Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahaya Menendang Kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Inge Wallumrød)

Intinya sih...

  • Bahaya menendang kucing bisa menyebabkan cedera fisik serius, trauma psikologis, dan perilaku agresif

  • Menendang kucing dapat membuatnya mengalami trauma yang terlihat dari perubahan perilaku dan kehilangan minat untuk bersosialisasi

  • Merawat kucing yang pernah mengalami tindak kekerasan membutuhkan kesabaran, perhatian, pendekatan lembut, dan identifikasi pemicu ketakutan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu merasa kesal saat kucing peliharaan atau kucing liar tiba-tiba berulah, misalnya mencakar sofa atau mencuri lauk di meja makan? Rasa emosi yang spontan terkadang membuat seseorang ingin melakukan kekerasan.

Namun, penting untuk diingat bahwa kucing adalah hewan yang tidak memahami kemarahan manusia. Melampiaskan amarah dengan kekerasan fisik bisa berdampak fatal daripada yang bisa dibayangkan.

Bahaya menendang kucing tidak hanya terlihat dari cedera fisik, tapi juga bisa menimbulkan trauma psikologis yang membuatnya stres. Untuk memahami risikonya dengan lebih jelas, simak penjelasan berikut.

1. Bahaya menendang kucing

Menendang kucing dapat menimbulkan risiko cedera fisik serius, tergantung seberapa keras dan di bagian tubuh mana yang terkena. Cedera ringan yang terjadi bisa berupa memar atau lecet. Sementara itu, cedera berat dapat mengenai tulang, organ dalam, atau bahkan kepala yang berpotensi mengancam nyawa anabul.

Benturan keras juga bisa membuat kucing kesulitan bergerak dan merasakan nyeri berkepanjangan. Kondisi ini sering disertai trauma yang membuat kucing takut beraktivitas seperti biasa dan menjadi lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya.

2. Apakah menendang kucing bisa membuatnya trauma?

ilustrasi kucing mengalami stres (pixabay.com/nilayceliktentuncel)

Trauma pada kucing akibat kekerasan sangat mungkin terjadi. Hal ini biasanya terlihat melalui perubahan perilaku, seperti menghindar dari pemilik, bersembunyi, menjadi agresif, atau kehilangan minat untuk bermain dan bersosialisasi. Beberapa kucing yang stres bahkan melakukan overgrooming hingga membuat bulunya rontok dan kulit menjadi iritasi atau terinfeksi.

Trauma itu tidak selalu terlihat langsung, tapi bisa berkembang seiring waktu. Kucing yang pernah mengalami kekerasan menjadi lebih sensitif terhadap suara keras, perubahan lingkungan, atau perilaku manusia yang tiba-tiba.

3. Cara merawat kucing yang pernah mengalami tindak kekerasan

Merawat kucing yang pernah mengalami kekerasan membutuhkan kesabaran, perhatian, dan pendekatan. Proses ini tidak instan dan hasilnya pun mungkin tidak sempurna, tapi usaha konsisten bisa membuat kucing merasa aman dan percaya kembali denganmu. Berikut beberapa cara untuk merawat kucing yang pernah mengalami tindak kekerasan:

  • Berikan perhatian, sentuhan lembut, dan interaksi yang menenangkan agar kucing tahu bahwa ia aman dan diterima

  • Jangan memaksakan kontak atau interaksi. Biarkan kucing mendekat dan beradaptasi secara perlahan

  • Identifikasi pemicu ketakutan kucing dan usahakan untuk menghindari atau menenangkan situasi tersebut

  • Perkenalkan kucing pada situasi baru dengan hasil yang positif, misalnya bermain dengan mainan favorit atau memberi hadiah kecil saat kucing berani mencoba hal baru

  • Gunakan bahasa tubuh dan suara yang menenangkan untuk berinteraksi, sehingga kucing dapat memahami niatmu tanpa merasa terancam

  • Pastikan kucing memiliki cukup latihan dan pola makan sehat

  • Berikan kucing ruang pribad sehingga bisa pergi saat merasa takut atau butuh waktu sendiri.

Setelah memahami betapa fatalnya bahaya menendang kucing baiknya jangan melakukan kekerasan kepadanya, ya. Dengan begitu, anabul bisa tumbuh sehat sekaligus merasa tenang karena hidup di lingkungan aman.

FAQ seputar bahaya menendang kucing

Apakah menendang kucing berbahaya?

Ya, bisa menyebabkan cedera fisik serius dan trauma psikologis.

Apa tanda kucing mengalami trauma?

Menghindar, bersembunyi, agresif, atau overgrooming hingga bulu rontok.

Apakah cedera akibat tendangan bisa sembuh sendiri?

Cedera ringan mungkin membaik, tapi cedera serius perlu pemeriksaan dokter hewan.

Referensi

"11 Things You Should Never Do to Your Cat". PetMD. Diakses Februari 2026.
"How to Care for An Abused Cat". Pet Place. Diakses Februari 2026.
"Do's and Don'ts for Disciplining a Cat". Hill's Pet. Diakses Februari 2026.
"8 Reasons You Should Never Punish Your Cat". Cats.com. Diakses Februari 2026.

Editorial Team