Comscore Tracker

6 Fakta Unik Gopnik, Geng Nyentrik Asal Rusia 

Jamet satu ini cukup meresahkan masyarakat 

Setiap negara pastilah memiliki subkultur yang unik. Secara sederhana subkultur memiliki arti sekelompok orang yang mempunyai aliran budaya yang berbeda dengan budaya asli di negara mereka. Orang yang tergolong dalam suatu subkultur, bisa dengan mudah kita kenali. Biasanya mereka memiliki ciri khas yang menunjukkan identitas subkultur mereka, sebagai contoh di Indonesia kita memiliki jamet atau jajal metal. Jamet mudah kita kenali melalui dandanan mereka yang nyeleneh karena memadukan style metal secara asal.

Di Rusia juga terdapat suatu subkultur yang bernama gopnik. Sama seperti subkultur pada umumnya, gopnik memiliki ciri khas yang terlihat nyentrik di mata orang biasa. Berbeda dengan jamet yang kehadirannya memberikan hiburan, gopnik seringkali meresahkan masyarakat dengan tingkah mereka. Lantas apa sajakah fakta-fakta dari subkultur nyentrik yang satu ini?

1. Filosofi nama gopnik 

6 Fakta Unik Gopnik, Geng Nyentrik Asal Rusia ilustrasi gopnik/melmagazine.com @miles Klee

Semua ini dimulai pada abad ke 20, ketika pemerintah Rusia mendirikan asrama yang berfungsi untuk menampung rakyat kelas bawah. Asrama yang memiliki nama Gorodskoye Obshezhitie Proletariata (GOP) ini, berisikan masyarakat miskin dengan pendidikan rendah, pelaku hooliganisme, dan para kriminal kelas teri. Mayarakat kemudian menyebut mereka sebagai gopnik.

Sebutan tersebut memiliki arti sebagai orang-orang dari gop. Bagi wanita yang tinggal di asrama itu mereka dipanggil sebagai gopnitsa, sedangkan untuk sekumpulan gopnik yang berkumpul di suatu tempat mereka akan dijuluki sebagai gopota.

Dikarenakan tidak memiliki keahlian khusus untuk mencari pekerjaan, para gopnik lebih banyak menghabiskan waktu untuk menganggur. Salah satu cara agar mereka bisa bertahan hidup adalah dengan memalak setiap orang yang mereka temui. Oleh karena itu, makna dari gopnik bergeser menjadi suatu slang yang disebut gop-stop.

Slang tersebut memili arti tindakan pemalakan, pencopetan, atau perampasan secara paksa. Sehingga saat ini gopnik lebih dikenal sebagai para kriminal rendahan yang gemar memalak.

2. Aktivitas keseharian gopnik 

6 Fakta Unik Gopnik, Geng Nyentrik Asal Rusia Ilustrasi Gopnik emerging-europe.com

Kegiatan gopnik sehari-harinya hanyalah menganggur di sekitaran gang atau jalanan sepi. Mereka berkumpul sembari minum vodka atau bir murah, saling mengeluarkan kata-kata kotor, tidak lupa dengan kuaci sebagai cemilan, dan yang paling utama adalah memalak orang yang lewat di dekat mereka.

Ketika memalak mereka mengadaptasi cara ponyatiya atau kode etik mafia Britsa. Mereka akan melontarkan pertanyaan yang bersifat provokatif dan menjebak korban. Gopnik akan melakukan pemalakan secara berkelompok. Mereka akan memukuli dan mengambil barang-barang yang dimiliki korbannya, bisa berupa handphone, uang, vodka, dan lain sebagainya.

Jika sedang tidak ingin memalak, para gopnik akan mencari orang-orang yang menganut aliran punk, rapper, hip-hop, dan segala budaya yang berasal dari barat untuk dihajar. Hal ini dikarenakan mereka membenci orang-orang non konformis. Paham komunisme masih melekat dalam benak para gopnik, sehingga hal ini menyebabkan adanya kebencian pada segala hal yang berasal dari negara kapitalis.

3. Tripaloski, seragam wajib untuk para gopnik 

6 Fakta Unik Gopnik, Geng Nyentrik Asal Rusia ilustrasi busana gopnik/id.rbth.com@kaifolog.ru

Seperti kebanyakan penganut subkultur yang lain, gopnik juga memiliki gaya berpakaian mereka sendiri. Gopnik mengenakan setelan olahraga atau tracksuit hitam dengan garis putih berjumlah tiga di setiap sisi, mereka menyebutnya sebagai tripaloski. 

Pada tahun 1980 ketika uni soviet menjadi tuan rumah olimpiade musim panas, perusahaan yang menjadi sponsor utama acara tersebut adalah adidas. Adidas menyediakan tracksuit untuk para atlet, namun dengan syarat menghilangkan logo brand milik mereka. Alhasil desain yang dihasilkan adalah setelan hitam dengan garis tiga di setiap sisi. Ternyata setelan tersebut digemari oleh banyak orang di uni soviet, sehingga banyak perusahaan lokal yang membuat tiruan dari produk tersebut. 

Saking melimpahnya produksi yang dikeluarkan, tracksuit ini juga dipakai oleh para tahanan di Rusia. Hal ini dikarenakan stok seragam yang telah habis dan setelan ini sangat murah untuk diperoleh.  Oleh karena itu gopnik memilih setelan ini sebagai seragam mereka, selain mudah didapatkan harganya pun terjangkau.  Beberapa dari mereka ada yang mengenakan jaket kulit, flat cap, sepatu pantofel hitam, dan perhiasan emas imitasi. 

4. Kebiasaan jongkok dikala nongkrong 

6 Fakta Unik Gopnik, Geng Nyentrik Asal Rusia ilustrasi gopnik/flavor77.com@Sasha Raspopina

Ada suatu kebiasaan unik dari para gopnik yang secara tidak langsung menjadi ciri khas mereka, yaitu kebiasaan jongkok di saat nongkrong. Ternyata usut punya usut ada alasan yang mendasari perilaku mereka yang satu ini. Para gopnik tahu bahwa tahanan di Rusia pernah mengenakan tripaloski sebagai seragam mereka.

Ketika kaisar datang ke dalam penjara, seluruh tahanan diwajibkan untuk berjongkok. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para penjaga dalam mengawasi mereka, dengan tujuan untuk melindungi kaisar dari tindakan tak terduga dari para tahanan.

Para gopnik bisa memahami perasaan para tahanan di masa itu, sehingga sebagai bentuk rasa hormat mereka mengadaptasi adat tersebut ke dalam tongkrongan mereka. Selain itu ada alasan lain pula yang mendasari perilaku ini. Sedikitnya bangku di jalanan disertai cuaca dingin yang awet, membuat para gopnik lebih memilih untuk berjongkok dibandingkan duduk di tanah.

5. Tarian hardbass para gopnik 

6 Fakta Unik Gopnik, Geng Nyentrik Asal Rusia ilustrasi tarian gopnik/id.rbth.com@PhotoXpress

Jika di Indonesia ada koplo, maka di Rusia ada hard bass sebagai cerminan musik koplo di sana. Jenis musik yang satu ini memiliki tempo yang cepat, suara dinamis, serta lirik yang monoton.  Para gopnik menyukai jenis musik yang satu ini, biasanya mereka akan memutar lagu hardbass sembari berjoget ria. Untuk tariannya pun juga monoton, hanya gerakan asal yang selalu diulang-ulang. Seperti kaki diayun-ayun, jongkok berdiri, dan masih banyak lagi.

Salah satu musik hardbass yang terkenal adalah tripaloski, sebuah karya yang diciptakan oleh Zlampa. Tidak ada makna yang berarti dalam lagu tersebut. Masyarakat umum di Rusia banyak yang membenci genre musik yang satu ini. Mereka berpendapat bahwa hardbass hanya memberi pengaruh buruk bagi siapa pun yang mendengarnya.

6. Respon negatif dari masyarakat terhadap gopnik 

6 Fakta Unik Gopnik, Geng Nyentrik Asal Rusia ilustrasi gopnik/id.rbth.com@slavsquat

Tindakan gopnik seringkali dianggap meresahkan oleh masyarakat Rusia, terkhususnya oleh penduduk yang tinggal di pinggiran kota. Mereka geram dengan aksi pemalakan, kerusuhan, serta ucapan-ucapan kotor yang keluar dari mulut mereka. Menurut masyarakat, gopnik membawa pengaruh buruk untuk anak-anak mereka.

Banyak orang akan menatap sinis pada seseorang yang mengenakan setelan olahraga dengan garis tiga. Walaupun orang itu bukan seorang gopnik sekalipun, mereka akan tetap menilainya sebagai berandalan. Mereka beranggapan bahwa gopnik merupakan sampah masyarakat.

Gopnik memang menimbulkan banyak kontra di Rusia, namun di balik itu semua mereka memiliki sejarah yang amat menarik untuk dibahas. Nah, menurut kamu manakah yang lebih baik, jamet di Indonesia atau gopnik di Rusia?

Baca Juga: PBB: 152 Situs Budaya Ukraina Rusak Sejak Invasi Rusia

Dinara  Photo Writer Dinara

Hai saya mencoba mencari pengalaman baru di sini 😊

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ane Hukrisna

Berita Terkini Lainnya