Comscore Tracker

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Dunia

Dari penyakit hingga rencana pembunuhan

Kita pasti menyangka jika seorang kepala negara atau pemimpin partai meninggal, ia pasti akan diautopsi untuk menjelaskan dengan tepat bagaimana mereka meninggal. Kepastian ilmiah semacam itu adalah praktik yang relatif baru.

Bahkan, di era modern sendiri, kematian tokoh terkenal sering kali diselimuti kabut misteri, apalagi jika ia meninggal dalam kondisi yang rumit. Untuk itulah banyak orang yang menciptakan teori konspirasi. Nah, berikut ini adalah teori-teori tentang apa yang sebenarnya menewaskan para pemimpin sejarah dunia.

1. Elizabeth I: Keracunan zat kimia berbahaya

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniathefamouspeople.com

Elizabeth I tumbuh menjadi salah satu ratu yang paling lama memerintah di Inggris. Pemerintahannya sangat stabil. Elizabeth I juga dikenal sebagai Ratu Perawan karena tidak pernah menikah, seperti yang dicatat oleh All About History, hal ini juga mengarah pada teori konspirasi bahwa dia adalah seorang pria.

Seperti yang dilaporkan Royal Museum Greenwich, Elizabeth I meninggal pada usia 69 tahun di abad ke-17 — setelah depresi berkepanjangan. Dia sempat berperilaku aneh, berdiri termenung selama berjam-jam, dan sering menangis. Beberapa orang menduga bahwa riasan putih berbasis timbal dan cuka yang dia gunakan selama beberapa dekade, menyebabkannya keracunan darah. Seperti yang dicatat oleh Medical Bag, riasan berbahaya yang digunakan Elizabeth sejalan dengan gejala keracunan timbal. 

2. Alexander Agung: Guillain-Barre Syndrome (GBS)

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniabritannica.com

Di usia ke 32 tahun, Alexander Agung menjadi penguasa salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada. Tetapi, setelah kesehatannya menurun drastis, mengalami kelumpuhan, dan akhirnya kehilangan kemampuan untuk berbicara, dia pun meninggal pada tahun 323 SM. Anehnya, tubuhnya tidak membusuk selama beberapa minggu setelah kematiannya. 

Live Science melaporkan, salah satu teori paling populer tentang kematian Alexander adalah keracunan. Tapi ada teori baru, seperti yang dicatat Majalah Smithsonian, Alexander Agung menderita Guillain-Barre Syndrome (GBS), penyakit autoimun yang sangat langka yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini dianggap sangat cocok dengan gejala yang dialami Alexander, termasuk kelumpuhan yang membuatnya bisu. GBS dapat ditularkan dari bakteri, yang mungkin saja menyerang Alexander saat ia keliling dunia untuk berperang.

Seperti yang dilaporkan History, GBS juga menjadi salah satu penyebab mengapa tubuhnya tidak membusuk: Karena mungkin dia memang belum benar-benar meninggal. Yang berarti Alexander mungkin masih hidup ketika dia dinyatakan meninggal.  

3. Napoleon Bonaparte: Keracunan Arsenik

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniaresetera.com

Napoleon Bonaparte adalah seorang genius militer dan politik — koalisinya mengalahkannya dan menjebloskannya ke penjara di pulau Elba pada tahun 1814. Kurang dari setahun kemudian, dia melarikan diri dan menetap di Paris sebelum akhirnya dikalahkan dalam Pertempuran Waterloo — oleh koalisi ketujuh kekuatan Eropa. Dia dipenjarakan lagi, kali ini di pulau Saint Helena, seperti yang dilaporkan ABC News, di sana, ia sering sakit dan meninggal kurang dari tujuh tahun kemudian. 

Penyebab kematiannya adalah kanker perut — tetapi saat tubuh Napoleon dipindahkan pada tahun 1840, tubuhnya tidak membusuk sama sekali. Menurut Seattle Times, hal ini mengarah pada teori konspirasi bahwa Napoleon diracuni dengan arsenik. Arsenik adalah racun yang umum pada saat itu karena tidak dapat dideteksi, dan merupakan pengawet yang kuat, yang diduga membuat tubuh Napoleon tetap awet.

4. Yasser Arafat: Polonium-210 

https://www.youtube.com/embed/dEELNaQIWMU

Pemimpin Palestina Yasser Arafat meninggal pada tahun 2004 di usia 75 tahun. Menurut The New York Times, ia menjadi target Israel selama beberapa dekade. Tapi, kematiannya dianggap sebagai penyakit influenza. Dia sakit parah sebelum dibawa ke Prancis untuk dirawat di sana. Dia mengalami koma dan meninggal sekitar seminggu kemudian karena stroke yang parah.

Namun seperti yang dilaporkan The Washington Post, istrinya, Suha, yakin kalau Arafat diracun menggunakan bahan radioaktif polonium. Investigasi tahun 2013 menemukan beberapa bukti yang membenarkan — banyak barang milik Arafat yang ternyata mengandung tingkat radioaktif. 

Menurut laporan CNN, polonium-210 tidak terlalu berbahaya selama berada di luar tubuh. Zat ini memancarkan partikel alfa, yang sangat lemah bahkan tidak bisa melewati selembar kertas. Tapi begitu masuk ke dalam tubuh manusia, ia akan menyerang tulang dan organ manusia, dan efeknya terlihat seperti kanker stadium akhir yang berkembang dengan sangat cepat.

Dan fakta itu sangat cocok dengan penyakit mendadak yang diderita Arafat, yang juga mirip dengan kasus keracunan polonium seperti Alexander Litvinenko pada tahun 2006. Racun polonium menjadi sangat populer untuk pembunuhan politik karena sangat sulit untuk dideteksi dan sangat efektif dalam membunuh orang. 

5. Paus John Paul I: Dibunuh

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniaalivepublishing.co.uk

Paus John Paul I meninggal karena serangan jantung pada tahun 1978 di usia 65 tahun, dan baru menjadi paus selama 33 hari. Seperti yang dilaporkan Crisis Magazine, ada teori yang kuat bahwa John Paul I dibunuh. Seperti yang dicatat oleh InsideHook, Vatikan seperti merahasiakan penyebab kematian John Paul I, dan Gereja menolak autopsi.

Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai tindak pembunuhan — dan teori yang paling meyakinkan berkaitan dengan Bank Vatikan, yang telah lama dicurigai melakukan praktik investasi pencucian uang, dan pencurian. Banyak yang masih percaya bahwa Paus John Paul I dibunuh karena dia mengetahui kegiatan bank tersebut yang melanggar hukum dan berencana untuk mengungkapkannya. 

6. Jenderal Muhammad Zia-ul-Haq: Rencana pembunuhan

https://www.youtube.com/embed/sLZvK8K3SU4

Ketegangan Pakistan dengan India selalu menjadi ancaman, masyarakatnya diguncang oleh konservatisme agama, dan mantan presiden dapat didakwa konspirasi untuk membunuh mantan perdana menteri. Namun pada tahun 1988, Pakistan diperintah oleh kediktatoran militer di bawah kepemimpinan Jenderal Muhammad Zia-ul-Haq. Zia merebut kekuasaan selama kudeta militer.

Pada tahun 1988, dia menaiki pesawat bersama duta besar AS untuk menonton demonstrasi tank M1 AS. Dalam perjalanan pulang, pesawat itu jatuh, menewaskan semua orang di dalamnya. Sebagaimana yang dicatat OZY, kematian Zia mencetuskan pemilihan bebas pertama yang dilakukan Pakistan dalam beberapa tahun, yang pada akhirnya mengubah negara tersebut. Dan banyak orang yang curiga jika Zia dibunuh. 

Menurut The Guardian, daftar tersangkanya meliputi Rusia, Israel hingga CIA. Menurut Los Angeles Times, beberapa orang menduga ada bom yang disembunyikan dalam sekotak mangga yang dimuat ke pesawat — meskipun tidak ada bukti bom yang ditemukan di lokasi kecelakaan — atau bahwa buah itu dilapisi dengan zat yang mengeluarkan asap beracun. 

Baca Juga: NASA Tak Pernah ke Bulan? Ini 7 Teori Konspirasi Seputar Luar Angkasa

7. Benito Mussolini: Kecelakaan yang tak disengaja atau pembunuhan

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniabiography.com

Benito Mussolini memerintah Italia sebagai diktator fasis dari tahun 1922 hingga 1943, dia digulingkan dan ditangkap — tetapi dia diselamatkan oleh Nazi sebelum dia diserahkan kepada pasukan Sekutu. Ketika perang berakhir, Mussolini melarikan diri tetapi berhasil ditangkap, dan setelah menjalankan pengadilan, dia dieksekusi oleh regu tembak. Tubuhnya dibawa ke Milan. 

Seperti yang dilaporkan Yesterday Channel, ada teori yang menyatakan bahwa hal itu tidak terjadi. Urbano Lazzaro, yang menangkap Mussolini dan kekasihnya, Claretta Petacci, mengatakan bahwa Petacci mencoba merebut salah satu senjata penjaga untuk melarikan diri, namun keduanya ditembak secara tidak sengaja. Eksekusi dijadikan alasan karena khawatir jika masyarakat tidak puas dengan fakta sesungguhnya.

Ada juga teori yang menyatakan bahwa Mussolini sebenarnya dibunuh atas perintah Winston Churchill. Menurut The Independent, Churchill telah mengkhianati sekutunya, dan secara diam-diam bernegosiasi dengan Italia untuk berdamai, tetapi karena takut terungkap, dia memerintahkan untuk membunuh diktator Italia. 

8. William II: Insiden yang direncanakan

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniamedievalists.net

Raja kedua Inggris: William II, juga dikenal sebagai William Rufus merupakan putra dari William Sang Penakluk, yang mewarisi takhta ketika ayahnya meninggal pada tahun 1087, dan dia memerintah selama 13 tahun. Namun, kematiannya cukup kontroversial. Menurut sejarawan Emma Mason, William pergi berburu bersama adik laki-lakinya Henry dan beberapa bangsawan, salah satunya Walter Tirel. William pergi bersama Tirel untuk berburu rusa jantan. Saat melihat buruan, raja memanahnya tetapi meleset. Ia memanggil Tirel untuk memanah buruan tersebut. Tetapi, Tirel justru menancapkan panahnya ke dada sang raja, membunuhnya seketika.

Seperti yang dicatat Unofficial Royalty, insiden tidak sengaja saat berburu memang sangat umum terjadi pada masa itu, dan beberapa kerabat William juga meninggal seperti itu. Tetapi seperti yang dilaporkan BBC, adiknya, Henry, segera merebut takhta setelah kematian kakaknya. Dan banyak yang curiga bahwa Tirel — yang melarikan diri dari tempat kejadian, dan negara itu, sengaja membunuh William agar Henry naik takhta. 

9. Raja Charles XII dari Swedia: Eksekusi di medan perang

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniamyorigins.org

Faktanya, Raja Charles XII, yang memerintah dari tahun 1697 hingga 1718, menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk berperang. Sebagaimana dicatat oleh Majalah Smithsonian, ketika dia naik takhta pada usia 15 tahun, Rusia, Denmark, Polandia, dan kekuatan regional lainnya membentuk koalisi dan menyerang Swedia untuk mengalahkan raja muda tersebut. 

Tetapi seperti yang dilaporkan Daily History, Charles merupakan seorang jenius militer. Pada 1706 dia berhasil menaklukan semuanya — dan Rusia menuntut perdamaian. Tetapi Charles menolak permintaan itu, seperti dicatat oleh BBC, ia melancarkan invasi ke Rusia.

Pada tahun 1718, popularitas Charles di kerajaannya anjlok. Pemerintahannya yang penuh dengan invasi dan peperangan, justru melelahkan rakyatnya. Ia pun akhirnya tewas di medan perang karena kepalanya tertembak.

Penyelidikan forensik modern menemukan bahwa tembakan itu mungkin berasal dari pihaknya sendiri dalam pertempuran. Teori konspirasi mengatakan bahwa André Sicre, yang merupakan sekertaris kerajaan, adalah pembunuh bayaran yang menembak Charles. Ia mengaku melakukan pembunuhan tersebut di masa-masa sekaratnya. 

10. Warren G. Harding: Diracun

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniathefamouspeople.com

Delapan dari 45 presiden Amerika meninggal saat menjabat — empat diantaranya tewas karena pembunuhan. Tetapi, ada teori yang menyatakan bahwa presiden ke-29 diracuni oleh istrinya sendiri. Seperti yang dilaporkan The Mercury News, ada banyak kecurigaan jika Warren G. Harding dibunuh oleh Florence Harding.

Pertama, Warren Harding bukan saja salah satu presiden terburuk (CBS News memberinya peringkat kelima sebagai presiden terburuk sepanjang masa), dia juga seorang suami yang sangat buruk. Sebagaimana dirinci oleh Politico, Harding memiliki banyak simpanan dan menjadi ayah dari seorang anak haram. 

Di sebuah kamar hotel San Francisco, saat itu Warren sedang bersama dengan Florence, tetapi tiba-tiba dia membunyikan alarm, dan Warren ditemukan tewas di tempat tidurnya. Para dokter mengeluarkan beberapa penyebab kematian sebelum memutuskan bahwa dia terkena serangan jantung. Florence sendiri menolak autopsi suaminya. Presiden hotel — dituduh oleh Florence karena telah membunuh Warren karena makanan hotel yang mencurigakan — Florence mengungkapkan bahwa segelas air yang diberikan kepada presiden tercium bau yang "berbahaya", tetapi Florence membuang air itu ke saluran air. 

11. Kaisar Jovian: Meninggal karena keracunan asap

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniagold-stater.com

Menjadi Kaisar Romawi adalah profesi yang sangat menakutkan, karena ada saja yang mencoba melakukan pembunuhan. Kaisar Jovian, misalnya, ia hanya memerintah selama delapan bulan dari 363 hingga 364. Dia pernah menjadi anggota staf senior Kaisar Julian, yang memimpin tentaranya ke wilayah yang sekarang Irak modern. 

Jovian adalah seorang fanatik Kristen, ia menyangkal keyakinan paganisme Julian, dan menjadikan Roma sebuah kerajaan Kristen. Selain itu, dia lebih dikenal karena cara dia meninggal. Saat masih dalam perjalanan ke Konstantinopel untuk mengklaim takhta secara resmi, dia ditemukan tewas di kamarnya pada pagi hari. Teori bermunculan; Sejarawan Warren Treadgold menulis bahwa banyak yang menduga bahwa ia keracunan asap dari kompor arang, meskipun History Collection mencatat bahwa beberapa orang percaya bahwa ia tewas karena jamur beracun. 

12. Pangeran Edward dan Richard: Eksekusi rahasia 

12 Teori Konspirasi Terkait Penyebab Kematian Tokoh Terkenal Duniahistoricalblindness.com

Dikenal sebagai "Para Pangeran di Menara", Edward dan Richard tidak mendapatkan takhta Inggris tepat ketika paman mereka, Richard III, merebutnya. Menurut BBC, semuanya bermula ketika Edward IV, yang baru saja membangun stabilitas di negara itu setelah Perang Mawar, meninggal secara tak terduga.

Meskipun putranya secara resmi diproklamasikan sebagai Edward V, pamannya Richard, Duke of Gloucester, menganggap dirinya sebagai pengganti ayah bagi keponakannya. Richard III menempatkan Edward di Menara London, lalu disusul adik laki-lakinya, Richard. Anak laki-laki itu tidak pernah terlihat lagi, mereka dinyatakan tidak sah, dan beberapa minggu kemudian Richard III dinobatkan sebagai raja. 

Richard III dianggap membunuh dua anak lelaki itu. Tetapi seperti yang dicatat oleh The History Press, banyak orang berteori bahwa dua anak laki-laki itu secara diam-diam dibebaskan dari Menara dan hidup dengan nama samaran.

Kesimpulannya, beberapa dari meninggal karena diagnosis dokter menderita penyakit tertentu, tetapi kematian mereka dianggap menunjukkan gejala yang saling bertentangan — dan beberapa dalam keadaan yang sangat samar. Karena kurangnya kepastian tersebut, teori yang rumit pun bermunculan. 

Baca Juga: 7 Teori Konspirasi di Balik Bencana Terkenal, Ada Tsunami Aceh

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya