Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Halichoeres bivittatus, Ikan dengan Nama yang Tak Senonoh
potret Halichoeres bivittatus di area pasir (commons.wikimedia.org/Brian Gratwicke)
  • Halichoeres bivittatus adalah ikan keling dengan tubuh memanjang.
  • Ikan ini tergolong karnivor dan hidup di terumbu karang.
  • Nama Inggris mereka adalah slippery dick karena tubuh mereka dapat menghasilkan kelenjar licin untuk melarikan diri dari predator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Halichoeres bivittatus merupakan sosok ikan yang masih masuk dalam keluarga ikan keling atau wrasse (famili Labridae). Ikan laut yang satu ini memiliki tubuh yang memanjang, sisik dengan perpaduan warna yang berbeda tergantung usia mereka, dan rahang yang dilengkapi dengan gigi tajam. Secara ukuran, Halichoeres bivittatus terbilang ikan berukuran kecil karena memiliki panjang 22—35 cm dengan bobot 146 gram.

Pada kesempatan kali ini, kita akan berkenalan dengan salah satu spesies ikan keling ini. Ada fakta tentang nama mereka dalam bahasa Inggris yang sebenarnya agak nyeleneh. Penasaran, kan? Yuk, cari tahu jawaban lengkapnya di bawah ini!

1. Peta persebaran, habitat, dan makanan favorit

Halichoeres bivittatus yang sedang berenang di antara karang laut (commons.wikimedia.org/Paul Asman and Jill Lenoble)

Halichoeres bivittatus memiliki peta persebaran yang cukup luas. Secara spesifik, mereka menghuni perairan sekitar Samudra Atlantik yang meliputi Amerika Utara dan Amerika Selatan. Selain itu, ikan keling ini juga ditemukan di kawasan Kepulauan Karibia, Amerika Tengah, Teluk Meksiko, hingga pulau-pulau kecil di antara wilayah-wilayah tersebut.

Dilansir Smithsonian Tropical Research Institute, Halichoeres bivittatus tinggal di terumbu karang, kawasan rumput laut, hingga pasir dan batuan di dasar laut. Mereka merupakan penghuni laut dangkal karena biasanya mudah ditemukan di kedalaman 0—59 meter di bawah permukaan laut. Meski berukuran kecil, ikan keling yang satu ini tetap mematok wilayah masing-masing dan selalu berpatroli untuk melindungi wilayah tersebut.

Untuk urusan makanan, ternyata Halichoeres bivittatus tergolong ikan karnivor. mereka mengonsumsi berbagai jenis kepiting, ikan kecil, bulu babi, polychaeta, ophiuroid, dan gastropoda. Untuk memperoleh makanan, ikan ini akan mencari target di sekitar terumbu karang dan menyerang target tersebut dengan agresif.

2. Jangan kaget dengan nama ikan ini!

Halichoeres bivittatus yang berhasil dipancing (commons.wikimedia.org/JamesLaFontaine)

Penamaan Halichoeres bivittatus dalam bahasa Inggris terbilang cukup unik karena mereka dipanggil dengan nama slippery dick. Ya, nama yang tak senonoh itu memang jadi sebutan bagi ikan keling yang satu ini. Dilansir Lamar University, nama ikan ini diperoleh karena tubuh mereka dapat menghasilkan semacam kelenjar licin yang berfungsi untuk melarikan diri dari kejaran predator. Selain itu, kelenjar licin ini juga sangat bermanfaat untuk kabur dari tangan atau jaring ketika mereka tertangkap oleh nelayan.

Sayangnya, tidak ada data yang menyebut penamaan ikan ini dalam bahasa Indonesia. Namun, karena kedengarannya kurang pantas, kita tidak akan menyebut nama dalam bahasa Inggris dari ikan ini untuk sisa pembahasan. Jadi, ikan keling yang satu ini akan tetap ditulis dalam nama ilmiah mereka, Halichoeres bivittatus, ya!

3. Termasuk ikan yang agresif

Halichoeres bivittatus sedang bersama ikan lain di dasar laut. (commons.wikimedia.org/Paul Asman and Jill Lenoble)

Mirip seperti beberapa spesies ikan keling lain, Halichoeres bivittatus memiliki temperamen yang buruk. Dilansir Reef App, ikan ini tak segan menyerang ikan lain, terutama yang berukuran lebih kecil jika melintas di sekitar mereka. Sifat agresif ini yang jadi alasan kalau sebenarnya Halichoeres bivittatus tidak cocok untuk dijadikan sebagai ikan pengisi akuarium.

Meski begitu, beberapa pencinta ikan laut kadang tetap mencoba memelihara ikan ini di akuarium. Dibalik ukuran mereka yang kecil, Halichoeres bivittatus ternyata harus tinggal di akuarium dengan ukuran relatif besar saat sudah dewasa. Hal ini diperlukan supaya ikan ini memiliki ruang sendiri dan tidak tinggal terlalu berdekatan dengan ikan lain. Jika populasi di akuarium terlalu padat, Halichoeres bivittatus tak akan segan untuk menyerang penghuni lain.

4. Sistem reproduksi

Halichoeres bivittatus yang sedang bersama ikan lain (commons.wikimedia.org/Paul Asman and Jill Lenoble)

Salah satu hal menarik dari Halichoeres bivittatus ialah fakta kalau mereka merupakan jenis ikan hermafrodit. Artinya, ikan ini memiliki dua jenis kelamin saat baru lahir dan tetap berfungsi. Bedanya, Halichoeres bivittatus pasti terlahir sebagai betina dan kemudian beberapa di antara mereka akan berubah menjadi jantan saat dewasa.

Nah, uniknya, ada perbedaan ciri fisik antara Halichoeres bivittatus yang akan tetap menjadi betina dan yang akan berubah menjadi jantan. Private Scuba melansir kalau ikan keling yang tetap menjadi betina saat dewasa memiliki warna tubuh yang cukup polos, yakni putih dan garis hitam dengan sedikit pola berwarna merah muda. Sementara, individu yang memutuskan berubah menjadi jantan memiliki warna tubuh yang lebih menarik lewat sisik putih kehijauan dengan garis berwarna merah muda, biru, dan kuning.

Musim kawin bagi ikan ini berlangsung antara Mei hingga Juni. Pada saat itu, jantan akan berkumpul, mempertontonkan warna tubuh mereka yang menawan kepada betina, kemudian kawin. Sayangnya, tidak ada data yang menyebut tentang berapa jumlah telur yang dihasilkan, berapa lama masa inkubasi yang dijalani, hingga bagaimana cara anak Halichoeres bivittatus menjalani hidup pada fase awal setelah menetas.

5. Status konservasi

Halichoeres bivittatus jantan tertangkap dan dibawa ke daratan. (commons.wikimedia.org/JamesLaFontaine)

Dalam catatan IUCN Red List, Halichoeres bivittatus masih tergolong hewan dengan kekhawatiran rendah (Least Concern). Meski tren populasi mereka tidak disebutkan, jumlah mereka di alam masih terbilang besar. Sebab, ikan yang satu ini masih cukup mudah untuk ditemukan di sepanjang peta persebaran mereka.

Kalaupun ada sesuatu yang dapat menjadi ancaman bagi mereka, jawabannya klasik. Dilansir Private Scuba, Halichoeres bivittatus harus menghadapi masalah yang sama seperti ikan lain di laut. Pencemaran laut akibat aktivitas manusia pasti akan memengaruhi populasi ikan keling ini pada masa mendatang. Selain itu, erosi dan kerusakan terumbu karang juga semakin memburuk di sekitar habitat alami ikan ini.

Jadi, itu tadi beberapa fakta dari ikan dengan nama yang agak nyeleneh dalam bahasa Inggris tersebut. Siapa sangka kalau alasan di balik nama unik ikan yang satu ini justru berasal dari mekanisme mereka mempertahankan diri dari predator ataupun manusia yang mencoba menangkap mereka. Kalau menurutmu, kira-kira apa nama yang cocok bagi ikan ini dalam bahasa Indonesia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎