Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
berkik ekor kipas bertengger
berkik ekor kipas bertengger (commons.wikimedia.org/TRinaud)

Intinya sih...

  • Berkik ekor kipas adalah burung lahan basah kecil dari Eropa dan Asia dengan paruh panjang khas.

  • Burung ini terkenal karena suara mengembik mereka saat terbang.

  • Suara itu berasal dari getaran bulu ekor, bukan dari paruh.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat melancong ke lahan basah Eropa dan Asia, kamu gak cuma disuguhi pemandangan apik. Telingamu juga dimanjakan dengan kicauan-kicauan indah. Kalau beruntung, kamu mungkin juga bakal mendengar suara kambing mengembik yang datangnya dari langit! Eh, lho? Suara itu berasal dari seekor burung bernama berkik ekor kipas. 

Berkik ekor kipas atau common snipe merupakan jenis burung perandai berukuran kecil yang hidup di lahan basah Eropa dan Asia. Sepintas, gak ada yang spesial dari burung ini. Mungkin kamuflase mereka yang canggih. Namun, kamu bakal dibuat terpana oleh suara mengembik yang dihasilkan burung ini. Yuk, kenalan lewat tujuh fakta unik burung berkik ekor kipas atau common snipe berikut ini!

1. Apa itu berkik ekor kipas?

berkik ekor kipas di habitat asli (commons.wikimedia.org/Shiv's fotografia)

Berkik ekor kipas atau common snipe (Gallinago gallinago) merupakan jenis burung perandai berukuran kecil yang tersebar di Eropa dan Asia. Burung ini berwarna cokelat bergaris-garis yang membuat mereka terkamuflase sempurna dengan habitat lahan basah, yang jadi tempat tinggal mereka. Berkik ekor kipas merupakan bagian dari keluarga Scolopacidae, keluarga burung perandai yang juga mencakup burung trinil, kedidi, sampai gajahan. Burung berkik seperti berkik ekor kipas unik karena tubuh mereka gemuk dan kekar berkat otot dada yang besar. Paruh mereka sangat panjang dengan mata terletak tinggi di kepala.

2. Berkik ekor kipas berukuran kecil, tapi gemuk

berkik ekor kipas di tempat mencari makan (commons.wikimedia.org/Dûrzan cîrano)

Berkik ekor kipas merupakan burung berukuran kecil, tapi bertubuh gemuk. Mengutip laman Animal Diversity, rata-rata burung ini sepanjang 26,7 sentimeter dengan rentang sayap 39–45 sentimeter. Berat jantan 130 gram, sementara betina sekitar 78–110 gram. Paruh mereka sangat panjang dan ramping, sekitar 6,4 sentimeter, kurang lebih dua kali ukuran kepala. Warna bulu mereka cokelat dengan belang-belang hitam. Pola bulu ini bikin berkik ekor kipas sulit terlihat, kecuali kalau si burung bergerak.

3. Berkik ekor kipas hidup di lahan basah Eropa dan Asia

berkik ekor kipas di balik rerumputan (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Berkik ekor kipas merupakan jenis burung berkik yang ditemukan di Eropa dan Asia. Saat musim dingin, burung yang tinggal di Eropa bermigrasi ke barat Eropa dan Afrika. Sementara, berkik yang tinggal di Asia bermigrasi ke bagian selatan Asia. 

Berkik ekor kipas cuma ditemukan di lahan basah air tawar. Mereka gemar mencari makan di paya, sungai, rawa gambut, dan padang rumput basah. Sarang mereka dibangun di padang rumput kering yang tidak tergenang air, sering kali dekat dengan tempat mereka mencari makan.

4. Paruh berkik ekor kipas dirancang untuk mengorek-orek lumpur

berkik ekor kipas membuka paruh (commons.wikimedia.org/Alpsdake)

Paruh berkik ekor kipas yang panjang dan runcing dirancang khusus untuk mencari makan di lumpur. Mereka mengorek tanah basah atau lumpur dengan paruh untuk menemukan makanan favorit yang berupa cacing tanah, serangga, sampai laba-laba. Tumbuhan dan biji-bijian pun turut dimakan.

Berkik ekor kipas mencari makan mengandalkan sentuhan. Paruh mereka yang panjang punya reseptor penuh saraf di ujung untuk membantu merasakan mangsa mereka jauh di bawah tanah. Kadang, burung ini juga menggunakan getaran kaki untuk mengusik mangsa agar keluar dari tempat persembunyian.

5. Berkik ekor kipas punya sayap spesial

gaya terbang berkik ekor kipas saat mengudara (commons.wikimedia.org/Prasan Shrestha)

Berkik ekor kipas punya bentuk sayap yang istimewa. Sayap mereka runcing dan bersudut. Menurut informasi dari laman Oiseaux-Birds, burung berkik dalam keluarga Scolopacidae umumnya memang punya bentuk sayap seperti panjang dan meruncing. Bentuk sayap ini membuat burung berkik bisa melakukan penerbangan cepat dan langsung. Gak cuma itu, berkik juga punya otot dada yang besar dan berat. Ini diimbangi oleh tulang ringan yang membantu mereka terbang jauh saat bermigrasi.

6. Berkik ekor kipas dijuluki kambing langit

berkik ekor kipas mencari makan (commons.wikimedia.org/Péter Csonka)

Berkik ekor kipas dikenal karena pertunjukan kawin memukau yang dilakukan oleh burung jantan. Pertunjukan ini sering terjadi saat fajar dan senja hari. Jantan terbang tinggi-tinggi, lalu meluncur turun menuju tanah ke arah betina sambil menghasilkan suara unik yang mirip suara kambing mengembik. Dilansir Animalia, suara unik ini membuat berkik ekor kipas dijuluki flying goat atau kambing terbang di Skotlandia dan Finlandia.

7. Suara unik berkik ekor kipas berasal dari ekor

berkik ekor kipas melakukan pertunjukan kawin (commons.wikimedia.org/Kalle Gustafsson)

Suara kambing mengembik yang dihasilkan berkik ekor kipas saat pertunjukan kawin bukan berasal dari paruh atau tenggorokan burung ini. Suara ini berasal dari ekor mereka. Dilansir Oiseaux-Birds, berkik ekor kipas punya ekor bagian luar yang kaku. Saat terbang turun menuju tanah, angin bertiup melalui bulu ekor bagian luar sehingga menghasilkan suara hampa dan berdengung. Bulu ini harus pada sudut 90 derajat terhadap arah terbang untuk bisa menghasilkan suara unik itu. Tampaknya, betina memilih jantan berdasarkan kemampuan menghasilkan suara yang disebut drumming ini. 

Sungguh burung yang unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang berkik ekor kipas atau common snipe? Apa kamu jadi tertarik untuk mendengarkan dan menyaksikan langsung pertunjukan berkik ekor kipas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎