Burung (pexels.com/Aliaksei)
Benturan yang sangat kuat terjadi ketika burung menabrak kaca jendela. Karena benturannya yang sangat keras, beberapa burung mati seketika karena patah tulang atau cedera otak. Namun, beberapa burung juga kadangkala ditemukan pingsan dan jatuh ke tanah.
Jika burung yang menabrak kaca terjatuh dan tidak ada yang membantu, ia dapat mati kemudian karena perdarahan internal atau diserang oleh predator seperti kucing. Dalam beberapa kasus, jika beruntung, burung itu akan pulih setelah beristirahat sekadar satu atau dua jam.
Jika kamu menemukan burung yang tergeletak di tanah seteah menabrak kaca, kamu bisa menhikuti langkah-langkah di bawah ini sebagai penanganan pertama:
Angkat burung dengan kedua tangan atau kain lemut secara perlahan.
Tempatkan burung dalam kotak kecil yang memiliki sirkulasi udara.
Simpan kotak tersebut di tempat yang tenang, gelap, dan hangat agar burung tenang dan pulih dari syok.
Jangan memberi makan atau minum kepada burung karena bisa menyebabkan tersedak.
Tunggulah sekitar satu hingga dua jam sebelum memeriksanya kembali.
Dilansir The Conservation, adanya jurnal artikel dengan judul 'Rehabilitation Outcomes of Bird-building Collision Victims in the Northeastern United States', yang diterbitkan pada tahun 2024, menyatakan bahwa lebih dari 1 miliar burung - dan bahkan sebanyak 5,9 miliar mati akibat tabrakan dengan kaca lembaran setiap tahunnya di Amerika Serikat.
Diketahui, tabrakan dengan jendela kini dianggap sebagai penyebab utama kematian burung akibat aktivitas manusia. Adanya tabrakan dengan jendela dan penyebab lainnya, menyebabkan populasi burung di seluruh Amerika Utara menurun lebih dari 29% dari tingkat tahun 1970. Tabarakan ini terjadi di setiap jenis bangunan, mulai dari rumah-rumah hingga gedung pencakar langit.
Burung sering menabrak kaca jendela karena hewan tersebut tidak dapat melihat kaca sebagai penghalang. Jadi, burung mengira pantulan pohon dan langit di kaca adalah nyata. Tidak hanya itu, adanya cahaya buatan di malam hari dan dekatnya kaca-kaca dengan habitat asli burung membuat mereka dengan mudah menabrakkan diri ke kaca tanpa sengaja.