Comscore Tracker

9 Perilaku Hewan yang Masih Tidak Bisa Dijelaskan Secara Ilmiah

Dari yang menggemaskan hingga yang aneh 

Semakin hari manusia makin belajar banyak hal tentang kebiasaan hewan setiap harinya. Itu karena ilmu pengetahuan terus membuka misteri besar mengapa hewan melakukan kebiasaannya secara teratur dalam kehidupan mereka.

Tapi itu bukan berarti kalau manusia tahu segalanya, lho. Masih ada jutaan mengenai ciptaan alam yang membingungkan sains sampai hari ini. Nah, berikut ini hanyalah teori tentang mengapa hewan melakukan hal-hal berikut. 

1. Mengapa wajah sapi menghadap ke utara dan selatan ketika sedang makan?

https://www.youtube.com/embed/EbHSkZySTBw

Menurut acara All Things Considered NPR, sapi dapat merasakan medan magnet Bumi dan akan menyelaraskan tubuh mereka dengan hal tersebut seperti menghadap ke utara atau selatan sambil makan (mirip kompas). Hynek Burda dan timnya di Universitas Duisburg-Essen Jerman, menemukan bahwa hewan lain, khususnya rusa, melakukan hal yang sama tapi tidak tahu apa tujuannya. Burung juga menyesuaikan diri dengan medan magnet bumi, namun tujuan mereka adalah untuk navigasi. Lalu bagaimana dengan sapi? Tentu saja sapi tidak bermigrasi ke mana pun kecuali ke kandangnya.

Namun, hewan jarang sekali melakukan hal-hal tanpa alasan. Jadi mungkin saja sapi punya tujuan saat menghadap utara atau selatan. Seperti yang dikatakan oleh ahli biologi Richard Holland yang dikutip dari NPR, bahwa mamalia memang pernah bermigrasi secara rutin, dan pergerakannya yang menghadap ke utara adalah fitur evolusi yang tersisa. Tetapi itu hanyalah sebuah teori.

2. Bagaimana hewan bisa prediksi gempa bumi beberapa hari atau berminggu-minggu sebelumnya?

https://www.youtube.com/embed/P8ClUdZWPnY

Hewan bisa merasakan gempa bumi beberapa detik sebelum itu terjadi. Menurut US Geological Survey, ada dua jenis gelombang yang keluar dari gempa bumi: gelombang S besar, dan gelombang P kecil yang biasanya tiba beberapa detik sebelum gelombang S. Hewan itu tidak seperti manusia, mereka dapat merasakan gelombang-P kecil, jadi ketika mereka merasakannya, mereka tahu saatnya untuk melarikan diri.

Namun yang mengesankan adalah, beberapa hewan ternyata dapat merasakan berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu sebelum gempa bumi itu terjadi. Seperti yang diungkapkan USGS, pada 373 SM, gempa bumi besar mengguncang Yunani. Namun tikus, ular, dan bahkan kelabang sudah pergi jauh sebelum bencana alam itu diketahui manusia. Sampai hari ini para ilmuwan tidak tahu mengapa.

Peneliti Joseph Kirschvink berteori dalam makalahnya di tahun 2000, Earthquake Prediction by Animals: Evolution and Sensory Perception, bahwasannya mungkin ada lebih banyak tanda peringatan gempa bumi daripada yang kita ketahui sekarang, beberapa di antaranya yakni reaksi hewan berminggu-minggu sebelumnya. Jadi apa sebenarnya yang membuat hewan-hewan ini panik beberapa minggu sebelum gempa bumi terjadi? Jawabannya masih belum diketahui. 

3. Mengapa simpanse berperang antar sesamanya?

https://www.youtube.com/embed/a7XuXi3mqYM

Jika kamu tahu, simpanse dikenal karena perilakunya yang suka berburu, membunuh, dan bahkan memakan simpanse lainnya. Buruknya lagi, mereka melakukannya secara terorganisir, berorientasi pada kelompok, dan bisa disebut "war." Dari pengamatan yang dilakukan para peneliti, kelompok simpanse melakukan perang terhadap kelompok simpanse terdekat.

Pertarungan ini bertentangan dengan spesies lain yang hanya berburu ketika mereka merasa lapar. Ada beberapa teori, salah satunya seperti yang diajukan oleh Richard Wrangham dari Harvard dalam bukunya Demonic Males: Apes dan the Origins of Human Violence, seperti yang ditulis oleh BBC. Wrangham menganggap bahwa simpanse berperang karena secara genetis mereka cenderung melakukan kekerasan, seperti halnya manusia. Karena simpanse dan manusia adalah kerabat yang sangat dekat, Wrangham berteori bahwa jika satu berperang, yang lain juga akan mengikuti.

Peneliti lain dari Robert Sussman dan Joshua Marshack dari Universitas St. Louis di Washington, menolak gagasan Wrangham. Sebaliknya, menurut mereka simpanse berperang karena manusia sudah ikut campur dalam kehidupan mereka. Entah dengan cara menebang dan menghancurkan hutan, membuat wilayah mereka menjadi langka dan memaksa simpanse menjadi lebih agresif, atau manusia memberi mereka makanan aneh yang tidak bisa mereka dapatkan di alam, membuat simpanse lebih agresif satu sama lain. Namun memang tidak ada yang tahu pasti mengenai hal ini.

4. Bagaimana hiu bernavigasi?

9 Perilaku Hewan yang Masih Tidak Bisa Dijelaskan Secara Ilmiahwspa.com

Ada banyak hal tentang hiu yang tidak kita ketahui, seperti bagaimana mereka menavigasi lautan. Meskipun sebagian besar lautan itu gelap dan luas, hiu dengan mudah bisa pergi ke mana pun hingga lebih dari ribuan mil tanpa tersesat. Peneliti masih bingung mengetahui jawabannya. 

Para ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography and Birch Aquarium di La Jolla, California, menduga bahwa itu ada hubungannya dengan hiu yang selalu mengendus-endus selama perjalanan pulang. Menurut National Geographic, para ilmuwan Scripps menguji beberapa hiu macan tutul liar, memindahkan hiu-hiu itu sejauh enam mil dari tempat mereka, memakaikan bola-bola kapas ke dalam hidung mereka, dan melepaskan mereka ke arah yang berlawanan.

Hiu-hiu yang tidak menggunakan kapas di lubang hidungnya segera berenang ke tempat persembunyian mereka, sementara hiu-hiu yang tidak dapat mencium karena hidungnya ditutup, mereka berkeliaran tanpa tujuan, berenang perlahan dan mencari-cari tempat. Ini menunjukkan bahwa hiu memang mengendus, seperti yang dikatakan National Geographic, hal ini dilakukannya untuk membawanya ke tempat yang mereka inginkan. 

Namun terlepas dari pengujian itu, tidak semua peneliti meyakininya. Ahli biologi kelautan Kim Holland dari University of Hawaii di Manoa mengatakan bahwa hidung hiu yang disumpal bola-kapas itu lebih karena mereka panik dan kebingungan. Sementara itu, ahli biologi sensorik Jayne Gardiner, dari New College of Florida menunjukkan bahwa hiu mencium apapun yang ada di darat, menggunakan perubahan cahaya dan suhu sebagai petunjuknya.

Baca Juga: Bikin Haru! Ini Ritual Kematian Hewan Layaknya Manusia

5. Mengapa hewan suka bermain?

9 Perilaku Hewan yang Masih Tidak Bisa Dijelaskan Secara Ilmiahmashbox.org

Nah, ternyata kita benar-benar tidak tahu pasti mengapa hewan bermain. Seperti yang ditunjukkan Lynda Sharpe dari Scientific American, bersenang-senang yang dilakukan pada hewan akan sangat sulit dijelaskan apa tujuannya. Beberapa orang mengira bermain yang dilakukan hewan hanya untuk menghabiskan waktunya. Seperti yang dipelajari Sharpe dengan mengamati berbagai binatang, ia menyatakan bahwa binatang tidak belajar keterampilan dari caranya bermain. 

Jadi pasti ada alasan jelas mengapa hewan bermain. Tetapi dari sekian banyak teori di luar sana, tidak ada yang cukup kuat untuk diterima sebagai fakta. Beberapa peneliti menemukan bahwa bermain bagi spesies tertentu bertujuan untuk menangani stres, atau tumbuh menjadi lebih mandiri, tetapi itu tidak berlaku untuk semua spesies.

6. Mengapa burung gagak pemarah dan pendendam?

https://www.youtube.com/embed/vSVeXaox2Zk

Menurut LiveScience, para peneliti di Seattle pada tahun 2011 mempelajari bahwa burung gagak tidak saja bisa mengingat wajah-wajah manusia yang memelihara mereka, tetapi mereka juga bisa menyerang dan mematuk orang tertentu.

Namun mengapa mereka melakukan ini, masih belum diketahui. Gagak juga memiliki ingatan yang luar biasa, namun ia bisa menyerang seseorang yang tidak mereka sukai. Para peneliti di Prosiding National Academy of Sciences memfokuskan dan mengupayakan agar gagak tidak menyerang seseorang, seperti memperlakukan mereka dengan lebih baik saat dalam penangkaran.

7. Mengapa semut yang kesepian lebih cepat mati?

9 Perilaku Hewan yang Masih Tidak Bisa Dijelaskan Secara Ilmiahnationalgeographic.com

Semut adalah makhluk sosial yang luar biasa. Tetapi bukan saja makhluk sosial, itu karena mereka memiliki kekuatan dalam jumlah, sebab jika semut dibiarkan sendirian, mereka akan mati. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Lausanne Swiss, yang diterbitkan oleh The New Yorker,  spesies semut tukang kayu yang dikenal sebagai Camponotus fellah mengalami penderitaan yang signifikan setelah diisolasi dari semut lain. Di mana semut sosial akan bertahan lebih dari dua bulan (rentang hidup mereka rata-rata 6-12 minggu), dan yang kesepian akan mati dalam waktu enam hari.

Semut-semut kesepian ini diamati berjalan lebih jauh dan lebih cepat dari pada semut sosial, dan pola makan mereka menjadi jauh lebih buruk. Mereka mengambil makanan yang sama banyaknya dengan semut sosial, tetapi sistem pencernaan mereka terganggu.

Singkatnya, mereka berkeliaran ke mana-mana, seperti jiwa-jiwa kecil yang tersesat, kemudian pola makan mereka buruk dan akhirnya mati. Mengapa ini terjadi, para ilmuwan pun masih tidak tahu. Agaknya sih memang mirip seperti depresi, tetapi mengapa kebiasaan pencernaan mereka berubah?  Mengapa semut kesepian berjalan tak tentu arah? 

8. Mengapa hiu putih besar bermigrasi dengan cukup aneh dan tak terarah

https://www.youtube.com/embed/oixkyxZ5mzc

Salah satu misteri terbesar tentang perilaku hiu putih besar adalah ke mana tepatnya mereka pergi, dan bagaimana mereka bisa sampai di sana. Seperti yang ditunjukkan oleh National Geographic, Great Whites mungkin memiliki pola migrasi paling aneh dari hiu yang lain. Hiu lain berenang ke arah yang kira-kira sama, namun hiu putih besar cenderung bergerak zig-zag secara tak beraturan. Beberapa hiu putih besar tinggal di dekat pantai, yang lainnya berkeliaran di pusat laut yang dalam. Beberapa bergerak ke utara saat musim panas, dan ke selatan saat musim dingin, tetapi tidak semua melakukan hal serupa. Jantan, betina, dan anak-anak hiu ini juga memiliki jalur yang berbeda pula.

Para ilmuwan telah berhasil mencari tahu melalui penandaan, di mana banyak hiu ini pergi dari California dan Mexico berakhir di tengah Pasifik. Tetapi ilmuwan masih tidak tahu mengapa mereka mengambil jalan yang berbeda untuk sampai ke sana, atau apa yang mereka lakukan di sana.

9. Bagaimana burung kukuk muda tahu ke mana ia harus berimigrasi?

9 Perilaku Hewan yang Masih Tidak Bisa Dijelaskan Secara Ilmiahnzbirdsonline.org

Burung kukuk agak berbeda dengan burung lainnya. Mereka tidak benar-benar tahu ibu kandungnya. Seekor kukuk betina akan bertelur, lalu menyimpan telurnya di sarang burung lain, kemudian terbang dan tak pernah kembali. Ketika telur menetas, anak-anak burung itu dibesarkan oleh spesies burung yang berbeda. 

Bagian yang membingungkannya adalah, bagaimana burung kukuk yang tidak pernah dibesarkan oleh burung kukuk lain, dan tidak pernah tahu spesies burung kukuk, secara naluriah tahu ke mana ia harus bermigrasi dan bagaimana menuju ke sana. Meskipun tidak ada keluarga atau kawanan, mereka semua berkumpul di Afrika selama musim dingin, dan tidak ada yang tahu bagaimana mereka melakukannya. Bahkan ketika para peneliti dari Universitas Kopenhagen memindahkan beberapa burung kukuk dari Denmark ke Spanyol dan kemudian membebaskan mereka, burung kukuk tersebut tetap berhasil mencapai Afrika.

Satu teori yang dikemukakan oleh Quartz menunjukkan bahwa,  karena burung kukuk berevolusi di Afrika, lokasi tersebut pun tertanam dalam DNA mereka. Tapi gagasan itu belum terbukti.

Nah, itu dia sembilan perilaku hewan yang masih belum bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan. Bukan saja kehidupan manusia yang dipenuhi misteri, hewan pun menyimpan banyak misterinya sendiri. 

Baca Juga: 7 Hewan Ini Memiliki Ukuran Bayi Terbesar, Ada yang Hingga 3 Ton!

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Just For You