Comscore Tracker

5 Momen Kunci yang Membuat Adolf Hitler Dapat Berkuasa di Jerman 

Bagaimana seorang diktator kejam bisa berkuasa? 

Sebagai pengganti Kekaisaran Jerman, Republik Weimar yang merupakan pemerintahan republik-demokratis Jerman pasca Perang Dunia I punya segunung tanggung jawab di depan mata. Pasalnya Jerman kala itu harus menghadapi krisis ekonomi, pengangguran dalam jumlah besar, hingga tekanan dari luar negeri lewat Perjanjian Versailles.

Belum selesai di urusan sosial dan ekonomi, guncangan politik di Jerman pada awal 1920-an juga jadi masalah serius bagi Republik Weimar. Dengan masuknya beragam ideologi politik ke Jerman, ada banyak pula partai politik yang berusaha menduduki kursi pemerintahan lewat beragam cara. Salah satu partai yang kemudian sangat populer di Jerman setelah Perang Dunia I adalah Nazi pimpinan Adolf Hitler.

Kita mungkin sudah tahu kalau Adolf Hitler menjadi Führer 'pemimpin' Jerman yang membawa dunia dalam perang katastropik keduanya di tahun 1939. Akan tetapi, masih banyak orang yang bertanya-tanya mengapa diktator seperti Adolf Hitler bisa jadi penguasa di negara yang porak-poranda setelah Perang Dunia I tersebut.

Sebenarnya, Adolf Hitler punya perjalanan yang panjang sebelum menjadi Führer di Jerman. Meski demikian, setidaknya ada lima momen kunci yang membuatnya jadi sosok populer dan mengantarkannya menjadi seorang diktator di negara tersebut. Penasaran dengan momen apa saja? Keep scrolling, ya!

1. Menjadi pimpinan dari Partai Buruh Jerman (1921) 

5 Momen Kunci yang Membuat Adolf Hitler Dapat Berkuasa di Jerman Adolf Hitler (kiri bawah) bersama anggota resimennya yang bertempur dalam Perang Dunia I. (commons.wikimedia.org/Mareček2000)

Pasca Perang Dunia I, Hitler yang merasa sakit hati karena kekalahan Jerman atas sekutu dan pahitnya Perjanjian Versailles yang sangat merugikan negeri tercintanya masih aktif dalam satuan militer Jerman.

Hitler ditempatkan dalam unit informasi militer Jerman yang berada di Munich dan bertugas untuk mengumpulkan informasi intelijen dari partai. Tugas tersebut kemudian membuatnya berjumpa dengan Partai Buruh Jerman yang menganut paham nasionalis sayap kanan. Sebagai seseorang yang juga menganut paham nasionalis sayap kanan, lambat laun Hitler justru semakin merasa cocok dengan Partai Buruh Jerman dan sering bergabung dalam acara-acaranya.

Dilansir Britannica, bakat orasi dan retorik dari Hitler pertama kali disadari oleh Karl Alexander von Müller. Ia adalah seorang sejarawan sayap kanan yang juga membantunya mengumpulkan informasi dari Partai Buruh Jerman untuk intelijen militer. Berkat Müller pula Hitler jadi sering berorasi hingga membuatnya berubah menjadi anggota penuh partai tersebut.

Setelah sering berorasi dan beradu argumen dengan anggota lain, pimpinan meresmikan Hitler sebagai anggota Partai Buruh Jerman yang ke-55 pada 12 September 1919. Uniknya, bergabungnya Hitler dengan partai ini didukung oleh unit militer yang menempatkannya di sana. 

Setelah bergabung pun Hitler dan anggota lain mengubah nama partai menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau yang dikenal dengan sebutan Partai Nazi pada tahun 1920. Hanya setahun berselang, Hitler terpilih sebagai ketua Nazi dan memiliki kontrol total terhadap gerakan partai. Dari sinilah, ia membangun fondasi awal dalam membentuk kekuatan politiknya di Jerman.

2. The Beer Hall Putsch, usaha kudeta Partai Nazi yang gagal, tapi malah membuat Hitler semakin populer (1923)

5 Momen Kunci yang Membuat Adolf Hitler Dapat Berkuasa di Jerman Suasana di Munich Marienplatz pasca gagalnya kudeta yang dilancarkan Partai Nazi. (commons.wikimedia.org/German Federal Archives)

Usai menjadi pimpinan partai, Hitler lebih vokal dalam menyuarakan pandangan politiknya. Sayangnya, pandangan tersebut juga diiringi dengan tindakan kekerasan bagi siapa saja yang dianggap jadi penghalang baginya.

Salah satu contoh paling jelas adalah usaha kudeta Hitler dan Partai Nazi terhadap pemerintahan Bavaria pada 8-9 November 1923. Mengutip dari laman The National World War II Museum, peristiwa yang dikenal sebagai "The Beer Hall Putsch" itu juga ditunggangi oleh pahlawan perang Jerman pada Perang Dunia I, yaitu Jenderal Erich Ludendorff. Hitler dan partainya sendiri diperkuat oleh satuan bernama Sturmabteilung (SA) dengan kekuatan sekitar 15 ribu orang dan berisikan veteran-veteran Perang Dunia I.

Bagi Hitler dan Partai Nazi, usaha menggulingkan pemerintahan Bavaria itu diharapkan jadi batu loncatan pertama sebelum mereka mampu menggulingkan Republik Weimar saat itu. Akan tetapi, kudeta tersebut digagalkan oleh tentara reguler Jerman dan membuat Hitler ditangkap untuk diadili di persidangan.

Dikutip dari Live Science, bukannya meruntuhkan semangatnya, Hitler justru mampu membuat persidangan itu menjadi instrumen penyebaran ide-idenya kepada masyarakat Jerman. Ketika diberi waktu untuk menjawab pertanyaan atau bersaksi, ia menunjukkan kemampuan orasinya. Hebatnya, cara itu sangat efektif untuk memperoleh simpati dari publik yang tengah menghadapi krisis.

Selain memperoleh simpati dan kepopuleran bagi masyarakat Jerman, orasi-orasi yang ia keluarkan selama persidangan juga membuat dirinya mendapat keringanan hukuman atas usaha kudeta itu. Diketahui kalau Hitler hanya mendekam selama 9 bulan di Penjara Landsberg, Bavaria.

Baca Juga: Mengenal Adolf Hitler, Diktator Jerman Pemicu Perang Dunia II

3. Penerbitan buku Mein Kampf yang menyebarkan ideologi Hitler ke banyak tempat (1925) 

5 Momen Kunci yang Membuat Adolf Hitler Dapat Berkuasa di Jerman Salah satu cetakan buku Mein Kampf karya Adolf Hitler yang dicetak pada tahun 1940. (nytimes.com/Russ Juskalian)

Selama mendekam di Pejara Landsberg, Hitler masih tetap aktif dalam kancah perpolitikan di Jerman. Ia masih aktif sebagai pimpinan Partai Nazi. Usai gagal melakukan kudeta, Partai Nazi berubah haluan dalam usaha memperoleh kekuasaan di Jeman dengan cara yang lebih halus, yaitu pemilihan umum.

Selain itu, pada masa penahanan Hitler menulis buku yang jadi alat propagandanya, Mein Kampf, yang secara harfiah berarti 'Perjuanganku'. Buku ini mulai ditulis Hitler pada 1924 dan diterbitkan oleh penerbit Partai Nazi tahun 1925 untuk volume pertama dan volume kedua setahun setelahnya.

Menurut laman US Holocaust Memorial Museum, poin-poin kunci yang Hitler tuliskan dalam buku ini berkaitan dengan pandangannya yang cukup ekstrem. Mulai dari antisemitisme, rasisme, dan kebijakan luar negeri yang agresif seperti Lebensraum (ruang hidup) bagi bangsa Aryan.

Pada awalnya, buku ini memang kurang mendapat sambutan dari masyarakat Jerman dengan hanya terjual 10 ribu cetak pada volume pertama. Meski begitu, seiring dengan semakin dikenalnya Hitler di Jerman membuat buku ini jadi salah satu buku terlaris pada masanya dengan total penjualan sekitar 12 juta cetak dalam kurun waktu 1925-1945.

Kepopuleran buku ini sekaligus momen terjerembapnya masyarakat Jerman akibat krisis ekonomi global pada tahun 1929 mendorong suara publik untuk memilih Partai Nazi dalam pemilihan umum dari waktu ke waktu. Hal ini dibuktikan pada elektabilitas partai yang semakin meningkat dari masing-masing pemilihan yang dilaksanakan pemerintah Jerman.

Pada pemilihan 1928, Partai Nazi memang hanya memperoleh 12 kursi parlemen Jerman (Reichstag) dari sekitar 500 kursi yang tersedia. Akan tetapi, pada 1930 dan 1932 Partai Nazi berturut-turut memperoleh 107 dan 230 kursi yang membuat mereka jadi partai dominan di Jerman, bahkan sebelum Hitler memperoleh kekuasaan absolutnya.

4. Pengangkatan Hitler menjadi kanselir Jerman oleh Presiden Paul von Hindenburg (1933)

5 Momen Kunci yang Membuat Adolf Hitler Dapat Berkuasa di Jerman Adolf Hitler bersama Presiden Paul von Hindenburg pasca pengangkatan Hitler sebagai kanselir. (commons.wikimedia.org/German Federal Archives)

Usai memperoleh kursi terbanyak di parlemen Jerman pada tahun 1932, Hitler dan Partai Nazi semakin dekat untuk menguasai pemerintahan Jerman. Secara terang-terangan ia meminta presiden Jerman sekaligus pahlawan Perang Dunia I, Paul von Hindenburg, untuk mengangkatnya sebagai kanselir Jerman yang baru.

Dilansir History, awalnya Presiden Hindenburg menolak permintaan Hitler. Meski demikian, setelah berkompromi dan mendapat masukan dari mantan kanselir Franz von Papen yang didukung oleh sejumlah pebisnis dan partai konservatif di Jerman, ia melunak dan setuju. Harapannya, agar mereka mampu mengontrol Hitler beserta Partai Nazi.

Akhirnya pada 30 Januari 1933, Presiden Hindenburg resmi mengangkat Hitler sebagai kanselir Jerman. Harapan untuk mengontrol Hitler beserta partainya justru berbalik menjadi pisau yang akan menusuk pemerintahan Presiden Hindenburg dalam waktu yang sangat singkat.

Sebagai kanselir, Hitler membuat kebijakan yang mengukuhkan kekuasaan dirinya dan Partai Nazi di Jeman. Misalnya saja pembentukan unit Gestapo (polisi rahasia) yang dipimpin oleh Hermann Göring, membuat kebijakan dalam negeri agar hanya ada satu partai yang boleh ada di Jerman, hingga melakukan tindakan represif terhadap lawan politiknya.

Presiden Hindenburg yang sudah tua Franz von Papen sebagai wakilnya pun tak bisa berbuat banyak. Sang presiden sendiri telah memasuki usia senja dan meninggal kurang lebih setahun setelah ia mengangkat Hitler menjadi kanselir. Semenjak itu, Hitler secara tidak langsung telah memiliki kekuasaan yang absolut di Jerman.

5. Peristiwa Malam Pisau Panjang (1934) 

5 Momen Kunci yang Membuat Adolf Hitler Dapat Berkuasa di Jerman Adolf Hitler bersama Heinrich Himmler di depan Divisi 1 Schutzstaffel (SS) Panzer pada tahun 1938 di Klagenfurt. Schutzstaffel sendiri merupakan unit keamanan yang bertanggung jawab atas tindakan represif dan pembunuhan lawan politik Hitler beberapa tahun sebelumnya. (commons.wikimedia.org/German Federal Archives)

Meski Presiden Hindenburg yang jadi atasannya sudah lemah dan bisa saja meninggal dunia kapan pun, hal itu tidak membuat Hitler menjadi tenang. Ia masih khawatir terhadap lawan politiknya yang masih tersisa. Bahkan orang-orang terdekatnya yang berada di dalam satuan Sturmabteilung (SA) juga tak luput dari ancaman Hitler.

Maka dari itu, sang kanselir mengambil tindakan ekstrem untuk menyingkirkan pimpinan-pimpinan SA yang menurutnya bisa berbahaya di masa yang akan datang. Mengutip dari laman Britannica, peristiwa yang dinamai Malam Pisau Panjang itu mulai tanggal 30 Juni 1934 sampai 2 Juli 1934. Targetnya secara spesifik adalah pemimpin SA sekaligus kawan lama Hitler, Ernst Röhm.

Alasan utama penargetan Röhm karena dirinya ingin agar SA bergabung dengan Wehrmacht yang baru. Hal tersebut jelas ditolak oleh jenderal-jenderal konservatif Jerman.

Ketika Röhm mengusulkan hal tersebut, Presiden Hindenburg juga masih hidup dan dirinya bisa saja melengserkan Hitler dari posisinya. Maka dari itu, Hitler mengambil langkah untuk mengorbankan kawan lamanya dan menunjuk satuan elite bernama Schutzstaffel (SS) untuk membunuh Röhm.

Mirisnya, Hitler dan SS juga menargetkan sejumlah orang penting untuk dihabisi. Misalnya saja ada Kurt von Schleicher mantan kanselir Republik Weimar, Gregor Strasser yang merupakan orang kedua di Partai Nazi sampai tahun 1932, kritikus Edgar Jung, dan seorang profesor Katolik bernama Erich Klausener. Bahkan, sebenarnya Wakil Kanselir Franz von Papen juga ditargetkan. Hanya saja ia berhasil lolos, meski pada akhirnya diturunkan dari jabatannya pada 3 Juli 1934.

Dari proses perjalanan Hitler untuk memperoleh kekuasaan absolut di Jerman, ada satu poin penting yang dimanfaatkannya. Keputusasaan yang sedang dialami masyarakat Jerman setelah Perang Dunia I jadi alasan utama mengapa mereka mau menerima ideologi ekstrem yang dibawakan Partai Nazi.

Memang pada akhirnya kekuasaan Hitler dan Partai Nazi di Jerman memang akan runtuh setelah Perang Dunia II. Akan tetapi, dunia tetap harus membayarnya dengan puluhan juta nyawa yang harus tewas dalam perang katastropik tersebut.

Baca Juga: Jarang Diketahui, 8 Fakta tentang Masa Muda Adolf Hitler

Anjar Triananda Ramadhani Photo Verified Writer Anjar Triananda Ramadhani

Animal Lovers and Smartphone Enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya