Comscore Tracker

Mahasiswa UB Buat Sosis dari Campuran Barakuda, Singkong dan Kelor

Lebih sehat karena tanpa bahan kimia   

Malang, IDN Times - Lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) membuat kreasi unik sosis berbahan dasar ikan Barakuda, singkong dan daun kelor. Sosis kreasi mahasiswa tersebut diklaim lebih sehat lantaran tak menggunakan bahan berbahaya. Kelima mahasiswa tersebut adalah Surya Rachman Susilowati, Erviana Shinta Dewi, Surya Dewa Ramadhan, Lalu Octavian Diandra dan Yesica Wulanda Eka. 

1. Gabungkan tiga bahan yang berbeda

Mahasiswa UB Buat Sosis dari Campuran Barakuda, Singkong dan KelorProses pembuatan sosis berbahan Ikan Barakuda, Singkong dan Kelor. Dok/Humas UB

Tak hanya bahannya yang tak talzim, bahan pengawet yang digunakan untuk membuat sosis ini pun alami. Agar tahan lama, mereka menggunakan cangkang atau karapas udang. Produk unik tersebut diberi nama BASUKE.

"Ikan barakuda mengandung vitamin B2 yang berperan dalam menjaga sistem syaraf agar berjalan normal. Juga membantu memperlancar metabolisme, menyembuhkan radang kulit, mencegah penyakit jantung dan baik bagi kesehatan mata," urai Surya Rachman, Kamis (29/7/2021). 

2. Kelor dan Singkong lengkapi nutrisi

Mahasiswa UB Buat Sosis dari Campuran Barakuda, Singkong dan KelorProses pengolahan sosis berbahan dasar Ikan Barakuda, Singkong dan Daun Kelor. Dok/Humas UB

Sementara penggunaan daun kelor dan singkong juga tak lepas dari kandungan manfaat yang ada di dalamnya. Daun kelor memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan berupa protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, dan Vitamin A. Sementara, singkong kaya akan zat besi, Energi, Fosfor, kalium, karbohidrat  dan lemak serta difortifikasi kitosan yang berfungsi sebagai bahan pengawet alami. 

3. Kandungan cangkang udang menghambat pertumbuhan mikroorganisme

Mahasiswa UB Buat Sosis dari Campuran Barakuda, Singkong dan KelorHasil olahan sosis kreasi mahasiswa UB. Dok/Humas UB

Selain itu, kata Surya, bahan pengawet yang digunakan juga mengandung banyak manfaat. Kulit udang mengandung protein hingga 40 persen, kalsium karbonat 40-50 persen, dan kitin 20-36,61 persen. Kandungan dalam cangkang udang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, kitosan juga melapisi produk yang diawetkan, sehingga terjadi interaksi yang minimal antara produk dan lingkungan. 

"Selama ini sosis yang beredar di pasaran mengandung bahan pengawet berbahaya seperti nitrit. Sebuah penelitian mengatakan bahwa nitrosodimetilamin yang merupakan hasil reaksi nitrit dapat menyebabakan kerusakan pada hati. Selain itu, sifat karsinogenik bisa memicu berkembangnya sel kanker," imbuh Surya. 

Baca Juga: Tahun Ini Universitas Brawijaya Terima 6 Ribu Maba Jalur SBMPTN   

4. Sudah mulai dipasarkan

Mahasiswa UB Buat Sosis dari Campuran Barakuda, Singkong dan KelorProduk olahan sosis berbahan Ikan Barakuda, Singkong dan Daun Kelor. Dok/Humas UB

Saat ini, produk olahan sosis BASUKE sudah mulai dipasarkan ke masyarakat. Kemasan sendiri menggunakan dikemas plastik vacuum hampa udara. Hal itu agar makanan bisa lebih tahan lama dan terhindar dari pertumbuhan mikroba. Kemasan hampa udara juga bisa meminimalisir terjadinya proses oksidasi. 

"Saat ini sosis BASUKE juga sedang dalam tahap uji proksimat di Universitas Muhammadiyah Malang, pengurusan Hak Kelayakan Intelektual, pengajuan sertifikat dan logo halal dari MUI dan pengajuan BPOM," tandasnya. 

Baca Juga: Universitas Brawijaya Akan Buka Prodi Bisnis Jasa Makanan Halal 

Alfi Ramadana Photo Verified Writer Alfi Ramadana

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya