Comscore Tracker

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Masih Kental dengan Praktik Perdukunan

Banyak yang masih percaya ilmu sihir

Di zaman modern seperti sekarang, praktik sihir dinilai merupakan sesuatu yang kuno dan tidak masuk akal. Meskipun demikian, di Indonesia praktik sihir masih cukup banyak dilakukan dan dipercaya.

Di Indonesia, orang yang memiliki kekuatan sihir atau supranatural ini dikenal sebagai dukun. Para pelanggan biasanya mendatangi dukun untuk menyembuhkan penyakit, membuang sial, mendapat kesuksesan, mencari barang yang hilang, dan masih banyak lagi.

Namun, selain di Indonesia, ternyata ada juga negara lain yang masyarakatnya masih percaya pada praktik perdukunan atau sihir. Mana sajakah itu? Berikut adalah beberapa negara yang masih kental dengan praktik perdukunan dilansir The Richest dan Lonely Planet.

1. Tanzania

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Masih Kental dengan Praktik Perdukunanilustrasi orang-orang Tanzania (unsplash.com/Ramon Sanchez Orense)

Bagi orang albino yang tinggal di Tanzania, ada peluang besar bahwa mereka akan diculik, dibunuh, dan dimutilasi secara brutal. Alasannya, orang albino dianggap sebagai ramuan yang sangat berharga dalam berbagai tindakan dan ramuan penyihir Tanzania.

Dibandingkan dengan negara tetangganya, Tanzania mungkin tidak terlalu banyak mengalami masa penjajahan, inilah yang menyebabkan praktik sihir berkembang pesat di sini. Bahkan, individu yang memiliki kepercayaan agama juga sering mencoba praktik ilmu hitam. Diperkirakan, lebih dari 60 persen masyarakat Tanzania percaya pada kekuatan sihir.

Di Tanzania, individu dengan kondisi albino sering dicerca, dimusuhi, diusir dari rumah mereka, dan sering dicurigai. Selain itu, perempuan lanjut usia juga rentan menjadi korban pembunuhan.

2. India

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Masih Kental dengan Praktik Perdukunanilustrasi perempuan India menari (unsplash.com/pavan gupta)

India merupakan negara yang banyak masyarakatnya masih memiliki kepercayaan pada sihir. Di India, penyihir atau dukun sering disebut sebagai dayan yang dipercaya merupakan keturunan dari Dewi Yunani Diana, seorang dewa pemburu.

Di pedesaan India, jika ada warganya yang dicap sebagai dayan, maka ia akan menerima banyak siksaan bahkan hingga dibunuh. Perbuatan ini dengan dalih ingin menyembuhkan dayan dari penyihir yang telah menguasai jiwa orang tersebut.

Selain itu, ada juga sihir hitam yang disebut tantriks, yang sering didatangi oleh orang India pedesaan untuk berobat, mendapatkan berkat, atau bahkan menyembuhkan jiwa yang kerasukan. Para tantra ini akan meminta sejumlah besar uang dan pelanggan harus membayar karena takut dikutuk oleh tantra.

3. Inggris

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Masih Kental dengan Praktik Perdukunanilustrasi negara Inggris (unsplash.com/Heidi Fin)

Di Inggris terdapat kisah pengadilan penyihir yang terkenal yang terjadi di sekitar Pendle pada abad ke-17. Ini merupakan kisah yang menarik tentang dua keluarga matriarkal, yaitu Demdike dan Chattox, yang saling menghancurkan dengan tuduhan sihir.

Sejumlah sejarawan saat ini percaya bahwa keluarga ini mungkin menyebut diri mereka sebagai tukang sihir. Di tahun 2012, saat memperingati 400 tahun persidangan, jalan setapak sepanjang 82 kilometer bernama Lancashire Witches Walk diresmikan, yang mengarah dari Barrowford ke Kastil Lancaster tempat para tersangka diadili.

Penemuan baru-baru ini di daerah tersebut menemukan mumi kucing di dinding dan sejarawan masih mencari Malkin Tower, rumah yang diduga tempat berkumpul Demdike dan penyihir lainnya.

Baca Juga: 10 Fakta Random dan Unik Tentang Negara-Negara di Dunia, Menakjubkan!

4. Swaziland

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Masih Kental dengan Praktik Perdukunanilustrasi turis di Swaziland (pixabay.com/monginkhosi)

Di Swaziland, perdukunan adalah bisnis yang sedang berkembang pesat di sini. Namun, ada peraturan unik di sini, yaitu penyihir tidak boleh menerbangkan apapun lebih tinggi dari 150 m. Kalau tidak, siapapun yang melanggar pasti akan ditangkap.

Uniknya, batas udara ini ternyata juga berlaku bagi hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan perdukunan, seperti layang-layang, helikopter mainan, drone, dan pesawat mainan. Sampai saat ini, beberapa warga telah ditangkap karena menerbangkan benda-benda di atas batas yang ditentukan, tetapi tidak ada penyihir yang ditangkap karena hal yang sama. Alasannya, karena semua penyihir di Swaziland adalah kelompok yang taat hukum.

5. Arab Saudi

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Masih Kental dengan Praktik Perdukunanilustrasi negara Arab Saudi (pixabay.com/GLady)

Di Arab Saudi, ada hukum yang mengatur tentang sihir dengan ketat. Sistem hukum Arab Saudi mengklasifikasikan ilmu sihir sebagai pelanggaran berat, jadi jika seseorang terbukti melakukan praktik ilmu sihir atau diketahui merupakan seorang penyihir, ini bisa menjadi masalah besar.

Di Arab Saudi, ada kelompok polisi agama yang disebut Mutawa. Selain itu, Arab Saudi memiliki Magical Unit, yaitu unit khusus yang bertanggung jawab menangkap dan mengadili penyihir, beberapa bahkan ada yang dihukum penggal. Hukuman umum lainnya termasuk hukuman penjara dan cambukan di depan umum.

6. Uganda

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Masih Kental dengan Praktik Perdukunanilustrasi orang-orang Uganda sedang menari (unsplash.com/Watoker Derrick Okello)

Dulu, dukun adalah hal yang umum dan diterima di suku Uganda. Namun, kini praktik perdukunan telah menjadi sumber perselisihan di Uganda. Dukun dihormati, ditakuti, namun banyak dicerca. Orang-orang yang memiliki banyak uang akan mendatangi dukun dalam upaya mendapatkan bantuan supernatural untuk mencapai kesuksesan.

Namun, para dukun ini beberapa kali dilaporkan telah menculik anak-anak untuk melakukan pengorbanan yang merupakan bagian penting dari praktik perdukunan. Terkadang, dukun melakukan pembunuhan anak, tapi kadang para dukun ini juga meminta berbagai organ dan bagian tubuh untuk membuat ramuan yang mujarab.

Setiap tahun, sekitar 10-20 anak secara resmi terdaftar sebagai korban sihir, namun jumlah yang tidak dilaporkan mungkin lebih tinggi. Ada juga kasus di mana orangtua secara sadar menyerahkan anak-anak mereka sendiri untuk mendapatkan bantuan ekonomi.

 

Duh, ngeri banget ya? Apalagi banyak praktik perdukunan ini sampai menimbulkan korban jiwa. Kalau kamu, apa kamu percaya atau punya pengalaman dengan praktik perdukunan? Kasih tau di kolom komentar, ya!

Baca Juga: 10 Hal Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Negara-negara Skandinavia

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

a human

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya