Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa yang Terjadi jika Kereta Khusus Perempuan Dipindahkan ke Tengah?
ilustrasi penumpang KRL (pexels.com/Heru Dharma)

Kecelakaan yang melibatkan rangkaian KRL dan kereta api jarak jauh di Bekasi menarik banyak perhatian publik, terutama yang terdampak adalah kereta khusus perempuan. Dalam beberapa laporan, bagian tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah akibat benturan. Peristiwa ini kemudian memunculkan pertanyaan dan perdebatan baru di kalangan publik.

Banyak yang mulai mempertanyakan apakah posisi kereta khusus perempuan berpengaruh terhadap risiko saat kecelakaan? Selama ini, penempatan kereta khusus perempuan biasanya berada di bagian tertentu dalam rangkaian kereta. Namun, tidak banyak yang benar-benar memahami alasan di balik penempatan tersebut. Lalu, bagaimana jika posisi kereta khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta?

1. Akses penumpang perempuan bisa berubah

ilustrasi KRL (unsplash.com/PJH)

Perubahan posisi kereta dalam rangkaian kereta dapat memengaruhi cara penumpang naik dan turun. Selama ini, banyak penumpang sudah terbiasa menunggu di titik tertentu sesuai posisi kereta. Jika kereta khusus perempuan dipindahkan ke tengah, pola pergerakan ini kemungkinan akan ikut berubah.

Penumpang perlu menyesuaikan kembali titik naik dan jalur pergerakan di peron. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Physica A: Statistical Mechanics and its Applications pada 2021, posisi akses seperti pintu dan lokasi berhenti rangkaian kereta berpengaruh terhadap distribusi penumpang. Perubahan posisi ini dapat menyebabkan penumpukan di titik tertentu jika tidak diimbangi dengan pengaturan yang tepat.

2. Pengaruh terhadap pola kepadatan di dalam kereta

ilustrasi KRL (pexels.xom/Qeis Ismail)

Posisi kereta dalam rangkaian kereta dapat memengaruhi tingkat kepadatan penumpang di dalamnya. Dalam kondisi normal, penumpang tidak selalu tersebar secara merata di setiap kereta. Beberapa bagian kereta bisa menjadi lebih padat karena faktor akses, kebiasaan, atau lokasi berhenti di peron.

Hal ini membuat distribusi penumpang sering kali tidak seimbang. Menurut penelitian yang terbit dalam jurnal Applied Ergonomics pada 2022, perilaku penumpang memiliki peran besar dalam menentukan pola kepadatan di dalam kereta. Penumpang cenderung memilih kereta yang dianggap lebih mudah dijangkau atau sudah familiar bagi mereka. Kalau posisi kereta khusus perempuan dipindahkan ke tengah, pola kepadatan ini berpotensi berubah dan bisa menciptakan titik penumpukan baru.

3. Dampak terhadap keamanan dan pengawasan

ilustrasi KRL (unsplash.com/CHUTTERSNAP)

Bayangkan jika posisi kereta khusus perempuan berada di bagian tengah rangkaian kereta. Kondisi ini bisa memengaruhi bagaimana pengawasan dilakukan di dalam kereta. Tidak semua bagian kereta memiliki tingkat visibilitas dan akses yang sama bagi petugas.

Beberapa posisi mungkin lebih mudah dijangkau, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama. Berdasarkan studi dalam jurnal Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour pada 2022, faktor seperti pengawasan dan lingkungan berpengaruh terhadap rasa aman penumpang. Hal ini menunjukkan bahwa posisi dalam kereta dapat memengaruhi persepsi keamanan, terutama bagi perempuan. Oleh karena itu, perubahan posisi kereta perlu mempertimbangkan aspek pengawasan agar keamanan tetap terjaga selama perjalanan.

Jika kereta khusus perempuan di KRL benar-benar akan dipindahkan, perubahan ini perlu direncanakan secara matang. Sistem tetap menjadi kunci utama dalam memastikan pengawasan berjalan efektif dan keamanan penumpang terjaga. Selain memindahkan posisi kereta, menurutmu apa langkah lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎