Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Tubuh Manusia?
ilustrasi mikroplastik (unsplash.com/downrightpunch)
  • Mikroplastik tersebar luas di lingkungan dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, udara, kulit, bahkan dari ibu ke janin selama kehamilan.
  • Sumber utama paparan berasal dari produk laut, air kemasan, serat sintetis pakaian, serta produk kosmetik yang mengandung microbeads atau bahan kimia terkait plastik.
  • Partikel mikroplastik berukuran sangat kecil dapat menembus sistem pencernaan dan pernapasan hingga mencapai organ vital seperti hati, ginjal, otak, bahkan jaringan plasenta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mikroplastik adalah partikel plastik yang sangat kecil, biasanya berukuran kurang dari 5 milimeter. Meskipun ukurannya hampir tak terlihat oleh mata, keberadaannya kini sudah tersebar luas di lingkungan. Partikel ini dapat ditemukan di laut, tanah, udara, bahkan dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. Akibat penyebarannya yang begitu luas, para ilmuwan menemukan bahwa mikroplastik juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia. 

Temuan tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Jika ukurannya begitu kecil dan tersebar luas di lingkungan, lantas bagaimana partikel mikroplastik bisa masuk ke tubuh manusia? Di sini kita akan mencoba menjawabnya.

1. Melalui makanan yang kita konsumsi

Salah satu cara paling langsung mikroplastik masuk ke tubuh adalah melalui makanan. Produk laut, seperti kerang, udang, dan ikan kecil sering kali mengandung mikroplastik karena mereka hidup di perairan yang tercemar. Ketika hewan laut ini dikonsumsi manusia, partikel plastik kecil tersebut ikut masuk ke dalam sistem pencernaan.

Tidak hanya makanan laut, mikroplastik juga ditemukan dalam berbagai bahan makanan lain, seperti garam dapur, madu, air minum kemasan, hingga makanan olahan. Hal ini bisa terjadi karena proses produksi dan pengemasan yang melibatkan plastik, sehingga partikel kecilnya dapat tercampur ke dalam makanan.

Kemasan makanan juga memiliki peran besar. Plastik pembungkus, wadah makanan sekali pakai, atau botol air plastik dapat melepaskan fragmen kecil, terutama jika terkena panas atau mengalami goresan. Bahkan, buah dan sayuran yang ditanam di tanah yang tercemar plastik juga berpotensi menyerap mikroplastik, yang kemudian masuk ke tubuh saat dikonsumsi.

2. Melalui air yang kita minum

Air minum juga menjadi salah satu sumber utama paparan mikroplastik. Penelitian menunjukkan bahwa baik air keran maupun air kemasan dapat mengandung partikel mikroplastik. Beberapa studi bahkan menemukan bahwa air kemasan dalam botol plastik bisa memiliki konsentrasi mikroplastik lebih tinggi, karena partikel tersebut berasal dari botol dan proses pengemasan. (Frontiers in Endocrinology, 2021)

Masalahnya, tidak semua sistem penyaringan air mampu menghilangkan partikel yang sangat kecil. Akibatnya, seseorang dapat menelan ribuan partikel mikroplastik setiap tahun hanya dari minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Setelah tertelan, sebagian mikroplastik yang berukuran lebih besar biasanya akan melewati sistem pencernaan dan keluar dari tubuh. Namun, partikel yang sangat kecil, terutama nanoplastik, dapat menembus dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah atau sistem limfatik. Dari sana, partikel tersebut berpotensi menyebar ke berbagai organ seperti hati, ginjal, bahkan otak.

3. Melalui udara yang kita hirup

Ilustrasi mikroplastik (unsplash.com/FlyD)

Selain dari makanan dan minuman, mikroplastik juga dapat masuk ke tubuh melalui udara. Partikel ini dapat berasal dari serat sintetis pada pakaian, karpet, tekstil rumah tangga, hingga debu plastik yang terbentuk dari kemasan atau ban kendaraan yang aus.

Lingkungan dalam ruangan sering kali memiliki konsentrasi mikroplastik yang cukup tinggi, terutama jika terdapat banyak bahan sintetis. Ketika kita bernapas, partikel mikroplastik di udara dapat ikut terhirup ke dalam saluran pernapasan.

Partikel yang berukuran sangat kecil mampu menembus jauh ke dalam paru-paru. Sebagian mungkin dikeluarkan kembali melalui batuk atau lendir, tetapi sebagian lainnya bisa tertelan atau bahkan masuk ke aliran darah. Diperkirakan bahwa seseorang dapat menghirup puluhan ribu partikel mikroplastik setiap tahun.

4. Melalui kulit dan produk kosmetik

Meskipun kontribusinya lebih kecil dibandingkan makanan atau udara, mikroplastik juga dapat masuk melalui kontak dengan kulit. Beberapa produk kosmetik, seperti scrub wajah atau pasta gigi tertentu, pernah mengandung mikroplastik berbentuk butiran kecil yang disebut microbeads.

Partikel kecil ini berpotensi masuk melalui pori-pori kulit, folikel rambut, atau luka kecil yang tidak terlihat. Selain itu, bahan kimia yang sering terkait dengan plastik—seperti bisphenol A (BPA) atau PFAS—juga dapat larut dari plastik dan diserap melalui kulit.

5. Dari ibu ke janin

Temuan terbaru juga menunjukkan bahwa mikroplastik dapat berpindah dari ibu ke bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan. Beberapa penelitian menemukan partikel mikroplastik dalam jaringan plasenta manusia. (Archives of Industrial Hygiene and Toxicology, 2024)

Hal ini menunjukkan bahwa partikel kecil tersebut mampu menembus penghalang antara darah ibu dan janin. Setelah masuk ke aliran darah janin, mikroplastik berpotensi mencapai berbagai organ yang sedang berkembang.

Selain itu, mikroplastik juga ditemukan dalam mekonium, yaitu feses pertama yang dikeluarkan bayi setelah lahir. Temuan ini menandakan bahwa paparan mikroplastik bisa terjadi bahkan sebelum seseorang dilahirkan.

Walaupun dampak kesehatan jangka panjang dari mikroplastik masih terus diteliti, fakta bahwa partikel plastik dapat masuk ke tubuh melalui begitu banyak jalur menunjukkan betapa luasnya dampak pencemaran plastik dalam kehidupan modern. Karena itu, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan pengelolaan limbah menjadi langkah penting untuk menekan paparan mikroplastik di masa depan.

Referensi

Bakan, B., Kalčec, N., Liu, S., Ilić, K., Qi, Y., Capjak, I., Božičević, L., Peranić, N., & Vrček, I. V. (2024). Science-based evidence on pathways and effects of human exposure to micro- and nanoplastics. Archives of Industrial Hygiene and Toxicology, 75(1), 1–14. https://doi.org/10.2478/aiht-2024-75-3807
BBC. Diakses pada April 2026. How Do The Microplastics In Our Bodies Affect Our Health?
Kannan, K., & Vimalkumar, K. (2021). A review of human exposure to microplastics and insights into microplastics as obesogens. Frontiers in Endocrinology, 12, 724989. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.724989
Microplastics Are in Our Bodies. Diakses pada April 2026. How Much Do They Harm Us?
The Pennsylvania State University. Diakses pada April 2026. Microplastics: Sources, Health Risks, and How to Protect Yourself
Trash Hero. Diakses pada April 2026. How Plastic Gets Into Your Body

Editorial Team