Comscore Tracker

5 Peristiwa Sains Penting di Paruh Pertama 2019, Ada Obat HIV

Ada banyak penemuan dan pencapaian penting

Tahun demi tahun, perkembangan dunia sains mengalami kemajuan sangat pesat. Hal ini dibarengi dengan penemuan-penemuan teknologi yang menunjang kecepatan peneliti dalam bidang sains.

Tahun 2019, kamu akan melihat banyak terobosan ilmiah yang mengubah dunia. Apa saja terobosan itu? Simak ulasan selengkapnya sejumlah penemuan terbaru dari dunia sains dan teknologi di sepanjang paruh pertama 2019 dirangkum dari berbagai sumber.

1. Pesawat antariksa Tiongkok berhasil mendarat di sisi terjauh bulan

5 Peristiwa Sains Penting di Paruh Pertama 2019, Ada Obat HIVsmithsonianmag.com

Tiongkok berhasil menjadi negara pertama dalam sejarah yang berhasil menyentuh permukaan bulan yang belum pernah dijelajahi manusia. Pendaratan dengan pesawat ruang angkasa Chang'e 4 di sisi terjauh bulan terjadi pada 3 Januari 2019 pagi waktu Beijing.

Pesawat Chang'e 4 diluncurkan pada awal Desember 2018 dan butuh tiga hari untuk melakukan perjalanan ke bulan. Selain itu perlu menghabiskan beberapa minggu di orbit untuk mempersiapkan pendaratan di kawah Von Karman yang relatif datar di sisi jauh bulan. Eksplorasi dilakukan untuk mencari petunjuk seperti apa lingkungan tata surya.

2. Gerhana bulan total super blood wolf moon

5 Peristiwa Sains Penting di Paruh Pertama 2019, Ada Obat HIVuniversetoday.com

Pada 21 Januari 2019 lalu terjadi gerhana bulan total istimewa. Sebabnya, ada tiga fenomena alam yang terjadi sekaligus, yaitu super moon, blood moon, dan wolf moon yang jika digabungkan menjadi super blood wolf moon. Namun, ketiga fenomena ini tidak semua terlihat dari langit Indonesia. Kita di Indonesia hanya bisa melihat fenomena super moon saja.

Peristiwa super blood wolf moon terjadi saat bulan ada di orbit terdekat dengan bumi (super) dan terlihat berwarna kemerahan (blood) saat menjelang terjadinya fenomena gerhana. Hal tersebut terjadi karena bulan memantulkan cahaya matahari menjelang gerhana total. Sementara itu, sebutan wolf yang berarti serigala diambil dari kalender petani kuno di negara-negara barat ketika bulan purnama terjadi di Januari.

Baca Juga: 6 Penemuan Ini Justru Tidak Menguntungkan Penemunya Lho!

3. Lebah terbesar di dunia kembali ditemukan di Kepulauan Maluku Utara

5 Peristiwa Sains Penting di Paruh Pertama 2019, Ada Obat HIVcnn.com

Hampir 40 tahun berlalu tak ada lagi yang mendengar ataupun melihat jejak lebah raksasa Wallace di alam liar. Namun, sekelompok tim ilmuwan telah menemukan kembali lebah raksasa Wallace (Megachile pluto) yang terakhir kali terlihat pada 1981 di Maluku Utara.

Tergabung dalam ekspedisi Pencarian Spesies yang Hilang dari Pelestarian Satwa Liar Global, yakni fotografer Clay Bolt, entomolog Universitas Princeton Eli Wyman, seorang profesor biologi dari Universitas Sydney, Australia Simon Robson, dan seorang profesor di Saint Mary's University di Kanada Glen Chilton.

Temuan di kepulauan Maluku Utara itu meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia.

4. Gambar lubang hitam terungkap pertama kali

5 Peristiwa Sains Penting di Paruh Pertama 2019, Ada Obat HIVlivescience.com

Para ilmuwan menangkap visual lubang hitam atau black hole pertama kalinya pada April 2017 dengan menggunakan jaringan teleskop global. Gambar ini jadi bukti visual langsung pertama bahwa lubang hitam memang eksis. Temuan foto lubang hitam memang bukan main-main bagi dunia astronomi karena terkait misteri terbentuknya alam semesta. 

Gambar lubang hitam yang dapat dipotret berada di galaksi Messier 87 atau M87, berjarak lebih kurang 500 triliun kilometer dari bumi. Perlu menggunakan 8 teleskop di sejumlah wilayah dunia yang keseluruhan perangatnya dinamai Event Horizon Telescope (EHT). Hal itu karena satu teleskop saja terlalu lemah untuk menangkap gambar lubang hitam.

5. Ditemukan vaksin baru pembunuh HIV

5 Peristiwa Sains Penting di Paruh Pertama 2019, Ada Obat HIVpexels.com/Daniel Frank

Selama ini, HIV dikenal tak memiliki penawar. Penderita HIV biasanya menjalani terapi yang mengharuskan penderita HIV mengonsumsi obat setiap hari seumur hidup untuk menekan jumlah virus di dalam tubuh.

Kini, para ilmuwan baru saja berhasil menemukan vaksin yang dapat membunuh virus HIV melalui serangkaian penelitian di Universitas Pittsburgh yang dipublikasikan di jurnal EBioMedicine.

Para peneliti telah berhasil mengembangkan sebuah imunoterapi baru yang tidak hanya mengeluarkan HIV dari persembunyiannya, tetapi juga membunuhnya secara permanen. Saat ini, vaksin ini tengah memasuki tahap uji klinis pada manusia. Jika berhasil, vaksin ini dapat digunakan untuk membunuh HIV.

Baca Juga: [LINIMASA] Arus Mudik Lebaran 2019, Ini Fakta dan Datanya

Bayu Widhayasa Photo Verified Writer Bayu Widhayasa

Suka belajar tapi tidak suka makar

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Efendi Ari Wibowo

Just For You