penjaga yang baik. Keledai bisa dilatih untuk melindungi hewan ternak. Gak cuma itu, laman NSW Government mengungkap kalau keledai punya bidang pandang hampir 360 derajat untuk mendeteksi bahaya. Oleh karena itu, ia bisa memperingatkan anggota kawanan dan hewan lain di sekitarnya akan datangnya bahaya.

7. Senang bergaul dengan hewan ternak dan manusia

anak keledai bersama induknya (commons.wikimedia.org/Lilly M)

Terlepas dari sifat teritorial dan agresifnya, keledai hewan yang sangat sosial dan senang bergaul. Menurut laman Animalia, keledai punya efek menenangkan pada hewan lain, bahkan sering digunakan untuk menemani anak kuda yang baru disapih. Ia juga gak masalah bergaul dengan hewan yang lemah atau terluka untuk bantu mengurangi stres. Bahkan, keledai juga bisa jadi teman anak-anak dengan keterbatasan mental dan fisik bila dilatih dengan baik.

Di dalam kawanan, keledai juga suka saling menyentuh moncong dan bersandar untuk menenangkan satu sama lain. Ia juga merespons perlakuan lembut dan bisa membentuk ikatan yang kuat dengan pawangnya. Hal ini menunjukkan bentuk kecerdasan emosional pada keledai.

Keledai sejatinya lebih dari sekadar hewan pekerja. Ia makhluk hidup yang memiliki perasaan, kebutuhan, dan hak untuk hidup bebas dari penderitaan. Hari Keledai Sedunia atau Donkey World Day jadi pengingat untuk menghargai jasa keledai dan memperlakukannya dengan lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team