Comscore Tracker

5 Fakta Tanaman Jarak yang Memiliki Racun Mematikan, Ricin

Meski banyak manfaatnya, tanaman ini juga berbahaya

Apakah kamu pernah mendengar Ricinus Communis? Pasti nama ini terdengar asing buat kebanyakan orang awam. Namun nama asing ini adalah nama yang ditujukan untuk tanaman Jarak, yakni tanaman liar yang sering dijumpai di hutan, lahan kosong tak terawat, dan beberapa daerah dekat pantai.

Tanaman Jarak juga dianggap tanaman yang memiliki racun mematikan, sehingga tidak semua orang bisa mengolah tanaman ini dengan aman dan tidak membahayakan. Inilah lima fakta tentang Ricinus Communis atau tanaman Jarak, tanaman yang disebut-sebut memiliki racun mematikan.

1. Tanaman Jarak mengandung ricin (risin) yang sangat mematikan

5 Fakta Tanaman Jarak yang Memiliki Racun Mematikan, Ricinmissouriplants.com

Apa itu risin? Melansir Nature, risin adalah suatu senyawa lektin yang terdapat dalam biji tanaman Jarak. Risin bisa mematikan bagi manusia dan hewan, terutama yang mengalami kontak paparan secara langsung seperti oral.

Daya toksin risin sangat kuat, hanya dibutuhkan beberapa miligram saja untuk membuat manusia dan hewan keracunan berat.

2. Minyak tanaman Jarak banyak diolah untuk keperluan industri dan farmasi

5 Fakta Tanaman Jarak yang Memiliki Racun Mematikan, Ricinennscloset.com

Dilansir dari Britannica, minyak Jarak atau Castor Oil ternyata banyak memberikan manfaat bagi industri dan dunia farmasi. Dengan pengolahan yang tepat dan aman, tanaman Jarak dapat berguna dan dapat dijadikan komoditas pengganti bagi keperluan industri.

Di beberapa negara seperti beberapa negara di Afrika, tanaman ini banyak diolah menjadi minyak yang dapat diekspor ke negara-negara lain seperti Tiongkok, India, dan lain-lain. Jadi selain beracun, tanaman ini ternyata dapat bermanfaat.

3. Minyak Jarak juga bisa digunakan untuk keperluan medis

5 Fakta Tanaman Jarak yang Memiliki Racun Mematikan, Ricinohthatglow.com

Tahukah kamu jika minyak Jarak atau Castor Oil juga berguna untuk keperluan medis? Ya, minyak Jarak ternyata sudah sejak dulu digunakan banyak orang untuk mengobati penyakit tertentu.

Melansir Health Line, salah satu manfaat minyak Jarak adalah untuk membantu masalah yang sering dialami oleh kulit, entah itu jerawat, keriput, ataupun kulit kering. Namun untuk lebih amannya, pastikan kamu lebih dulu berkonsultasi dengan dokter, tanyakan apakah minyak ini akan cocok dengan kulitmu atau tidak.

Baca Juga: Benarkah Obat Kedaluwarsa Beracun?

4. Meskipun sering dijumpai, ternyata kita masih mengimpor untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri

5 Fakta Tanaman Jarak yang Memiliki Racun Mematikan, Ricinhelpinghandsyangon.org

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, melalui lamannya, mengatakan bahwa kebutuhan industri dalam negeri terhadap tanaman Jarak sangat tinggi, bisa mencapai 10 ribu ton setiap tahunnya.

Namun karena membudidayakan tanaman Jarak itu tidak mudah, maka kita justru sering mengimpor biji Jarak untuk keperluan bahan baku industri. Kesulitan yang sering dihadapi oleh para petani adalah waktu tanam yang kerap kali terlambat.

5. Minyak Jarak dapat menyebabkan alergi

5 Fakta Tanaman Jarak yang Memiliki Racun Mematikan, Ricinrevivedlife.net

Bukan hanya tanamannya saja yang dapat menyebabkan alergi, minyak Jarak dalam beberapa kasus juga dapat menyebabkan alergi yang mungkin sangat mengganggu.

Melansir Medical News Today, alergi dapat terjadi karena antibodi manganggap adanya zat asing yang menempel pada tubuh. Pada penggunaan minyak Jarak, dalam sedikit kasus dapat menimbulkan ruam kulit, pembengkakan, gatal, dan iritasi. Sebaiknya segera bawa diri ke dokter jika muncul alergi akibat sesuatu.

Itulah lima fakta tentang tanaman Jarak yang beracun. Semoga informasi tentang flora ini dapat menambah wawasan kamu, ya!

Baca Juga: 5 Makanan Beracun Ini Justru Jadi Santapan Favorit Loh, Apa Saja?

Dahli Anggara Photo Community Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You