Dougga, atau dalam bahasa Latin dikenal sebagai Thugga, adalah situs arkeologi yang menyimpan jejak peradaban Numidia, Punisia, dan Romawi dalam satu kawasan. Banyak bagian kota ini masih terbaca dengan jelas, mulai dari kuil, teater, pemandian, jalan, hingga bangunan pemakaman. Tak heran, UNESCO menyebut Dougga sebagai contoh kota kecil Romawi-Afrika yang paling terawat di Afrika Utara.
5 Fakta Dougga, Kota Romawi Paling Terawat di Afrika Utara

- Dougga di Tunisia menyimpan jejak Numidia, Punisia, dan Romawi; kota ini telah berdiri lebih dari enam abad sebelum Numidia dianeksasi Romawi.
- Kawasan arkeologi seluas sekitar 75 hektare memuat Capitol, forum, pasar, teater, sirkus, dan pemandian, tetapi baru sekitar sepertiganya dieksplorasi sejak 1891.
- Lebih dari 2.000 inskripsi multibahasa membantu pembacaan aksara Libyco-Berber; relokasi penduduk pada 1961 turut menjaga keaslian situs yang dinilai tinggi.
Selain kelengkapan situsnya, keistimewaan Dougga juga terletak pada sejarahnya yang berlapis. Permukimannya telah berkembang jauh sebelum kekuasaan Romawi hadir, kemudian perlahan memperoleh wajah Romawi tanpa sepenuhnya kehilangan karakter Numidia. Nah, biar tak semakin penasaran, simak lima fakta unik Dougga berikut ini!
1. Dougga bukan kota Romawi dari awal

Potret Dougga (commons.wikimedia.org/Utilisateur Jyoccoz) Hal yang membuat Dougga istimewa adalah usianya yang ternyata jauh lebih tua daripada masa kejayaan Romawi. UNESCO mencatat bahwa Thugga telah berdiri selama lebih dari enam abad sebelum Numidia dianeksasi oleh Romawi. Kota ini pernah menjadi salah satu pusat permukiman penting dan diduga sebagai ibu kota pertama Kerajaan Numidia.
Di era Romawi, statusnya diangkat dari sekadar kota provinsi menjadi municipium, lalu memperoleh kedudukan sebagai colonia pada tahun 261 Masehi. Proses romanisasi ini tidak serta-merta menghapus identitas asli. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa permukiman Numidia tetap berlanjut di sekitar inti kota kuno, bahkan saat bangunan-bangunan bergaya Romawi mulai bermunculan.
2. Luasnya sekitar 75 hektare, tapi baru sebagian yang digali
Pemandangan dari Capitol di Dougga (commons.wikimedia.org/Wiskandar~commonswiki assumed) Dougga ternyata bukan situs kecil yang bisa dituntaskan hanya dengan berjalan beberapa menit saja. Kawasan arkeologinya mencakup sekitar 75 hektare, dengan berbagai bangunan publik, ruang terbuka, kompleks pemandian, area hiburan, serta sisa-sisa permukiman kuno. Di area yang sudah diekskavasi, pengunjung dapat menjumpai Capitol, forum, pasar, teater, sirkus, hingga pemandian umum yang menunjukkan betapa lengkapnya fasilitas kota kuno Dougga.
Sejak penggalian pertama pada tahun 1891, baru sekitar sepertiga dari total area telah dieksplorasi. Artinya, masih banyak bagian dari kota Dougga yang terkubur di bawah tanah dan menunggu untuk diungkap. Kondisi ini justru menambah daya tarik Dougga sebagai situs yang menyimpan misteri panjang peradaban masa lalu.
3. Teaternya mampu menampung ribuan penonton

Potret Teater Romawi Dougga (commons.wikimedia.org/نعيم قربوسي) Teater Romawi di Dougga memang tidak sebesar amfiteater raksasa seperti El Djem. Namun, ukurannya tetap mengesankan bagi sebuah kota kecil. Bangunan tersebut diperkirakan mampu menampung setidaknya 3.500 penonton. Dilansir National Heritage Institute Tunisia, Teater Romawi Dougga dibangun pada 168 atau 169 Masehi atas biaya Publius Marcius Quadratus, seorang warga kaya yang juga memegang jabatan keagamaan dalam kultus kekaisaran.
Menariknya, panggung utama Teater Romawi Dougga disokong oleh dinding panggung (stage wall/frons scaenae) yang masif serta dekorasi dua tingkat deretan kolom (kolonade) bergaya Korintus. Para pembangun harus menyesuaikan rancangan teater dengan kontur bukit, sehingga sebagian besar tempat duduk dibuat menempel pada batu dan lereng alami. Walau mengalami kerusakan selama berabad-abad, struktur teater ini tetap memperlihatkan kecemerlangan rekayasa masa lampau.
4. Inskripsinya membantu membaca aksara Libyco-Berber

Potret aksara Libyco-Berber kuno dari Afrika Utara (commons.wikimedia.org/MTLCanadien) Dougga juga punya “harta karun” yang bukan berupa patung atau bangunan megah, melainkan tulisan yang dipahat di batu. Dilansir UNESCO, Dougga memiliki lebih dari 2.000 inskripsi yang menggunakan beragam bahasa serta sistem tulisan, termasuk Libyco-Berber, Punisia, Yunani, dan Latin. Tulisan paling terkenal adalah inskripsi bilingual dalam bahasa Punisia dan Libyco-Berber yang ditemukan di kawasan makam monumental Dougga.
Tulisan tersebut mempunyai arti besar bagi penelitian aksara kuno Afrika Utara. Lionel Galand, dalam kajiannya yang diterbitkan di Revue des mondes musulmans et de la Méditerranée, menjelaskan bahwa pasangan teks Punisia dan Libyco-Berber membantu para ahli menentukan nilai sejumlah tanda dalam aksara Libyco-Berber melalui padanannya dalam tulisan Punisia. Bahkan, dokumen Unicode tentang aksara Libyco menempatkan inskripsi bilingual Dougga sebagai kunci utama atau dasar pembacaan seluruh karakter alfabet Libyc kuno.
5. Penduduknya direlokasi demi menyelamatkan situs

Potret situs Dougga (pixabay.com/captenpub) Pada tahun 1961, pemerintah Tunisia memindahkan hampir semua keluarga yang masih tinggal di situs arkeologi Dougga ke desa baru bernama Dougga-al-Jadida. Cuma dua keluarga yang diizinkan tinggal. Langkah ini diambil demi melindungi bangunan kuno dari kerusakan akibat aktivitas sehari-hari.
Keputusan tersebut terbukti tepat lantaran tingkat keaslian situs Dougga saat ini dinilai sangat tinggi. Restorasi dan konservasi yang dilakukan sejak abad ke-19 sampai sekarang pun tetap mematuhi prinsip Piagam Venesia 1964. Berkat kebijakan ini, generasi mendatang masih bisa menyaksikan langsung bagaimana sebuah kota Romawi-Afrika pernah berdiri megah di atas bukit di Tunisia.
Dengan kawasan yang luas, bangunan yang relatif utuh, serta ribuan inskripsi yang dapat dipelajari, Dougga menjadi salah satu situs penting untuk memahami pertemuan budaya Numidia, Punisia, dan Romawi di Afrika Utara. Jika suatu hari kamu berkesempatan datang ke Tunisia, jangan lewatkan situs yang satu ini, ya!





















