Comscore Tracker

Secara Ilmiah, 6 Hewan Ini Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumi

Yuk lebih peka terhadap perilakunya

Sepanjang abad ke-21, terdapat banyak sekali laporan tentang hewan yang tiba-tiba berperilaku aneh sebelum gempa bumi terjadi. Baik hewan liar maupun domestik, banyak dari mereka yang menunjukkan perilaku aneh sesaat sebelum terjadinya gempa bumi, seperti enggan bertelur, meninggalkan sarang, bahkan bersembunyi.

Bukan tanpa alasan, kemampuan ini dimungkinkan lantara hewan memiliki indera yang berbeda dengan manusia, yang memungkinkan mereka merasakan berbagai perubahan pada lingkungannya, seperti perubahan atmosfer, kelembapan, getaran, dan sebagainya.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa hewan yang dapat memprediksi potensi terjadinya gempa bumi.

1. Semut

Secara Ilmiah, 6 Hewan Ini Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumiunsplash.com/Sian cooper

Hal ini dimungkinkan karena semut mampu merasakan gempa bumi dari magnitude 2.0, yang mana umumnya manusia tidak dapat merasakannya. Menurut Weather, sebuah studi yang dilakukan selama tiga tahun tentang semut di Jerman menemukan bahwa sebelum gempa bumi terjadi, semua semut akan meninggalkan gundukan rumah mereka, yang kemungkinan lantaran semut-semut tersebut takut getaran tersebut akan menghancurkan gundukan tanah yang menjadi rumah bagi para semut.

Para peneliti dari Universitas Duisberg-Essen Jerman meyakini bahwa perilaku tersebut ada hubungannya dengan kemampuan semut untuk merasakan perubahan tingkat karbon dioksida dan medan magnet bumi.

2. Oarfish

Secara Ilmiah, 6 Hewan Ini Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumiearthtouchnews.com

Oarfish merupakan ikan besar yang hidup di laut yang dalam sehingga jarang sekali orang yang bisa melihat ikan ini secara langsung. Oleh karenanya, kemunculan Oarfish sering kali diyakini sebagai pertanda akan adanya gempa bumi dan tsunami. Bukan tanpa alasan, menurut laporan Live Science, beberapa saat sebelum gempa besar meluluhlantakkan Jepang pada tahun 2011, sekitar 20 ikan Oarfish ditemukan terdampar di pantai di Jepang. Kasus terdamparnya ikan Oarfish beberapa saat sebelum terjadinya gempa juga terjadi di Chili dan Taiwan pada 2010, serta California pada tahun 2013.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan kuat yang mampu menerangkan hubungan antara kemunculan Oarfish dan terjadinya gempa bumi, tetapi kemungkinan ini lantaran habitat Oarfish yang berada ratusan meter di bawah permukaan laut sehingga ikan ini lebih peka terhadap adanya getaran laut dalam. Selain itu, menurut HJ Walker, dari Scripps Institution of Oceanography di California, getaran di laut seharusnya berpengaruh pada banyak Oarfish raksasa, bukan hanya satu atau dua ekor.

3. Ular

Secara Ilmiah, 6 Hewan Ini Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumiwebmd.com

Mengutip dari National Geographic, kemunculan ular telah digunakan untuk memprediksi gempa sejak setidaknya 373 SM. Masih dari sumber yang sama, pada tahun 1975, para pejabat Cina memerintahkan evakuasi di Haicheng, sebuah kota dengan satu juta penduduk, beberapa hari sebelum terjadinya gempa berkekuatan 7,3 skala Richter. Kala itu, sebelum terjadinya gempa, pemerintah sudah mengamati perilaku aneh sejumlah hewan, salah satunya ular. Akibatnya, hanya sedikit warga yang terluka atau tewas pada peristiwa gempa besar tersebut.

Melansir dari BBC News, para ilmuwan mengatakan bahwa ular dapat merasakan gempa pada jarak 120 km, bahkan 5 hari sebelum gempa itu terjadi. Selain itu, ular disebut sebagai makhluk yang paling sensitif terhadap getaran. Respons yang diberikan ular juga tidak menentu, tapi umumnya mereka akan keluar dari sarang, dan jika gempa yang akan terjadi tersebut besar, ular akan melarikan diri dengan menabrakkan tubuhnya ke tembok.

4. Gajah

Secara Ilmiah, 6 Hewan Ini Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumiunsplash.com/Nam Anh

Menurut catatan The Telegraph, terdapat beberapa kasus di mana gajah tiba-tiba berperilaku aneh sesaat sebelum terjadinya gempa bumi dan tsunami. Kasus ini pernah terjadi di Sri Lanka, India, dan Sumatera, di mana sebelum terjadi gempa bumi dan tsunami, gajah-gajah menjadi lebih emosional, membangkang pada pawangnya, berlari ke bukit, bahkan menangis.

Para ahli percaya bahwa perilaku ini disebabkan lantaran tiga perempat bahasa gajah adalah infrasonik, yaitu suara-suara yang berada di nada rendah yang hampir tidak dapat didengar oleh manusia. Hal ini memungkinkan gajah mendapatkan peringatan dini, yaitu ketika gelombang primer pertama bergerak melalui bumi dari sumber gempa dan mendahului gelombang permukaan sekunder, yang menyebabkan gerakan osilasi yang bertanggung jawab atas kerusakan,
dari jarak beberapa ratus mil.

Terlebih gajah memiliki ketergantungan yang besar pada alam, sehingga gajah sangat sensitif dan dapat bereaksi dengan cepat terhadap perubahan perilaku alam.

Baca Juga: 12 Foto Bumi dari Satelit yang Bikin Kamu Merasa 'Kecil'

5. Kodok

Secara Ilmiah, 6 Hewan Ini Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumieducation.lego.com

Melansir dari BBC Earth News, kodok dapat merasakan gempa dengan jarak 74 km dari pusat gempa. Saat merasakan adanya potensi gempa, kodok tidak akan meletakkan bibit mulai dari periode awal hingga gempa susulan terakhir. Para ahli percaya bahwa kodok ini melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari risiko longsoran batu. Selain itu, para ahli juga mengatakan bahwa kodok merasakan partikel bermuatan atau perubahan gas beberapa saat sebelum terjadinya gempa.

Menurut catatan dari The Telegraph, ribuan katak tampak membanjiri jalan 3 hari sebelum terjadinya gempa bumi dengan Magnitude 7,9 yang menewaskan 70 ribu orang di Sichuan, China pada tahun 2008.

6. Kucing

Secara Ilmiah, 6 Hewan Ini Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumiunsplash.com/Michael Sum

Setelah gempa berkekuatan 9 skala Richter 2011 di Jepang, Hiroyuki Yamauchi dari National Tsing Hua University dan rekannya melakukan survei tentang bagaimana kucing bereaksi sebelum gempa. Survei menemukan bahwa enam hari atau lebih sebelum gempa bumi dahsyat, sejumlah kucing tampak menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti gemetaran, gelisah, dan melarikan diri, serta menjadi lebih mudah stres.

Para peneliti yang terlibat percaya bahwa kucing kemungkinan merasakan gempa sebelumnya karena mereka memiliki jangkauan pendengaran yang lebih luas daripada manusia. Kucing juga dapat mendeteksi perubahan tekanan atmosfer, gravitasi, dan deformasi tanah.

Demikian tadi beberapa hewan yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi. Kalau kamu sendiri, apakah memiliki pengalaman soal perilaku hewan peliharaanmu yang menjadi aneh beberapa saat sebelum gempa bumi?

Baca Juga: 5 Fakta Stormquakes, Fenomena Badai dan Gempa Bumi Bersamaan!

Ekaay Ekaay Photo Community Writer Ekaay Ekaay

Empty

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Just For You