Comscore Tracker

NASA: Tabrakan Asteroid 2021 PDC Cuma Skenario Fiktif

Tidak perlu panik!

Kamu pernah nonton film Deep Impact (1998)? Film yang memerankan Elijah Wood, John Favreau, dan Morgan Freeman tersebut menceritakan skenario bencana besar di Bumi bila sebuah komet menabrak Bumi. Betul saja, saat komet menabrak, terjadi tsunami besar yang menyapu Amerika Serikat, Eropa, dan Afrika.

Kehancuran Bumi akibat tabrakan asteroid adalah salah satu skenario yang diyakini akan menyapu umat manusia, mirip seperti nasib dinosaurus di zaman prasejarah. Oleh karena itu, manusia terus mempersiapkan diri.

Seperti latihan untuk skenario kebakaran, maka skenario evakuasi saat asteroid menghantam pun juga dilatih lewat Planetary Defense Conference Exercise yang diselenggarakan oleh International Academy of Aeronautics (IAA). Apalagi, ada temuan baru bahwa pada Oktober 2021 akan ada meteor yang menabrak Bumi!

1. Mengenai PDCE 2021 dan 2021 PDC

NASA: Tabrakan Asteroid 2021 PDC Cuma Skenario Fiktifhitung mundur PDCE 2021 oleh IAA (iaaspace.org)

Pada 26-30 April 2021, IAA menggelar Planetary Defense Conference Exercise (PDCE) ke-7 secara virtual di Wina, ibukota Austria. Hal ini didasari oleh temuan asteroid oleh Minor Planet Center pada 19 April 2021, yang kemudian disebut 2021 PDC, sejauh 57 juta kilometer dari Bumi.

Sehari setelah penemuan tersebut, sistem pemantauan Sentry milik Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA dan CLOMON dari ESA menganalisis 2021 PDC dan kemungkinannya menabrak Bumi. Hasilnya, 2021 PDC "bisa saja" menabrak Bumi pada 20 Oktober 2021. Tetapi, kemungkinannya amat kecil, 1 dari 2.500 kemungkinan!

Selain itu, para peneliti tidak mengetahui deskripsi fisik dari 2021 PDC, selain bahwa ukuran rata-ratanya adalah 120 meter. Tetapi, karena ukuran pantulan/albedo 2021 PDC tidak diketahui, maka ukurannya bisa saja berubah jadi sekecil 35 atau sebesar 700 meter. Asteroid 2021 PDC mendekat ke Bumi dengan kecepatan 5 kilometer/detik.

NASA: Tabrakan Asteroid 2021 PDC Cuma Skenario Fiktifinverse.com

Sejak ditemukan, para astronom terus memantau 2021 PDC dan kemungkinan tabrakan semakin besar. Pada 26 April 2021, kemungkinan tumbukan 2021 PDC ke Bumi bertambah jadi 5 persen. Oleh karena itu, berbagai skenario akan ikut ditayangkan pada PDCE 2021 mendatang.

NASA menekankan bahwa tabrakan 2021 PDC bisa terjadi di daerah Bumi mana saja. Dalam satu citra satelit, dikatakan bahwa daerah benua Afrika, Eropa, dan Amerika adalah yang paling rentan. Sementara, negara-negara di benua Asia seperti Indonesia dan benua Australia tidak terdampak!

2. Hoaks: Penduduk dunia berbondong-bondong ke Indonesia karena aman dari PDC 2021

@alfurqan706

#viral .berita yang lagi viral..#semauakanbaik2saja .@ameliapku1 @aldisilvanamaihendra @user8493449tia @user8147688545145 @arabtika @erikaperdomo2020

♬ original sound - Al FurQan

Acara PDCE 2021 di Wina, Austria, mendatang mengundang berbagai reaksi dari masyarakat. Mayoritas adalah ketakutan. Hal tersebut dikarenakan prediksi luasnya dampak tumbukan 2021 PDC yang akan menimpa benua-benua besar di dunia seperti Afrika, Eropa, dan Amerika.

Namun, benua Asia dan Australia tidak terdampak! Oleh karena itu, beredar berbagai rumor di media sosial seperti Facebook dan TikTok kalau negara-negara Asia, seperti Indonesia, dan benua Australia akan dipenuhi penduduk dunia yang menyelamatkan diri.

Pertanyaannya, apakah betul Indonesia jadi salah satu yang dijadikan lokasi evakuasi? Dan, apakah betul asteroid tersebut benar-benar akan menabrak Bumi pada Oktober 2021 mendatang?

3. Fakta: PDC 2021 hanyalah tes simulasi NASA

NASA: Tabrakan Asteroid 2021 PDC Cuma Skenario Fiktifsuasana PDCE 2019 oleh IAA di Maryland, AS (nasa.gov)

Jika kamu membuka situs Planetary Defense Conference Exercise - 2021 (https://cneos.jpl.nasa.gov/pd/cs/pdc21/), kamu akan langsung melihat kalau segala informasi yang dipaparkan bersifat fiktif! Dengan kata lain, tabrakan tersebut sesungguhnya tak akan terjadi!

"Meskipun skenario ini realistis dalam banyak hal, skenario ini sepenuhnya fiktif dan TIDAK menggambarkan potensi dampak asteroid yang sebenarnya," tulis NASA.

Selain itu, penamaan asteroid tersebut juga menunjukkan bukti lain bahwa asteroid ini tidak pernah ada. NASA menekankan bahwa nama belakang asteroid tersebut hanya terdiri dari tiga huruf, "PDC".

"Untuk memperkuat fakta bahwa ini bukan asteroid sungguhan, kami menggunakan tiga huruf sebagai penanda, sesuatu yang tidak akan pernah dilakukan untuk asteroid sungguhan," tandas NASA.

Jadi, kesimpulannya adalah PDCE 2021 di Austria memang akan berlangsung. Namun, acara ini sejatinya adalah "simulasi" untuk skenario tumbukan asteroid. Bukan untuk ditakuti, asteroid yang dimaksud, 2021 PDC, saja FIKTIF alias gak pernah ada!

Baca Juga: Hari Asteroid Sedunia, Seperti Apa Bahaya Asteroid bagi Bumi Kita? 

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya