Sinkhole di Kabupaten Gunungkidul (IDN Times/Daruwaskita)
Sinkhole muncul secara cepat dan sering kali tanpa tanda peringatan yang jelas. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terbentuknya sinkhole, baik dari kondisi alam maupun akibat aktivitas manusia. Pemicu yang paling umum terjadi antara lain:
Curah hujan tinggi atau banjir di permukaan dapat memicu runtuhnya rongga tanah yang sebelumnya stabil. Air dalam jumlah besar membuat tanah menjadi jenuh dan melemahkan lapisan penyangga, terutama pada endapan tanah dangkal sehingga tanah lebih mudah amblas.
Pipa drainase bocor, pipa air pecah, sistem irigasi yang rusak, hingga aktivitas menguras kolam renang bisa menjadi pemicu sinkhole. Aliran air yang terus-menerus dapat menggerus material tanah di bawah permukaan dan meninggalkan rongga yang lama-kelamaan runtuh.
Proses konstruksi dan pengembangan wilayah juga berisiko memicu sinkhole. Perubahan aliran air di permukaan atau penambahan beban bangunan tanpa perhitungan struktur tanah yang memadai dapat melemahkan lapisan bawah tanah dan menyebabkan amblesan.
Kondisi seperti kekeringan atau pengambilan air tanah secara berlebihan dapat menurunkan permukaan air tanah. Padahal, air tanah berperan menopang rongga di bawah tanah. Ketika penyangga ini hilang, rongga bisa kolaps dan membentuk sinkhole.
Penambangan, terutama tambang lama yang sudah tidak aktif, juga dapat menjadi faktor penyebab sinkhole. Rongga bekas tambang atau pengeringan air tanah akibat aktivitas tambang bisa membuat struktur tanah menjadi tidak stabil dan akhirnya runtuh.