Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Pelejang, Burung Pantai yang Hidup di Gurun Gersang
burung pelejang somalia di habitat aslinya (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)
  • Burung pelejang adalah burung pantai unik yang justru hidup di gurun Dunia Lama, beradaptasi dengan lingkungan kering dan gersang melalui warna tubuh mirip tanah untuk kamuflase.
  • Masuk famili Glareolidae bersama burung terik, pelejang punya kaki panjang untuk berlari cepat serta paruh melengkung guna menangkap serangga di malam hari.
  • Burung ini bertelur langsung di tanah tanpa sarang rumit; telur dan anaknya memiliki corak menyerupai bebatuan gurun agar sulit terlihat predator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung satu ini mirip burung pantai pada umumnya. Tubuhnya ramping dan kakinya panjang. Anehnya, kalau burung pantai umumnya hidup di dekat air, burung ini malah hidup di gurun. Namanya, burung pelejang.

Burung pelejang atau courser merupakan jenis burung pantai unik yang hidup di wilayah gurun Dunia Lama. Dikarenakan pilihan habitatnya yang gak biasa ini, burung pelejang punya banyak adaptasi unik. Yuk, kenalan dengan burung ini lewat 7 fakta burung pelejang atau courser yang perlu kamu tahu berikut ini!

1. Burung pantai yang senang di gurun

burung pelejang biasa di habitat aslinya (commons.wikimedia.org/thibaudaronson)

Burung pelejang atau courser merupakan jenis burung pantai yang mendiami wilayah gurun Dunia Lama. Burung pantai umumnya hidup di tepi perairan seperti pantai atau pesisir, mencari makan dengan cara merandai atau mengarungi paparan lumpur. Burung pelejang sangat unik dalam hal ini karena lebih memilih tinggal di lingkungan yang kering dan gersang. Namun, ini bukan satu-satunya keunikan yang dimiliki burung pelejang.

2. Satu famili dengan burung terik asia

sepasang pelejang kalung-tiga berkamuflase (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Burung pelejang merupakan bagian dari famili Glareolidae. Di famili ini, burung pelejang berkerabat dengan burung terik (pranticole). Salah satu jenisnya, terik asia (Glareola maldivarum), menjadikan Indonesia sebagai tujuan migrasi dan sering terlihat di area persawahan.

Kedua jenis burung ini memang punya tampilan khas burung pantai, tapi paruhnya runcing dan melengkung unik ke bawah. Lubang hidungnya juga ada di bagian pangkal. Kalau burung terik berkaki lebih pendek, burung pelejang berkaki lebih panjang untuk berlari kencang.

3. Warna cokelatnya mirip tanah gurun

sepasang burung pelejang biasa di habitat aslinya (commons.wikimedia.org/Haytem93)

Burung pelejang merupakan burung yang bertubuh tinggi nan ramping. Postur tubuhnya tegak dengan sepasang kaki yang panjang. Hampir semua jenisnya berwarna kecokelatan mirip tanah.

Burung pelejang tergolong burung berukuran sedang. Jenis burung pelejang terbesar yakni pelejang sayap-perunggu (Rhinoptiulus chalcopterus) yang dicatat laman Birds of the World memiliki panjang 25—29 sentimeter dan berat 91—220 gram. Sementara jenis terkecilnya sekaligus yang tersebar paling luas yaitu pelejang Temminck (Cursorius temminckii) dengan panjang 19—21 sentimeter dan berat 70 gram.

4. Tak terlihat di tanah, tapi mencolok di udara

tampilan mencolok burung pelejang saat mengudara (commons.wikimedia.org/Mildeep)

Seperti yang diterangkan sebelumnya, semua jenis burung pelejang berwarna cokelat mirip tanah. Tiap jenisnya punya pola dan corak unik sesuai dengan tempat tinggalnya. Warna dan corak bulu ini berfungsi sebagai kamuflase di habitat gurun.

Contohnya burung pelejang dari marga Rhinoptilus. Burung pelejang di marga ini sangat mudah dikenali dari garis-garis hitam-putih khas yang membentang dari belakang mata sampai tengkuk. Bukan sekadar hiasan, menurut penjelasan laman BioDB, pola ini bisa menyamarkan bentuk si burung di habitat gurun supaya tidak begitu mencolok di mata predator ataupun mangsanya.

Menariknya, meski membaur sempurna di tanah, burung pelejang sangat mencolok saat terbang di udara. Burung-burung ini punya kontras mencolok antara bulu sayap yang hitam dan bulu tubuhnya yang kecokelatan. Kontras ini ternyata berguna sebagai sinyal sosial sekaligus bantu mengejutkan predator saat melarikan diri.

5. Lebih sering berteduh di siang hari

potret keluarga burung pelejang india (commons.wikimedia.org/Shiv's fotografia)

Sebagai burung yang tinggal di gurun, gak mengherankan kalau burung pelejang jarang terlihat lalu-lalang di siang hari. Ya, burung pelejang bersifat nokturnal. Saat matahari sedang panas-panasnya, burung ini gak pernah jauh dari tempat berteduh yang sejuk. Sepasang burung atau sekeluarga burung pelejang sering terlihat bertengger dan berteduh di bawah naungan semak di siang hari.

6. Aktif berburu serangga di malam hari

pelejang kalung-ganda di habitatnya (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Nah, begitu senja turun, barulah burung pelejang beraksi mencari makan. Burung ini dibekali sepasang kaki panjang yang digunakan untuk berlari mengejar mangsanya di darat. Nama burung pelejang dalam bahasa Inggris, courser, diambil dari kata kursor dalam bahasa Latin yang berarti "pelari."

Burung pelejang bisa santai berlari jarak jauh untuk menangkap serangga yang mencoba kabur. Paruh melengkungnya juga bantu si burung memungut serangga dan makhluk kecil lain dari tanah dengan cepat dan akurat. Kalau kamu mengamati burung pelejang berburu, kamu tahu kalau burung pelejang memang burung perandai. Burung ini mencari makan dengan irama lari-berhenti seperti yang umum dilakukan berbagai jenis burung cerek (plover).

7. Telurnya diletakkan begitu saja di tanah

induk burung pelejang Temminck bersama dua anaknya (commons.wikimedia.org/Chandres)

Dikarenakan habitatnya terbuka dan gak banyak pepohonan, burung pelejang gak punya pilihan lain selain bertelur di atas tanah. Sarangnya sangat sederhana, cuma berupa cekungan di atas tanah. Telur-telurnya diletakkan begitu saja di sarangnya itu.

Namun, kamu gak perlu khawatir. Gak cuma burung pelejang dewasa saja yang dibekali kemampuan kamuflase. Menurut laman BioDB, telur dan anak burung pelejang juga punya corak mirip tanah bebatuan di sekitarnya yang membuatnya sulit terlihat di hamparan gurun berbatu. Beberapa jenis burung pelejang bahkan sengaja bertelur di dekat kotoran hewan yang warnanya mirip seperti telurnya.

Sungguh burung yang unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang . burung pelejang atau courser? Apa kamu tertarik untuk menguji kejelianmu dan coba mendeteksi burung ini di habitat aslinya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team