TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Ilmiah Hujan, Ternyata Gak Cuma Terjadi di Bumi Lho

Mau merasakan hujan berlian? Coba baca artikel ini

unsplash/Osman Rana

Hujan. Sebuah peristiwa alami yang tentu tidak asing bagi kita. Kita sering melihat dan merasakan tetesannya, terutama saat musim hujan melanda. Kemungkinan besar, kamu pun sudah tahu bagaimana proses terjadinya hujan, mulai dari penguapan air di bumi hingga jatuhnya tetes-tetes air dari awan di langit.

Tapi alam selalu punya banyak hal baru yang bisa kita pelajari. Termasuk tentang hujan yang mungkin sehari-hari kita rasakan. Misalnya 5 fakta yang mungkin belum kamu tahu berikut ini.

1. Titik-titik air hujan bermula dari salju

unsplash/LoboStudio Hamburg

Kamu tentu tahu bahwa hujan bermula dari awan yang mengandung titik-titik air. Semakin lama awan akan menampung semakin banyak titik air hingga semakin berat dan akhirnya jatuh ke bumi. Tapi tahukah kamu bahwa biasanya air hujan mengawali perjalanannya dari atas sebagai salju?

Ya, selain titik-titik air dingin, awan hitam juga seringkali mengandung kristal-kristal es alias salju. Lalu seraya jatuh, salju tersebut bisa berubah menjadi air jika suhu udara di daerah itu cukup hangat. Tapi jika suhu udaranya dingin, maka tentu yang akan terjadi adalah hujan salju.

Baca Juga: Menakjubkan, Ini 7 Fakta Menarik Tentang Salju yang Perlu Kamu Tahu

2. Bentuk hujan bukan seperti tetesan air

alistairmcclymont.com

Jika kamu diminta membayangkan bentuk titik-titik air hujan, mungkin yang ada di benakmu adalah bentuk tetesan air yang bulat di bagian bawah dan lancip di atas. Memang, tetesan air yang biasa kita lihat sehari-hari, misalnya tetesan air keran, memang berbentuk seperti itu. Tapi bentuk titik-titik hujan ternyata lain lho.

Ingat bahwa hujan turun dari awan yang jaraknya ratusan hingga ribuan meter di atas bumi. Maka titik-titik air yang turun tentu akan mengalami perubahan bentuk karena bergesekan dengan udara. Hasilnya adalah bentuk oval yang melebar ke samping, bukan lagi seperti bentuk tetesan air yang biasa kita lihat.

3. Hujan tidak selalu membasahi daratan

earthsky.org

Aneh bukan? Logikanya kalau hujan sedang turun, tentu daratan di tempat tersebut akan basah. Tapi ternyata itu tidak selalu terjadi. Di daerah yang suhunya sangat panas, tetes-tetes hujan yang jatuh keburu menguap kembali sebelum sampai ke tanah. Sehingga tanahnya tidak basah.

Hujan semacam itu disebut phantom rain, yang bila diterjemahkan bisa berarti hujan bayangan. Ya, persis seperti bayangan, phantom rain bisa dilihat tapi tidak bisa dirasakan oleh siapa pun di daerah tersebut. Duh sayang ya, padahal daerah yang panas seperti itu pasti sangat membutuhkan air.

4. Benua dengan curah hujan paling sedikit adalah Antartika

earthtouchnews.com

Yap, benua dengan curah hujan paling sedikit di dunia ini adalah Antartika. Bukan Asia, bukan Australia, dan bahkan bukan Afrika yang suhunya terkenal sangat panas. Rata-rata curah hujan di Antartika hanya mencapai 166 mm per tahun. Kenapa demikian?

Antartika yang terletak di kutub selatan bumi memang tidak panas, justru sangat dingin. Tapi justru itulah yang menyebabkan di sana jarang terjadi hujan. Ingat bahwa hujan dimulai dari proses penguapan air oleh sinar matahari. Nah, karena di Antartika sinar matahari sangat minim, tentu masuk akal bahwa curah hujan di sana jadi sangat rendah.

Baca Juga: Ini Penyebab 7 Hujan Paling Aneh yang Pernah Terjadi di Dunia

Verified Writer

Peter Eduard

Be weird, because being normal is so boring

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya