Temuan terbaru juga menunjukkan bahwa mikroplastik dapat berpindah dari ibu ke bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan. Beberapa penelitian menemukan partikel mikroplastik dalam jaringan plasenta manusia. (Archives of Industrial Hygiene and Toxicology, 2024)
Hal ini menunjukkan bahwa partikel kecil tersebut mampu menembus penghalang antara darah ibu dan janin. Setelah masuk ke aliran darah janin, mikroplastik berpotensi mencapai berbagai organ yang sedang berkembang.
Selain itu, mikroplastik juga ditemukan dalam mekonium, yaitu feses pertama yang dikeluarkan bayi setelah lahir. Temuan ini menandakan bahwa paparan mikroplastik bisa terjadi bahkan sebelum seseorang dilahirkan.
Walaupun dampak kesehatan jangka panjang dari mikroplastik masih terus diteliti, fakta bahwa partikel plastik dapat masuk ke tubuh melalui begitu banyak jalur menunjukkan betapa luasnya dampak pencemaran plastik dalam kehidupan modern. Karena itu, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan pengelolaan limbah menjadi langkah penting untuk menekan paparan mikroplastik di masa depan.
Referensi
Bakan, B., Kalčec, N., Liu, S., Ilić, K., Qi, Y., Capjak, I., Božičević, L., Peranić, N., & Vrček, I. V. (2024). Science-based evidence on pathways and effects of human exposure to micro- and nanoplastics. Archives of Industrial Hygiene and Toxicology, 75(1), 1–14. https://doi.org/10.2478/aiht-2024-75-3807
BBC. Diakses pada April 2026. How Do The Microplastics In Our Bodies Affect Our Health?
Kannan, K., & Vimalkumar, K. (2021). A review of human exposure to microplastics and insights into microplastics as obesogens. Frontiers in Endocrinology, 12, 724989. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.724989
Microplastics Are in Our Bodies. Diakses pada April 2026. How Much Do They Harm Us?
The Pennsylvania State University. Diakses pada April 2026. Microplastics: Sources, Health Risks, and How to Protect Yourself
Trash Hero. Diakses pada April 2026. How Plastic Gets Into Your Body