Eskalasi konflik militer yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran saat ini ternyata meluas ke negara-negara lain di sekitar teluk. Hingga hari ini Iran melakukan serangan balasan dengan rudal dan drone yang juga menargetkan pangkalan militer AS yang berada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara-negara teluk lainnya seperti: Bahrain, Kuwait, Qatar dan Irak. Negara-negara yang menjadi sasaran tersebut mengaktifkan sistem pertahanan anti rudalnya, salah satunya yang dikenal dengan sistem pertahanan anti rudal MIM (Mobile Interceptor Missile)-104 Patriot atau yang lebih dikenal dengan nama rudal Patriot
Nama Patriot berasal dari akronim Phased Array Tracking Radar to Intercept on Target (Patriot). Sistem pertahanan anti rudal dan drone yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan ternama AS Raytheon, Lockheed Martin, dan Boeing ini bersifat modular dan sangat mudah dipindahkan (mobile). Semua komponen dalam sistem rudal tersebut seperti radar, baterai rudal, rudal dan sistem peluncur hingga pembangkit listriknya dapat dipasang dalam waktu kurang dari satu jam di lapangan.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai sistem pertahanan rudal Patriot ini? Simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!
