Comscore Tracker

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung Merapi

Letusannya menghancurkan banyak candi

Gunung Merapi adalah gunung berapi terkenal yang ada di Pulau Jawa. Terletak di Jawa Tengah, tepatnya di utara Yogyakarta, gunung tersebut dikenal selalu aktif dan beberapa kali menyemburkan lava.

Salah satu kejadian meletusnya Gunung Merapi yang cukup dahsyat pada dekade ini adalah yang terjadi pada 2010 di mana memberikan kerusakan luas serta menewaskan Mbah Maridjan, juru kunci Merapi yang terkenal kala itu. Berikut ini adalah beberapa fakta sejarah kemunculan dan aktifnya Gunung Merapi di Indonesia.

1. Gunung Merapi diperkirakan sudah berumur lebih dari 400 ribu tahun

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung Merapitheguardian.com

Sebagai gunung berapi aktif, Merapi diperkirakan termasuk dalam golongan gunung berapi purba. Itu disebabkan umurnya yang sudah lebih dari ratusan ribu tahun. Ada dua buku yang membahas sejarah Gunung Merapi ini. Yang pertama adalah Geologic Map of Merapi Volcano Central Java (1989) dan yang kedua adalah “Volcanological Study of Merapi (Central Java): Tephrostratigraphic and Chronology-Eruptive Products” (1990).

Kedua buku tersebut setuju kelahiran Gunung Merapi telah terjadi bahkan lebih dari 400 ribu tahun yang lalu. Malahan Gunung Merapi saat itu belum bernama Gunung Merapi, melainkan Gunung Bibi. Barulah ketika hancur, Gunung Bibi melahirkan anak yang baru diberi nama Gunung Merapi tersebut. Bisa diibaratkan itu seperti Anak Krakatau yang lahir setelah letusan Gunung Krakatau.

2. Gunung Merapi saat ini adalah Gunung Merapi modern yang hadir 2.000 tahun lalu

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung Merapinationalgeographic.com

Dalam penjabaran proses terbentuknya Gunung Merapi, kedua buku membagi fase perkembangannya berbeda. Geologic Map of Merapi Volcano Central Java membaginya dalam dua fase, yaitu fase Merapi Muda dan fase Merapi Tua.

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung MerapiIDN Times/Mardya Shakti

Sedangkan pada buku Volcanological Study of Merapi (Central Java): Tephrostratigraphic and Chronology-Eruptive Products, fasenya terdapat empat babak: fase pra-Merapi, fase Merapi Tua atau purba, fase Merapi Pertengahan, dan fase Merapi Baru.

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung MerapiIDN Times/Sukma Shakti

Selama kehidupannya dari zaman purba, Merapi memang dikenal sering meletus. Pada gambar di atas, kamu bisa melihat kondisi Merapi tua. Coba bandingkan dengan fase-fase berikutnya.

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung MerapiIDN Times/Sukma Shakti
Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung MerapiIDN Times/Sukma Shakti
Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung MerapiIDN Times/Sukma Shakti

Sesuai penjelasan sebelumnya tentang frekuensi erupsi yang tinggi, seperti yang terjadi pada fase ketiga, fase Merapi Pertengahan. Di sini Merapi meletus sudah dengan mengeluarkan lava serta awan panas. Pada fase ini pulalah, terbentuklah Bukit Batulawang dan Bukit Gajahmungkur yang ada di sisi utara puncak gunung.

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung MerapiIDN Times/Sukma Shakti
Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung MerapiIDN Times/Sukma Shakti

Untuk Gunung Merapi yang sekarang, bentuknya sudah dimulai sejak 2.000 tahun yang lalu yang mana puncaknya mengerucut.

Baca Juga: Termasuk Merapi, Ini 10 Gunung Berapi Aktif Paling Berbahaya di Dunia

3. Letusan Gunung Merapi sempat menghilangkan Candi Sambisari

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung Merapijogjabromotour.com

Seperti yang telah diketahui, di Jawa tengah terdapat banyak temuan prasasti dan candi. Salah satunya adalah Candi Sambisari. Candi yang ditemukan pada 1966 ini terletak 23 kilometer dari selatan Merapi atau hanya 12 kilometer dari Jogja dan sempat menghilang karena terpendam lahar dingin Merapi.

Riset Menelusuri Kebenaran Letusan Gunung Merapi 1006 memperkirakan erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 1006 Masehi menjadi penyebab hilangnya keberadaan Candi Sambisari. Sebenarnya tak hanya Candi Sambisari saja yang diperkirakan menjadi keganasan gunung berapi aktif tersebut. Ada banyak pula candi yang terkena imbas, namun kondisinya telah hancur sehingga tak bisa lagi diselamatkan.

4. Kekuatan ledakan Gunung Merapi bisa menyetarai ledakan Gunung Vesuvius dan Gunung Krakatau

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung Merapinesdis.noaa.gov

Jika ledakan yang kamu lihat pada 2010 tergolong dahsyat, maka kamu tidak tahu kekuatan sesungguhnya dari gunung berapi itu. Menurut para peneliti, dalam proses perubahan Gunung Merapi purba menjadi Gunung Merapi yang sekarang, terdapat beberapa kali ledakan yang sangat eksplosif sampai mengubah geologi sekitar. Penggambaran yang sering diutarakan adalah ledakan Gunung Merapi sampai memporak-porandakan Kerajaan Hindu di Jawa Tengah.

Para ahli berpendapat bukan tidak mungkin Gunung Merapi akan mengeluarkan letusan dahsyat lagi yang punya daya rusak super besar. Malahan bisa jadi ledakan itu akan menyerupai ledakan Gunung Vesuvius yang terjadi pada 79 Masehi atau Gunung Krakatau pada 1883.

5. Tiap kali meledak, Gunung Merapi mengubah geologi sekitar

Lebih dari 400 Ribu Tahun, Ini 5 Fakta Sejarah Gunung Merapistrangesounds.org

Selain dampak kerusakan, letusan Gunung Merapi sebenarnya selalu mengubah area sekitarnya. Catatan BPPTKG Yogyakarta akan erupsi Merapi pada 2010 melihat adanya kemunculan kawah baru di area gunung itu. Kawah tersebut punya lebar 423 meter, panjang 374 meter dan kedalaman 140 meter.

Dilansir situs Volcano Discovery, ada beberapa ledakan Gunung Merapi yang tercatat mengubah geologi. Catatan pertama adalah letusan yang terjadi 1967. Sesaat sebelum meledak, muncul sebuah kubah yang cukup besar pada April. Lalu pada 2001, ada kubah lava besar yang terbentuk di sana, lalu runtuh dan lavanya mengenai Sungai Bebeng dan Senowo.

Untuk perubahan morfologi Gunung Merapi sendiri, tercatat yang paling berubah terjadi pada periode 1822-1823 (kawah 600 meter), 1846-1848 (kawah 200 meter), 1849 (kawah 250 – 400 meter), 1865-1871 (kawah 250 meter), 1872-1873 (kawah 480 – 600 meter), 1930 dan 1961.

Gunung Merapi aktif sampai sekarang. Dikabarkan per Kamis, 12 November 2020, terdapat suara gemuruh dari gunung tersebut dan disinyalir ada penumpukan magma yang cukup besar di perut Gunung Merapi. Itu berarti ada kemungkinan kita akan melihat erupsi dan perubahan yang terjadi akibat fenomena tersebut.

Baca Juga: 5 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat yang Pernah Terjadi di Dunia

Topic:

  • Abraham Herdyanto
  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya