sekumpulan pohon aspen bergetar (commons.wikimedia.org/Scott Catron)
Sayangnya, Pando mengalami penurunan drastis. Menurut sebuah studi yang dilansir jurnal PLOS One pada 2018 lalu, gambar udara yang diambil selama 72 tahun terakhir menunjukkan tanda-tanda penurunan pada Pando. Beberapa tanda ini di antaranya adanya celah-celah besar di antara kanopi dan batang-batang tua yang tidak digantikan oleh batang lebih muda.
Studi tersebut menemukan kalau penyebab penurunan ini ialah hewan-hewan yang memakan tunas Pando. Mengutip laman Live Science, biang keladinya ialah rusa bagal atau mule deer (Odocoileus hemionus) dan hewan ternak yang memamah biak di Hutan Nasional Fishlake. Mereka memakan pucuk pohon muda dan membunuh tunas baru lebih cepat dari laju pertumbuhan Pando.
Rusa bagal sebenarnya memiliki predator yang bertugas mengendalikan populasinya. Ada serigala, beruang, dan singa gunung di area Hutan Nasional Fishlake. Sayangnya, manusia sudah banyak memusnahkan predator-predator tersebut. Bila tidak menemukan cara untuk melindungi Pando, bukan tidak mungkin kalau organisme tunggal terbesar di dunia ini bakal punah begitu saja.
Semoga saja Pando bisa lebih lestari, ya? Setelah mengenal lebih jauh, bagaimana pendapatmu tentang Pando sebagai organisme tunggal terbesar di dunia? Apa kamu tertarik untuk jalan-jalan ke Hutan Nasional Fishlake di Utah untuk melihat Pando secara langsung?