7 Fakta Unik Burung Petrel Tanjung, Merpati Laut dari Lautan Selatan

- Petrel tanjung adalah burung laut khas Lautan Selatan dengan corak hitam putih unik yang menyerupai lukisan.
- Burung ini hidup di laut lepas, bersarang berkoloni di wilayah Antarktika, dan sering mengikuti kapal nelayan untuk mencari makan.
- Dijuluki merpati laut, petrel tanjung piawai terbang rendah di atas laut dan mengandalkan indra penciuman untuk berburu.
Di antara ratusan jenis burung laut yang hidup di laut lepas Lautan Selatan, bisa dibilang burung satu ini jadi salah satu yang unik. Mereka punya corak hitam putih yang khas dan gak dimiliki burung laut lain. Nama burung ini adalah petrel tanjung.
Petrel tanjung atau Cape petrel merupakan salah satu jenis burung laut yang hidup di Lautan Selatan. Burung ini dijuluki merpati laut karena kebiasaan makan mereka yang unik. Seperti apa? Yuk, cari tahu lewat tujuh fakta unik burung petrel tanjung berikut ini!
1. Apa itu petrel tanjung?

Petrel tanjung (Daption capense) adalah jenis burung laut yang hidup di Lautan Selatan atau Samudra Antarktik. Mereka tampil unik dengan bercak hitam putih yang mencolok pada tubuh mereka. Mereka juga dikenal dengan nama pintado petrel. Adapun, pintado merupakan kata dalam bahasa Spanyol yang berarti 'painted' atau 'bercat'. Nama ini merujuk pada pola hitam putih mereka yang terlihat seperti dicat atau dilukis.
Petrel tanjung cukup berbeda sehingga ditempatkan dalam genus tersendiri: Daption. Nama Daption berasal dari kata Yunani kuno yang berarti 'pemangsa kecil'. Menurut informasi dari laman Animalia, petrel tanjung berkerabat dekat dengan petrel raksasa (Macronectes) dan petrel camar (Fulmarus).
2. Petrel tanjung punya corak lukis yang khas

Petrel tanjung tergolong burung laut yang berukuran kecil. Dicatat laman Animalia, panjang burung ini sekitar sekitar 34—40 sentimeter. Rentang sayap mereka hanya mencapai lebar 90 sentimeter.
Meski ukuran mereka kecil, petrel tanjung tampil sebagai satu-satunya jenis burung laut yang bercorak khas. Mereka terlihat mencolok dengan kepala hitam dan bagian bawah putih. Pada sayap atas, punggung, dan ekor dihiasi bercak-bercak hitam dan putih. Populasi petrel tanjung yang berkembang biak di Selandia Baru cenderung lebih gelap dengan lebih sedikit warna putih pada bulu mereka.
3. Petrel tanjung hidup di laut lepas Lautan Selatan

Di luar musim kawin, petrel tanjung menghabiskan seluruh waktu mereka di laut lepas. Mereka tersebar secara luas di Lautan Selatan mengikuti arus dingin. Spesies ini tersebar lebih luas di Lautan Selatan dibandingkan petrel-petrel lain, seperti petrel antarktika (Thalassoica antarctica) dan petrel camar (Fulmarus). Gak jarang, petrel tanjung menjelajah sampai ke Angola dan Kepulauan Galapagos. Menurut laman Oceanwide Expedition, nama tanjung juga merujuk pada Tanjung Harapan atau Cape of Good Hope, Afrika Selatan, lokasi spesies ini pertama kali diidentifikasikan.
Menurut laman Oiseaux-Birds, petrel tanjung biasa ditemukan di perairan dingin di luar landas kontinen. Mereka menghindari wilayah lautan yang diselimuti lapisan es. Namun, burung ini sering terlihat berkeliaran di sekitar gunung es.
4. Petrel tanjung bersarang di dalam koloni

Petrel tanjung berkembang biak di pulau-pulau Antarktika dan pulau-pulau sub-Antarktika. Menurut laman Birds of the World, tempat berkembang biak mereka berupa tebing atau lereng berbatu. Mereka bersarang ramai-ramai di dalam koloni bersama burung laut lain.
Petrel tanjung membangun sarang yang terbuat dari kerikil di bawah bebatuan yang menjorok atau di celah bebatuan untuk perlindungan. Di sarang ini, petrel tanjung menghasilkan sebutir telur berwarna putih. Lucunya, petrel tanjung sering gak bisa mengenali telur mereka sendiri. Seperti yang diungkapkan Australian Antarctic Program, burung ini pernah kedapatan mengasuh anak burung petrel salju (Pagodroma nivea).
5. Petrel tanjung suka berkelompok mengikuti kapal nelayan

Petrel tanjung merupakan hewan yang sangat suka berkelompok, baik saat bersarang maupun mencari makan. Burung ini sering terlihat dalam jumlah besar sampai ratusan ekor mengikuti kapal nelayan untuk mengambil sisa-sisa ikan yang dibuang nelayan ke laut. Gak jarang juga, burung ini mengikuti mamalia laut, seperti paus. Meski kedengaran kompak, petrel tanjung sangat agresif saat mencari makan. Mereka gak segan-segan menyemburkan minyak perut mereka ke pesaing, bahkan ke sesama spesies sendiri.
6. Petrel tanjung dijuluki merpati laut

Petrel tanjung aktif mencari makan pada siang dan malam hari. Mereka mengandalkan indra penciuman untuk menemukan makanan. Sekitar 80 persen menu makanan mereka berupa krustasea, ikan, dan cumi-cumi. Makanan favorit mereka adalah kril.
Selain mengikuti kapal nelayan dan mamalia laut, petrel tanjung juga punya teknik berburu mereka sendiri. Burung laut ini menangkap sebagian besar mangsa mereka di permukaan laut. Mereka memungut makanan di permukaan seperti burung merpati. Burung ini sering terlihat aktif dan sibuk mematuk ke depan dan ke samping sambil duduk mengapung di air. Jadi, gak heran kalau burung ini juga dijuluki Cape pigeon atau merpati tanjung karena kebiasaan mereka mematuk-matuk air ini.
7. Petrel tanjung jago terbang

Gaya terbang petrel tanjung lumayan khas. Seperti yang diungkapkan laman Oiseaux-Birds, petrel tanjung merupakan penerbang yang sangat cepat. Penerbangan mereka sering kali dilakukan rendah di atas permukaan air. Burung ini terbang dengan kepakan sayap lebih banyak dan luncuran lebih pendek bila dibandingkan dengan petrel camar. Saat terbang jarak jauh, misalnya ke tempat berkembang biak atau saat migrasi musim dingin, minyak perut mereka digunakan sebagai sumber nutrisi selagi terbang.
Sungguh burung laut yang menarik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung petrel tanjung? Setujukah kamu kalau corak pada burung ini sangat unik dan cantik?


















