TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Candu yang Paling Bikin Ketagihan, Dari Nikotin Sampai Seks

Jangan pernah coba-coba, ya! 

Ilustrasi kecanduan nikotin (pexels.com/fotografierende)

Banyak pecandu narkoba yang merasa tidak nyaman dengan kondisi yang mereka alami. Sayangnya, mereka tidak mampu mengatasi kecanduan tersebut. Karena seperti yang kita ketahui, ada beberapa jenis candu yang memiliki gejala penarikan yang lebih kuat daripada candu lainnya. Artikel ini akan membahas tujuh di antaranya. Berikut daftarnya.

1. Nikotin

pexels.com/Basil MK

Nikotin adalah salah satu candu yang paling umum. Rokok dan produk tembakau lainnya pada dasarnya legal. Tak heran kalau kecanduan nikotin sangat lazim di antara jutaan orang di seluruh dunia. Seperti dijelaskan dalam Tiny Medicine, tanda-tanda kecanduan nikotin termasuk mengidam, kecemasan, serta gejala fisik seperti sakit kepala dan kelelahan.

Saat dihirup atau dicerna sebagai tembakau kunyah, nikotin akan meningkatkan detak jantung. Setelahnya, zat itu akan masuk ke otak dan menimbulkan perasaan rileks untuk sementara waktu. Oleh karena itu, nikotin sering menjadi penopang emosional yang akan dicari oleh pecandu ketika merasa cemas.

Namun, merokok dan bentuk konsumsi nikotin lainnya adalah kebiasaan buruk yang akan menyebabkan emfisema atau kanker paru-paru.

2. Mariyuana atau ganja

pexels.com/Sharon McCutcheon

Hari ini, sudah ada banyak negara yang melegalkan ganja untuk keperluan rekreasi dan medis. Meski terdengar menjanjikan, jangan pernah lupakan efek sampingnya. Penggunaan ganja yang berkelanjutan akan menambah jumlah endocannabinoid dalam tubuh sehingga menciptakan ketergantungan pada ganja.

Menurut Center for Behavioral Health Statistics and Quality, pemakain ganja yang terus menerus akan menganggu produksi neurotransmitter secara alami sehingga akan mengurangi sensitivitas tubuh. Pada akhirnya, kecanduan ganja dapat menyebabkan gangguan psikotik dan Cannabinoid Hyperemesis Syndrome yang bisa berujung pada kematian.

Baca Juga: Prancis Tegaskan Pada Warga Bahwa Kokain Tak Sembuhkan COVID-19

3. Kokain

edmtunes.com

Kokain, dalam bentuk aslinya, dapat meningkatkan energi dan menciptakan suasana hati yang positif dalam jangka pendek. Setelahnya, pemakainya akan mengalami kecanduan yang sulit untuk dihilangkan.

Bubuk kokain juga bisa diubah menjadi crack cocaine, salah satu alternatif yang lebih murah namun juga lebih adiktif dari heroin. Manual of Adolescent Substance Abuse Treatment menyebutnya sebagai jenis kokain yang paling membuat ketagihan.

Kokain sendiri "membajak" proses pembentukan dopamin dan serotonin dalam otak. Awalnya, kita merasakan perasaan senang dan rileks.

Namun ketika pemakaian kokain dihentikan, kita akan merasakan paranoid, perubahan suasana hati, serta dampak emosional atau fisik lainnya. Tak jarang kalau para pecandu berat akan menyakiti dirinya sendiri jika dijauhkan dari kokain.

4. Heroin

americanaddictioncenters.org

Sebelum menjadi salah satu narkotika yang paling populer, heroin sempat digunakan dalam pengobatan. Bahkan pada tahun 1890-an, perusahaan farmasi asal Jerman, Bayer, meresepkan heroin sebagai pengganti morfin dan obat batuk.

Seperti dilansir dari Live Science, heroin sendiri terbuat dari morfin, salah satu jenis narkotika yang berasal dari opium atau "bunga poppy." Baik lewat rokok atau suntikan, heroin dapat memberikan euforia yang intens dan keinginan yang kuat pada pemakainya. 

Sebagai narkotika terlarang, pedagang heroin biasanya "memotong" atau mencampurkannya dengan zat aditif beracun lainnya untuk meningkatkan sensasinya. Tak jarang kalau heroin oplosan ini dapat menyebabkan overdosis, karena para pecandu tidak dapat membedakan kemurnian heroin yang mereka pakai.

5. Metamfetamin

kannlawoffice.com

Metamfetamin, met, atau yang lebih kita kenal sebagai sabu-sabu, adalah obat sintetis yang dibuat dari pseudoefedrin, zat yang umum digunakan untuk membuat obat flu. Stimulan buatan ini dapat dihirup, disuntikkan, atau dihisap.

Kecanduan met sendiri sulit dihentikan, di mana sebagian besar pecandu berisiko mengalami kerusakan saraf yang signifikan. Belum lagi kelelahan parah dan depresi yang ditimbulkan setelahnya. Penggunaan met dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kerusakan otak, yang didahului oleh regulasi emosional dan masalah memori.

Pada masa Perang Dunia II, pasukan Jerman memakai met sebelum melakukan blitzkrieg. Diketahui kalau para petinggi Nazi seperti Adolf Hitler dan Hermann Göring juga memiliki kecanduan tersendiri terhadap met.

6. Obat-obatan penenang yang diresepkan

pexels.com/Anna Shvets

Obat-obat penenang yang paling membuat ketagihan dan sering disalahgunakan biasanya adalah obat opioid, termasuk metadon, oxycodone, vicodin, dan kodein.

Menurut CDC, gejala umum dari penyalahgunaan opioid termasuk otot kaku, nyeri, kecemasan, pilek, hiperventilasi, insomnia, dan hipertensi yang terkadang berakibat fatal. Gejala akutnya berupa diare, muntah, sakit perut, mual, dan depresi.

Selain obat-obat di atas, ada juga benzodiazepin, obat resep yang digunakan untuk mengobati kecemasan, kejang, kehilangan memori, dan gangguan tidur. Diketahui kalau lima belas jenis resep benzodiazepine membantu banyak orang yang mengatasi stres, serangan panik, atau depresi klinis.

Konsumsi benzodiazepin sendiri dapat memicu lonjakan besar dopamin di dalam otak. Dengan tidak adanya benzodiazepin, tubuh akan kekurangan dopamin sehingga menyebabkan depresi berat, kemarahan, dan kebingungan.

Baca Juga: 10 Kasus Kecanduan Paling Aneh di Dunia, dari Minum Darah hingga Oplas

Verified Writer

Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya