TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Pandemi dan Epidemi Terburuk dalam Sejarah

Bagaimana dengan yang sekarang ya?

ilustrasi pandemi (pexels.com/Two Dreamers)

Sepanjang perjalanan hidup manusia sudah banyak yang terjadi dengan dunia ini, seperti wabah penyakit yang menyebabkan banyak jiwa menghilang, menghancurkan peradaban manusia, dan menyebabkan banyak penderitaan di banyak negara.

Walaupun beberapa pandemi sudah dapat dilalui pada zaman dahulu, tapi wabah penyakit masih saja menghantui dan mengancam umat manusia. Seperti pandemi covid 19 yang terjadi akhir Desember tahun 2019 lalu sampai sekarang ini.

Dan selain pandemi yang sedang dihadapi oleh umat manusia sekarang ini, berikut adalah beberapa pandemi dan epidemi terburuk dalam sejarah.

1. Black Death

ilustrasi pandemi (pexels.com/Gift Habeshaw)

Diperkirakan pada tahun 1346-1353, Black Death menginfeksi dari Asia ke Eropa dan meninggalkan banyak kehancuran. Dan diperkirakan wabah penyakit ini memusnahkan lebih dari setengah populasi di Eropa. 

Wabah ini disebabkan karena adanya virus strain bakteri Yersinia pestis dan disebarkan oleh hewan pengerat yang terinfeksi dan juga kutu. Karena begitu banyaknya orang yang meninggal, jenazah para korban dikuburkan secara massal.

2. Flu Spanyol

ilustrasi virus (pexels.com/CDC)

Antara tahun 1918 dan 1919 sebuah pandemi influenza yang bernama flu sepanyol menyebar ke seluruh dunia, dikutip dari health.com pandemi ini disebabkan oleh virus H1N1 dengan asal unggas (burung), meskipun tidak jelas persis dari mana virus itu berasal. 

Diperkirakan 500 juta orang terinfeksi virus ini, atau sepertiga dari populasi dunia. Dan menyebabkan 50 juta orang meninggal di seluruh dunia.

3. Flu Asia

ilustrasi pandemi (pexels.com/Two Dreamers)

Flu Asia, pandemi ini dimulai dari Asia timur pada tahun 1957. Dan pertama kali terdeteksi di Singapura pada Februari 1957. Dari sana, virus menyebar ke Hong Kong pada April 1957, dan di kota-kota pesisir di Amerika Serikat pada musim panas 1957. 

Total kematian wabah ini lebih dari 1,1 juta orang di seluruh dunia dengan 116.000 kematian di Amerika. Dilansir dari Live science  pandemi ini disebabkan oleh virus campuran dari virus flu burung.

4. Wabah besar London

ilustrasi virus (pexels.com/CDC)

Pada saat kepemimpinan raja Charles II, setelah merebaknya wabah Black Death dihampir di seluruh bagian negara, wabah Black Death yang masih ada di London Inggris menyebabkan eksodus massal. 

Wabah ini dimulai pada tahun 1665 April, dan menyebar dengan cepat pada bulan musim panas. Wabah ini disebabkan oleh kutu dari hewan pengerat yang sudah terinfeksi, dan ketika wabah berakhir sekitar 15% populasi London atau 100.000 orang telah meninggal.

5. Epidemi Cocoliztli

ilustrasi virus (pixabay.com/qimono)

Epidemi Cocoliztli adalah epidemi yang berawal dari sebuah infeksi yang lalu menyebabkan epidemi, diperkirakan penyakit ini menewaskan 15 juta orang dari penduduk Meksiko dan Amerika Tengah.

Sebuah studi yang memeriksa kerangka korban menemukan bahwa mereka terinfeksi oleh subspesies Salmonella yang dikenal sebagai S. paratyphi C , yang menyebabkan demam enterik, kategori demam yang termasuk tipus dan demam yang bisa menyebabkan masalah pencernaan, dehidrasi, serta masalah kesehatan utama lainnya.

Baca Juga: Menguak Fakta Wabah Black Death, Benarkah Tikus Pemicunya?

Verified Writer

Dyah Sekar aruni

Berjuang dengan hidup yang tidak pasti dyahsekararuni@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya