Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
kasuari gelambir tunggal
kasuari gelambir tunggal (Kora27, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Kasuari gelambir ganda merupakan burung terbesar di Asia dengan panjang 1,7 meter dan berat 59 kilogram. Burung ini dapat ditemukan di Australia, Pulau Papua, Pulau Seram, dan Kepulauan Aru.

  • Kasuari gelambir tunggal memiliki panjang 1,4 meter dan berat maksimal sekitar 58 kilogram. Burung ini hanya bisa dijumpai di Pulau Papua dan termasuk satwa yang dilindungi karena populasi yang terus menurun.

  • Kasuari kerdil memiliki panjang maksimal 1,3 meter dan bobot maksimalnya mencapai 18 kilogram. Penyebarannya cukup terbatas karena hanya mencakup Papua dan Papua Nugini. Burung ini sulit dijumpai karena kemampuan kamuflasenya yang sangat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kekayaan biodiversitas merupakan satu hal yang melekat kuat pada benua Asia. Hal tersebut dapat terjadi karena benua Asia dianugerahi daratan luas, bentang alam beragam, hingga musim yang bervariasi. Salah satu bukti kekayaan biodiversitas di Asia adalah banyaknya spesies burung. Tak cuma yang kecil, bahkan ada banyak burung raksasa di Asia.

Beberapa dari mereka menyandang gelar sebagai burung terbesar di benua Asia. Salah satunya ada kasuari gelambir ganda dan tunggal yang menghuni Pulau Papua, Indonesia. Burung air seperti angsa kelu dan angsa peteriak juga punya ukuran raksasa. Nah, apa kamu mau tahu lebih dalam soal burung-burung tersebut? Yuk, ulik secara mendalam di artikel berikut.

1. Kasuari gelambir ganda

Di Asia Casuarius casuarius atau kasuari gelambir ganda menyandang gelar sebagai burung terbesar. Dilansir Animal Diversity Web, panjangnya mencapai 1,7 meter dan bobotnya ada di angka 59 kilogram. Ia juga mudah dikenali dari tubuh besar, kaki berotot, leher panjang, kepala berwarna biru, badan hitam, punya "mahkota" di kepala, dan memiliki dua gelambir di leher.

Kasuari gelambir ganda bisa ditemukan di empat tempat, yaitu Australia, Pulau Papua, Pulau Seram, dan Kepulauan Aru. Biasanya ia dijumpai di hutan, area pesisir, dataran tinggi, dan area pemukiman. Burung ini memang besar, tapi ia termasuk frugivor yang makanannya mencakup buah-buahan. Terakhir kasuari gelambir ganda cukup berbahaya karena tendangannya bisa melukai manusia.

2. Kasuari gelambir tunggal

Sedikit lebih kecil dari kasuari gelambir ganda, Casuarius unappendiculatus atau kasuari gelambir tunggal punya panjang 1,4 meter dan bobot maksimal sekitar 58 kilogram. Selain perbedaan ukuran, hewan ini punya "mahkota" yang lebih kecil dan ia hanya memiliki satu gelambir di leher. Burung ini hanya bisa dijumpai di Pulau Papua. Ia juga burung pemalu dan biasanya akan kabur saat bertemu dengan manusia.

Dilansir iNaturalist, kasuari gelambir tunggal termasuk omnivor yang tak terlalu pilah-pilih makanan. Makanan utamanya mencakup buah-buahan, tapi terkadang ia juga akan memakan ular, serangga, siput, kadal, kodok, tikus, dan burung lain yang lebih kecil. Sayangnya populasi burung ini terus menurun secara drastis. Bersama spesies kasuari lain di Indonesia, hewan ini termasuk satwa yang dilindungi.

3. Kasuari kerdil

kasuari kerdil (commons.wikimedia.org/Nick Hobgood)

Ia memang menyandang nama kerdil, tetapi ukuran Casuarius bennetti atau kasuari kerdil gak bisa diremehkan, lho. Sebab panjang maksimal burung ini ada di angka 1,3 meter dan bobot maksimalnya bisa mencapai 18 kilogram. Dilansir Animalia, penyebaran kasuari kerdil cukup terbatas karena hanya mencakup Papua dan Papua Nugini.

Di habitat aslinya, burung berwarna hitam ini sering bersembunyi dan beraktivitas di hutan yang lebat dan tertutup. Ia memang termasuk hewan diurnal yang aktif pada siang hari, tapi kemampuan kamuflasenya sangat baik sehingga burung ini sulit dijumpai. Di antara spesies lain, kasuari kerdil jadi salah satu yang paling berbahaya. Pasalnya terdapat beberapa kasus di mana ia sanggup membunuh anjing dan manusia dengan tendangannya.

4. Angsa kelu

angsa kelu (commons.wikimedia.org/Giles Laurent)

Dilansir BirdLife DataZone, Cygnus olor atau angsa kelu dapat dijumpai di Eropa, Asia Tengah, hingga Asia Timur. Sebagai salah satu burung terbesar di Asia, ia mampu tumbuh hingga sepanjang 1,7 meter, bobot maksimalnya sekitar 15 kilogram, dan bentang sayapnya ada di angka 2,4 meter. Walau besar hewan ini tetap memiliki kemampuan terbang yang baik.

Bayangkan saja, kecepatan terbangnya bisa mencapai 88 km/jam dan burung berwarna putih ini bisa bermigrasi sejuah ribuan kilometer. Angsa kelu termasuk hewan semi akuatik yang sering beraktivitas di perairan. Ia kerap berenang, mencari makan, dan bertelur di sekitar sungai dan danau. Hewan ini juga cukup teritorial dan tak segan untuk menyerang siapapun yang memasuki wilayah kekuasaannya.

5. Angsa peteriak

angsa peteriak (commons.wikimedia.org/Hyppolyte de Saint-Rambert)

Laman Avibase menjelaskan kalau angsa peteriak punya panjang maksimal 1,6 meter, bobot di angka 15 kilogram, dan bentang sayap mencapai 2,7 meter. Hewan dengan nama ilmiah Cygnus cygnus ini tersebar luas di Eropa, Asia Utara, Asia Tengah, hingga Asia Timur. Ia juga sangat terkenal dan penting bagi masyarakat Eropa, bahkan angsa peteriak menjadi hewan nasional di negara Prancis.

Biasanya angsa peteriak akan beraktivitas di kelompok kecil yang terdiri atas tiga atau empat individu. Menariknya, ia bisa berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan sinyal visual dan gerakan seperti anggukan kepala. Seperti namanya, angsa ini sering bersuara dan berteriak. Jika dideskripsikan, suaranya memiliki bunyi "kloo-kloo-kloo,"

Kekayaan biodiversitas dan eksistensi burung terbesar di benua Asia harus terus dijaga. Jangan hanya mengandalkan pemerintah, kepedulian masyarakat juga harus ditekankan. Pasalnya masyarakat jadi pihak yang penting karena bisa memantau dan hidup berdampingan dengan burung. Jika terjalin kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, maka perlidungan burung bisa optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team