Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Iguanidae, Famili Kadal Besar yang Suka Makan Sayur
Iguanidae (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Iguanidae merupakan famili kadal yang cukup terkenal dan mudah dikenali. Pertama, ia terdiri atas berbagai kadal terkenal macam iguana hijau, iguana laut, dan chuckwalla. Kedua, kadal dari famili ini memiliki tubuh besar, ekor tajam, gigi tajam, cakar runcing, dan duri yang tersebar di seluruh tubuhnya. Tapi jangan salah, dibalik penampilannya yang sangar ternyata Iguanidae lebih suka memakan material tanaman, lho. Alhasil, manusia tidak masuk ke menu makanan kadal ini. Selain makanan dan ciri fisik, famili Iguanidae juga menyimpan fakta menarik lain yang beberapa diantaranya akan segera kita bahas!

1. Terdiri atas kadal-kadal berukuran besar

Iguanidae (commons.wikimedia.org/Topi Pigula)

Dilansir Britannica, famili Iguanidae terdiri atas sekitar 700 spesies dan 40 genera. Jika berbicara ukuran, ada genus Anolis yang ukurannya hanya beberapa puluh centimeter. Di sisi lain, ada juga genus Iguana yang bisa tumbuh hingga lebih dari 1 meter. Spesifiknya, beberapa spesies seperti Amblyrhynchus cristatus mampu tumbuh hingga 1,3 meter. Tak mau kalah, ukuran maksimal Conolophus subcristatus bisa mencapai 1,5 meter. Terakhir, Iguana iguana jadi yang terbesar dengan panjang maksimal 2 meter.

Nah, karena ukurannya yang besar, mereka cukup berbahaya dan harus dihindari. Sebagai contoh, iguana hijau dipersenjatai dengan cakar melengkung, gigi bergerigi, rahang kuat, dan ekor layaknya pecut. Cakar tajam bisa menggores kulit manusia, gigi bergerigi yang tajam bisa merobek kulit dan daging, dan ekor pecut mampu melukai kulit dengan cukup dalam. Jika luka yang didapat cukup parah, maka korban harus dibawah ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

2. Makanan utamanya mencakup sayuran dan hewan kecil

Iguanidae (commons.wikimedia.org/Graham Crumb)

Laman Animalia menjelaskan kalau secara umum Iguanidae merupakan hewan omnivor yang bisa memakan apapun. Pertama, ada spesies yang sangat suka memakan invertebrata, seperti serangga dan arthropoda. Di sisi lain, ada juga spesies vegetarian seperti iguana hijau yang makanan utamanya adalah buah, bunga, dedaunan, dan sayuran. Makanan iguana air juga unik, yaitu alga yang ada di dalam laut. Terakhir, moluska dan kadal kecil juga bisa dimakan oleh hewan ini.

Dalam berburu, tiap spesies mengandalkan strategi yang bereda. Dalam hal ini, ada spesies yang mampu memanjat pohon dalam upaya mencari buah-buahan. Namun ada juga spesies yang bisa berenang di laut hingga kedalaman 12 meter untuk mencari alga. Kemudian, spesies kecil seperti anole justru sangat pandai berkamuflase dan mengendap-endap saat berburu seranga.

3. Jadi spesies invasif yang cukup merugikan

Iguanidae (commons.wikimedia.org/Wilfredor)

Jika kamu belum tahu, spesies invasif merupakan spesies yang bukan spesies asli dan memberikan dampak negatif secara luas di lingkungan barunya, jelas NOAA. Secara khusus, spesies invasif bisa membunuh spesies lokal, mampu menyebarkan penyakit, mampu bersaing dengan spesies lokal, bahkan sanggup melumpuhkan ekonomi di suatu negara. Lebih lanjut, iguana hijau dan anole hijau jadi beberapa spesies invasif yang berasal dari famili Iguanidae.

Tercatat, iguana hijau jadi spesies invasif di Amerika Serikat dan beberapa wilayah Asia. Di sisi lain, anole hijau jadi spesies invasif di Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa daerah lain. Karena merupakan spesies invasif yang merugikan, mereka harus dimusnahkan di daerah-daerah tersebut. Jika dibiarkan berkeliaran, maka keseimbangan ekosistem akan rusak dan kehidupan manusia juga akan terkena dampaknya.

4. Daerah tropis jadi habitat utama Iguanidae

Iguanidae (commons.wikimedia.org/Patrick Alexander)

Seperti kebanyakan kadal, Iguanidae sangat suka hidup di wilayah tropis yang kaya akan pepohonan, sumber air, makanan, dan memiliki curah hujan yang tinggi. Tercatat, kadal ini bisa dijumpai di Amerika Serikat, Amerika Selatan, Kepulauan Galapagos, Oseania, dan Asia, jelas iNaturalist. Habitatnya juga beragam, ada yang tinggal di gurun pasir, daerah kering, hutan hujan tropis, pegunungan, pinggir pantai, pepohonan, area lembab, kebun, bebatuan, taman, sampai area pemukiman. Karena hal tersebut, tak jarang manusia berjumpa dengan kadal ini. Di beberapa kesempatan manusia juga berkonflik dengan Iguanidae yang mana sering berakhir dengan dibunuhnya kadal ini oleh manusia.

5. Sering dipelihara oleh pecinta reptil

Iguanidae (commons.wikimedia.org/Andrew Mercer)

Berbagai sumber menjelaskan kalau Iguanidae cukup populer sebagai peliharaan, khususnya bagi pecinta reptil. Ukurannya yang tidak terlalu besar, perawatannya yang mudah, warnanya yang cantik, dan perawakannya yang sangar jadi daya tarik tersendiri. Tapi kamu tak boleh sembarangan memeliharanya. Jika kamu seorang pemula, mulailah memelihara spesies berukuran kecil seperti anole. Spesies berukuran besar seperti iguana hijau dan chuckwalla sama sekali tidak cocok untuk pemula.

Untuk memelihara kadal ini, kamu juga harus memerhatikan banyak hal. Pertama, pastikan kamu mampu menyediakan kandang yang bersih dan nyaman. Kedua, siapkan makanan yang bergizi dan bernutrisi. Tak lupa, kamu juga harus paham dengan karakter peliharaanmu. Hal tersebut sangat penting untuk mencegah hal-hal buruk seperti serangan hewan terhadap pemiliknya.

Iguanidae bukanlah kadal biasa, sebaliknya kadal ini ternyata cukup berbeda dari kadal lain. Sebagai contoh, ia memiliki banyak spesies dengan ukuran yang berbeda. Kadal ini juga bukanlah karnivor dan justru merupakan omnivor yang sering memakan serangga sampai sayuran. Kemudian, Iguanidae juga bisa dijumpai di wilayah tropis yang curah hujannya tinggi. Ia juga bisa dipelihara, namun kamu harus hati-hati karena beberapa spesies Iguanidae cukup berbahaya dan bisa melukai manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team