ilustrasi burung gagak (pexels.com/Pixabay)
Laman World Animal Foundation menjelaskan, bahwa burung gagak merupakan burung yang bersifat sosial. Kawanan burung gagak bisa mencapai ribuan ekor. Burung gagak memiliki sifat ingin tahu, pandai memecahkan masalah, agresif, dan tidak takut dengan burung lain yang lebih besar.
Burung gagak bisa belajar menirukan suara secara acak dan menyimpannya dalam ingatan mereka. Menurut laman A-Z Animals, burung gagak bisa mempertahankan sekitar 100 kata. Burung gagak juga dikenal dengan kemampuan kognitif, kecerdasan sosial, dan kecerdasan umum yang menyaingi primata. Mereka bahkan masih bisa mengingat wajah bertahun-tahun kemudian dan mengomunikasikan pada burung gagak lainnya.
Namun, burung gagak kurang populer dibandingkan lainnya. Salah satu alasannya karena gagak bukanlah hewan peliharaan. Perlu banyak keahlian dalam merawat dan menangani burung yang satu ini. Burung gagak bukan hewan peliharaan yang baik karena membutuhkan banyak perhatian dari pemiliknya.
Beberapa burung yang bisa bicara atau menirukan kata antara lain burung nuri abu-abu afrika, burung beo, burung kakaktua, hingga burung gagak. Kemampuan burung dalam mempelajari kosakata bervariasi, mulai dari puluhan, ratusan, hingga ribuan kosakata. Kemampuan unik mereka membuat sebagian orang menjadikan mereka sebagai hewan peliharaan.