Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Burung yang Disebut Sebagai Pembawa Sial, Masih Banyak yang Percaya

5 Burung yang Disebut Sebagai Pembawa Sial, Masih Banyak yang Percaya
Potret siluet burung (pexels.com/Elena Quispe)
Intinya Sih
  • Beberapa jenis burung sering dikaitkan dengan pertanda buruk atau kesialan yang masih dipercaya hingga kini.

  • Lima burung yang sering dianggap membawa sial antara lain burung gagak, burung hantu, burung pipit, burung tekukur, dan burung alap-alap.

  • Meskipun begitu, penilaian negatif terhadap burung-burung tersebut lebih bersumber dari kepercayaan turun-temurun dibandingkan dengan fakta ilmiah tentang perilaku alami mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sejak zaman dahulu, burung sering dianggap sebagai hewan yang membawa pesan dari alam. Beberapa di antaranya bahkan dipercaya membawa pertanda buruk dan kesialan. Meski terdengar menyeramkan, kepercayaan ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan masih dipercaya hingga sekarang.

Berikut beberapa burung yang kerap dianggap pembawa sial yang masih dipercaya oleh masyarakat hingga kini:

Table of Content

1. Burung Gagak

1. Burung Gagak

Burung gagak hitam berdiri di atas rumput hijau dengan latar belakang kabur yang lembut dan pencahayaan alami.
potret burung gagak (pexels.com/Joerg Hartmann)

Burung gagak dikenal sangat cerdas, bahkan dapat mengenali wajah manusia dan dapat menguburkan bangkai sesamanya. Ditambah dengan warna hitam pekat serta kebiasaannya memakan bangkai, membuat burung ini sering dikaitkan dengan kematian dan hal mistis. Di beberapa daerah, kemunculannya dipercaya sebagai tanda akan adanya peristiwa alam besar. Tak heran jika banyak orang merasa waspada saat melihat burung gagak.

2. Burung Hantu

Burung hantu berwarna cokelat dengan mata kuning tajam berdiri di atas dahan dengan latar belakang hijau lembut.
Potret burung hantu (pexels.com/hartono subagio)

Ketika mendengar suara burung hantu di malam hari, seringkali membuat suasana terasa mencekam. Dalam kepercayaan masyarakat Indonesia, suara burung ini kerap dianggap sebagai pertanda duka atau musibah. Padahal, burung hantu hanyalah hewan nokturnal yang aktif berburu saat malam. Namun, karena sering muncul di waktu sunyi, kesan misteriusnya pun semakin kuat.

3. Burung Pipit

Burung pipit berwarna cokelat dengan corak garis di dada bertengger di atas batang kayu dengan latar belakang buram alami.
Potret burung pipit (pexels.com/Jit Roy)

Meski terlihat kecil dan biasa saja, burung pipit dalam beberapa kepercayaan justru punya makna tersendiri. Pada sebagian masyarakat Jawa, kemunculan burung ini dalam jumlah banyak atau tiba-tiba masuk ke dalam rumah sering dikaitkan dengan pertanda kurang baik.

4. Burung Tekukur

Burung tekukur dikenal memiliki suara yang khas dan berulang, seperti “ku-kuur… ku-kuur…” yang terdengar pelan namun terus-menerus.

Dalam beberapa kepercayaan, jika mendengar suara burung ini pada malam hari atau saat suasana sunyi, sering dianggap sebagai pertanda kesedihan atau kabar kurang menyenangkan. Padahal, secara ilmiah, suara tersebut merupakan cara burung tekukur berkomunikasi atau menarik pasangan.

5.Burung Alap-Alap

Burung alap-alap berbulu cokelat dengan bintik hitam bertengger di atas struktur logam dengan latar langit biru cerah.
Potret burung alap-alap (pexels.com/Jimmyk photos)

Alap-alap merupakan burung pemangsa yang bergerak cepat dan sering muncul secara tiba-tiba saat berburu.

Di beberapa daerah, kemunculan yang mendadak ini dipercaya sebagai tanda akan adanya perubahan atau kejadian tak terduga. Misalnya peristiwa besar atau kabar mengejutkan. Namun sebenarnya, perilaku tersebut hanyalah bagian dari insting alaminya saat mengincar mangsa di alam liar.

Meski sering dianggap membawa sial, burung-burung ini sebenarnya hanya mengikuti insting alaminya. Kepercayaan tersebut lebih berasal dari budaya dan cerita turun-temurun yang berkembang di masyarakat. Jadi, bagaimana menurutmu ini mitos atau sekadar kebetulan?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More
Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

08 Mei 2026, 18:05 WIBScience