Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Erupsi Hunga Tonga, Suara Dentumannya Terdengar hingga Alaska

4 min read
5 Fakta Erupsi Hunga Tonga, Suara Dentumannya Terdengar hingga Alaska
Hunga Tonga (commons.wikimedia.org/Damien Grouille)
  • Erupsi bawah laut Hunga Tonga pada 15 Januari 2022 menghasilkan ledakan global; suaranya terdengar hingga Alaska sekitar 9.370 kilometer dan gelombang atmosfer mengelilingi Bumi beberapa kali.

  • Kolom material vulkanik mencapai 58 kilometer, menembus hingga mesosfer; plume berdiameter sedikitnya 600 kilometer dan sebaran materialnya mencapai sekitar 12 juta kilometer persegi.

  • Erupsi memicu tsunami hingga 15 meter di Tonga, petir hampir 400.000 kejadian, serta menghancurkan sebagian besar daratan Hunga Tonga Hunga Ha'apai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Erupsi Hunga Tonga Hunga Ha'apai pada 15 Januari 2022 menjadi salah satu letusan gunung api terkuat yang pernah diamati. Gunung api bawah laut di Tonga itu menghasilkan ledakan besar, gelombang tekanan atmosfer, tsunami, dan kolom material vulkanik yang menembus atmosfer. Erupsi tersebut juga menghancurkan sebagian besar daratan Hunga Tonga Hunga Ha'apai.

Dampaknya terasa jauh dari Tonga dan terdeteksi di berbagai wilayah dunia. Suara ledakan terdengar hingga Alaska dan Kanada, sementara gelombang atmosfer mengelilingi Bumi beberapa kali. Sinyal listrik atmosfernya juga terukur di stasiun yang berada di empat benua.

  1. 1. Letusannya terdengar hingga ribuan kilometer

    Ilustrasi erupsi gunung berapi
    Ilustrasi erupsi gunung berapi (pexels.com/Diego Girón)

    Erupsi terbesar Hunga Tonga terjadi pada 15 Januari 2022 dan menghasilkan ledakan yang sangat kuat. Menurut U.S. Geological Survey, suara ledakan terdengar hingga sekitar 10.000 kilometer dari sumbernya. Di Alaska, suara tersebut terdengar sekitar sembilan jam setelah letusan dari jarak sekitar 9.370 kilometer.

    Gelombang tekanan dari ledakan juga tercatat oleh instrumen di berbagai wilayah dunia. USGS menjelaskan bahwa gelombang Lamb bergerak di sepanjang permukaan atmosfer dan mengelilingi Bumi beberapa kali. Fenomena ini menunjukkan bahwa ledakan Hunga Tonga tidak hanya menghasilkan suara, tetapi juga gangguan atmosfer berskala global.

  2. 2. Gumpalan asap erupsinya mencapai ketinggian 58 kilometer

    Ilustrasi gumpalan asap
    Ilustrasi gumpalan asap (unsplash.com/Yosh Ginsu)

    Material dari erupsi membentuk gumpalan asap yang menjulang jauh menembus beberapa lapisan atmosfer. NASA mencatat gumpalan asap tersebut mencapai ketinggian sekitar 58 kilometer dan menembus troposfer, stratosfer, hingga mesosfer. Ketinggian ini membuat erupsi Hunga Tonga menjadi peristiwa yang dapat diamati dari ruang angkasa melalui satelit.

    Besarnya gumpalan asap tersebut juga terlihat dari perkembangan awan erupsi dalam waktu singkat. Smithsonian Global Volcanism Program mencatat bagian atas plume telah mencapai diameter setidaknya 600 kilometer pada beberapa jam setelah ledakan utama. Material vulkanik kemudian menyebar ke wilayah yang jauh lebih luas dan mencapai sekitar 12 juta kilometer persegi pada 19 Januari 2022.

  3. 3. Erupsi memicu tsunami di kawasan Pasifik

    Ilustrasi tsunami
    Ilustrasi tsunami (pexels.com/Sasha Sha)

    Ledakan Hunga Tonga mengganggu atmosfer dan laut secara bersamaan. Menurut Smithsonian Global Volcanism Program, erupsi 15 Januari memicu tsunami yang melintasi Samudra Pasifik, sementara USGS mencatat gelombang hingga sekitar 15 meter menerjang sejumlah wilayah Tonga. Tsunami tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

    Gelombang tsunami juga terdeteksi jauh dari lokasi erupsi. Menurut USGS, gelombang mencapai Jepang, Selandia Baru, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Gelombang tekanan atmosfer juga berperan dalam menghasilkan gelombang laut yang terdeteksi di berbagai wilayah.

  4. 4. Petirnya mencapai tingkat yang belum pernah terdokumentasi

    Ilustrasi petir
    Ilustrasi petir (pexels.com/Raquel Elise de Moraes)

    Awan erupsi Hunga Tonga menghasilkan aktivitas petir dalam jumlah sangat besar. Smithsonian Global Volcanism Program mencatat hampir 400.000 kejadian petir selama lebih dari lima jam pada 15 Januari, dengan sekitar 200.000 kejadian terjadi hanya dalam satu jam. Jumlah tersebut sebagai yang terbanyak yang pernah terdokumentasi dalam letusan eksplosif saat penelitian dilakukan.

    Aktivitas ini juga memengaruhi sistem listrik atmosfer global. Penelitian dalam Journal of Geophysical Research Atmospheres menemukan resonansi Schumann menjadi jauh lebih kuat dari biasanya. Sinyalnya terdeteksi melalui enam stasiun yang tersebar di empat benua.

  5. 5. Sebagian besar pulau vulkaniknya hancur

    Dampak erupsi Hunga Tonga 2022
    Dampak erupsi Hunga Tonga 2022 (commons.wikimedia.org/NZ Defence Force)

    Sebelum erupsi besar, Hunga Tonga Hunga Ha'apai telah mengalami aktivitas vulkanik sejak akhir 2021. Smithsonian Global Volcanism Program mencatat letusan pada 14 Januari 2022 telah menghilangkan sebagian besar material pulau yang terbentuk dari aktivitas sebelumnya. Ledakan yang lebih besar pada 15 Januari kemudian menghancurkan sebagian besar daratan yang tersisa.

    Hunga Tonga Hunga Ha'apai sendiri merupakan bagian dari struktur kaldera bawah laut yang jauh lebih besar. Setelah erupsi utama, hanya bagian kecil dari Hunga Tonga dan Hunga Ha'apai yang masih terlihat di atas permukaan laut. Perubahan tersebut menunjukkan besarnya energi erupsi yang berlangsung hanya dalam waktu singkat.

    Erupsi Hunga Tonga pada 2022 menunjukkan bahwa letusan bawah laut dapat berdampak hingga wilayah yang sangat jauh. Ledakannya menghasilkan suara, tsunami, petir ekstrem, dan gelombang atmosfer yang terdeteksi secara global. Fenomena tersebut menjadikan erupsi Hunga Tonga sebagai peristiwa vulkanik dengan dampak luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More