Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

9 Burung Pembawa Sial, Masih Banyak yang Percaya Akan Hal Ini

9 Burung Pembawa Sial, Masih Banyak yang Percaya Akan Hal Ini
Potret siluet burung (pexels.com/Elena Quispe)
Intinya Sih
  • Beberapa jenis burung sering dikaitkan dengan pertanda buruk atau kesialan yang masih dipercaya hingga kini.

  • Lima burung yang sering dianggap membawa sial antara lain burung gagak, burung hantu, burung pipit, burung tekukur, dan burung alap-alap.

  • Meskipun begitu, penilaian negatif terhadap burung-burung tersebut lebih bersumber dari kepercayaan turun-temurun dibandingkan dengan fakta ilmiah tentang perilaku alami mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sejak zaman dahulu, burung sering dianggap sebagai hewan yang membawa pesan dari alam. Beberapa di antaranya bahkan dipercaya membawa pertanda buruk dan kesialan. Meski terdengar menyeramkan, kepercayaan ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan masih dipercaya hingga sekarang.

Berikut beberapa burung yang kerap dianggap pembawa sial yang masih dipercaya oleh masyarakat hingga kini:

Table of Content

1. Burung Gagak

1. Burung Gagak

Burung gagak hitam berdiri di atas rumput hijau dengan latar belakang kabur yang lembut dan pencahayaan alami.
potret burung gagak (pexels.com/Joerg Hartmann)

Burung gagak dikenal sangat cerdas, bahkan dapat mengenali wajah manusia dan dapat menguburkan bangkai sesamanya. Ditambah dengan warna hitam pekat serta kebiasaannya memakan bangkai, membuat burung ini sering dikaitkan dengan kematian dan hal mistis. Di beberapa daerah, kemunculannya dipercaya sebagai tanda akan adanya peristiwa alam besar. Tak heran jika banyak orang merasa waspada saat melihat burung gagak.

2. Burung Hantu

Burung hantu berwarna cokelat dengan mata kuning tajam berdiri di atas dahan dengan latar belakang hijau lembut.
Potret burung hantu (pexels.com/hartono subagio)

Ketika mendengar suara burung hantu di malam hari, seringkali membuat suasana terasa mencekam. Dalam kepercayaan masyarakat Indonesia, suara burung ini kerap dianggap sebagai pertanda duka atau musibah. Padahal, burung hantu hanyalah hewan nokturnal yang aktif berburu saat malam. Namun, karena sering muncul di waktu sunyi, kesan misteriusnya pun semakin kuat.

3. Burung Pipit

Burung pipit berwarna cokelat dengan corak garis di dada bertengger di atas batang kayu dengan latar belakang buram alami.
Potret burung pipit (pexels.com/Jit Roy)

Meski terlihat kecil dan biasa saja, burung pipit dalam beberapa kepercayaan justru punya makna tersendiri. Pada sebagian masyarakat Jawa, kemunculan burung ini dalam jumlah banyak atau tiba-tiba masuk ke dalam rumah sering dikaitkan dengan pertanda kurang baik.

4. Burung Tekukur

Burung tekukur berwarna cokelat dengan bintik hitam di leher bertengger di pagar logam dengan latar belakang gedung samar.
Potret burung tekukur (pexels.com/Siyuan Zhao)

Burung tekukur dikenal memiliki suara yang khas dan berulang, seperti “ku-kuur… ku-kuur…” yang terdengar pelan namun terus-menerus.

Dalam beberapa kepercayaan, jika mendengar suara burung ini pada malam hari atau saat suasana sunyi, sering dianggap sebagai pertanda kesedihan atau kabar kurang menyenangkan. Padahal, secara ilmiah, suara tersebut merupakan cara burung tekukur berkomunikasi atau menarik pasangan.

5.Burung Alap-Alap

Burung alap-alap berbulu cokelat dengan bintik hitam bertengger di atas struktur logam dengan latar langit biru cerah.
Potret burung alap-alap (pexels.com/Jimmyk photos)

Alap-alap merupakan burung pemangsa yang bergerak cepat dan sering muncul secara tiba-tiba saat berburu.

Di beberapa daerah, kemunculan yang mendadak ini dipercaya sebagai tanda akan adanya perubahan atau kejadian tak terduga. Misalnya peristiwa besar atau kabar mengejutkan. Namun sebenarnya, perilaku tersebut hanyalah bagian dari insting alaminya saat mengincar mangsa di alam liar.

6. Burung nasar

Ilustrasi burung nasar pemakan bangkai (commons.m.wikimedia.org/TV0348)
Ilustrasi burung nasar pemakan bangkai (commons.m.wikimedia.org/TV0348)

Dalam berbagai budaya di dunia, burung nasar kerap dikaitkan dengan simbol kematian. Di Mesir Kuno misalnya, burung ini dipercaya berhubungan dengan dewa Anubis, sosok yang dikenal sebagai penjaga proses pembalseman dan mumifikasi.

Sementara itu, sejumlah komunitas di Afrika Selatan menganggap burung nasar sebagai pembawa pertanda buruk. Alasannya karena mereka dikenal sebagai pemakan bangkai, sehingga sering diasosiasikan dengan hal-hal yang dianggap kotor dan berhubungan dengan kematian.

Beda lagi dengan kepercayaan beberapa suku asli Amerika. Mereka meyakini bahwa kemunculan burung nasar yang terbang melingkar di atas seseorang bisa menjadi tanda akan datangnya kematian.

7. Burung Murai

potret burung murai batu
potret burung murai batu (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Dalam berbagai tradisi dan kepercayaan lama, burung murai sering dikaitkan dengan nasib buruk. Burung ini kerap dianggap sebagai pertanda datangnya kematian, kesialan, hingga kehancuran.

Kepercayaan tersebut sudah muncul sejak masa Kekaisaran Romawi. Pada era itu, burung murai dikenal sebagai salah satu “burung yang ditakuti” karena kemunculannya sering dihubungkan dengan pertanda buruk.

Selain itu, ada pula takhayul populer yang menyebut suara kicauan murai terdengar seperti ratapan kesedihan, sehingga identik dengan suasana duka dan kematian.

Meski begitu, tidak semua budaya memandang burung murai secara negatif. Di beberapa daerah, burung ini justru dianggap sebagai simbol keberuntungan yang melambangkan cinta, kebahagiaan, dan kehidupan.

8. Burung Cabak Timur

Sejak lama, burung cabak timur sering dikaitkan dengan berbagai pertanda buruk dalam kepercayaan masyarakat. Salah satu mitos yang paling populer menyebut bahwa suara burung ini di siang hari menjadi tanda seseorang akan meninggal dunia.

Tak hanya itu, kemunculan burung cabak timur pada malam hari juga kerap dianggap menyeramkan. Jika burung ini terlihat sambil mengeluarkan suara keras di malam hari, sebagian orang percaya hal tersebut menjadi pertanda akan datangnya musibah atau bencana.

Ada pula kepercayaan yang mengatakan bahwa suara kicauan cabak timur di tengah malam—saat burung lain biasanya diam—melambangkan kematian yang akan segera terjadi. Karena mitos tersebut, sebagian orang merasa takut ketika melihat atau mendengar suara burung ini.

9. Burung Elang Buteo

burung elang
pexels.com

Burung buteo dikenal sebagai salah satu burung pemangsa yang tersebar di berbagai belahan dunia. Karena kebiasaannya memakan hewan mati, burung ini dalam beberapa budaya sering dikaitkan dengan pertanda buruk dan kemalangan.

Dalam kepercayaan masyarakat Aborigin, kemunculan burung buteo yang terbang melintas di atas kepala seseorang dipercaya sebagai tanda akan datangnya hal buruk. Sementara itu, komunitas Yoruba di Nigeria menganggap burung ini sebagai simbol kematian.

Tak hanya karena mitosnya, suara khas burung buteo juga membuat banyak orang merasa merinding. Suaranya yang terdengar seperti ratapan atau jeritan membuat burung ini semakin identik dengan pertanda malapetaka dalam berbagai cerita rakyat.

Meski sering dianggap membawa sial, burung-burung ini sebenarnya hanya mengikuti insting alaminya. Kepercayaan tersebut lebih berasal dari budaya dan cerita turun-temurun yang berkembang di masyarakat. Jadi, bagaimana menurutmu ini mitos atau sekadar kebetulan?

FAQ Seputar Burung Pembawa Sial

Apakah semua budaya menganggap burung tertentu membawa sial?

Tidak. Ada budaya yang menganggap seekor burung sebagai pertanda buruk, tetapi di tempat lain justru dianggap simbol keberuntungan, kebijaksanaan, atau pelindung spiritual.

Kenapa burung gagak sering dianggap menyeramkan?

Karena warna tubuhnya hitam, suaranya khas, dan sering terlihat di sekitar bangkai. Hal inilah yang membuat gagak identik dengan kematian dalam banyak budaya.

Mengapa suara burung sering dikaitkan dengan hal mistis?

Karena suara tertentu terdengar tiba-tiba saat malam atau suasana sunyi, sehingga memunculkan rasa takut dan dianggap sebagai tanda supranatural oleh sebagian masyarakat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Erick Akbar
Achmad Fatkhur Rozi
Erick Akbar
EditorErick Akbar

Related Articles

See More