Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    bebek pualam bersiap menyelam
    bebek pualam bersiap menyelam (commons.wikimedia.org/Francis C. Franklin)

    Bebek satu ini bukan bebek biasa. Ia punya corak bulu yang mengingatkanmu pada mulusnya batu pualam. Sifat bebek ini pun kalem dan gak agresif. Namanya adalah bebek pualam. 

    Bebek pualam atau marbled duck merupakan jenis bebek berukuran kecil yang bisa kamu jumpai di lahan basah Afrika, Eropa, dan Asia. Bebek tampil beda dengan corak bulu yang gak ditemukan pada bebek liar lain. Tahukah kamu bebek pualam bangun sarang berbentuk gubuk? Simak fakta unik bebek pualam atau marbled duck yang perlu kamu tahu berikut ini!

    1. Apa itu bebek pualam?

    bebek pualam berenang (commons.wikimedia.org/Francis C. Franklin)

    Bebek pualam atau marbled duck (Marmaronetta angustirostris) merupakan jenis bebek berukuran kecil yang dikenal dari warna bulunya yang gak biasa. Bercak-bercak di bulunya mengingatkan kita pada batu pualam atau marmer yang halus. Bebek pualam dulu banyak berbiak di wilayah Mediterania, tapi kini tersebar secara tidak merata di Afrika Utara, Eropa, sampai selatan Asia.

    2. Bebek pualam berukuran kecil dan mudah dikenali

    bebek pualam berenang (commons.wikimedia.org/Dick Daniels)

    Bebek pualam tergolong bebek berukuran mini. Dicatat laman Oiseaux Birds, bebek pualam sepanjang 38—48 sentimeter dengan berat 450—590 gram. Rentang sayapnya gak lebih dari 67 sentimeter. 

    Meski ukurannya kecil, bebek pualam punya warna yang memukau. Bulunya abu-abu kecokelatan dengan bercak-bercak pucat yang mencolok. Ia juga punya jambul di atas kepala yang terlihat jelas pada jantan. 

    Menariknya, umumnya bebek liar punya sepetak bulu berwarna spesial pada sayap. Hal ini gak berlaku bagi bebek pualam. Sayapnya terlihat pucat tanpa pola yang mencolok. Alhasil, bebek ini sangat mudah dikenali, bahkan saat terbang sekalipun.

    3. Bebek pualam gak bisa jauh-jauh dari lahan basah

    bebek pualam berenang (commons.wikimedia.org/Mehmet Karatay)

    Di seluruh wilayah persebarannya, bebek pualam sering dijumpai di lahan basah. Bebek ini sudah toleran dengan berbagai jenis lahan basah, baik yang alami maupun yang buatan manusia. Selama lahan basah itu memiliki perairan dangkal, maka bebek pualam bisa ditemukan di sana.

    Yang pasti, bebek pualam suka lahan basah berair payau dan tawar. Vegetasinya juga harus terstruktur dengan baik. Harus ada vegetasi air yang muncul di permukaan. Saat musim dingin, bebek pualam lebih sering terlihat di perairan terbuka.

    4. Bebek pualam sifatnya kalem

    sepasang bebek pualam (commons.wikimedia.org/Matěj Baťha)

    Gak seperti bebek pada umumnya, bebek pualam tidak teritorial. Sifatnya kalem dan tidak agresif. Ia suka hidup berkelompok dengan yang lain, biasanya terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil. Saat musim dingin, bebek ini terlihat membentuk kawanan yang lebih besar. 

    Bebek pualam sering terlihat aktif saat fajar dan senja hari. Siang harinya dihabiskan di antara tumbuhan yang muncul di permukaan air atau sekadar beristirahat di cabang-cabang yang sebagian terendam.

    5. Bebek pualam suka makan lalat

    bebek pualam bertengger (commons.wikimedia.org/Amaury Laporte)

    Bebek pualam suka makan tumbuhan yang tersedia di lahan basah, serta invertebrata seperti lalat, kumbang, sampai krustasea. Menurut informasi dari laman Oiseaux.net, lalat jadi menu makanan utama sebelum dan selama musim kawin. Anak-anaknya juga sangat suka makan lalat. Setelah periode musim kawin, menu makanannya lebih sering diisi dengan biji-bijian dari jenis teki-tekian. 

    Seperti bebek pada umumnya, bebek pualam mencari makan dengan cara menyaring lumpur dengan paruh yang memiliki lamela. Ia kadang mengaduk-aduk lumpur dan mematuk-matuk permukaan untuk mengusik mangsanya. Sesekali, bebek pualam juga terlihat menyelam, meski tidak dalam atau lama.

    6. Bebek pualam betina bangun sarang bak gubuk

    Bebek pualam bertengger di batang kayu. (commons.wikimedia.org/Matěj Baťha)

    Begitu musim kawin tiba, betina mulai membangun sarang di tanah yang dekat dengan air. Sarangnya juga tersembunyi di balik akar, semak-semak, atau rumpun. Gak jarang, sarang bebek pualam terlihat seperti gubuk yang tertutup akar. Terkadang, ada semacam terowongan atau lorong di pintu masuknya. 

    Di sarang ini, betina hasilkan 9—14 butir telur. Menurut laman Birds of the World, jumlah telur yang banyak seringkali termasuk telur yang diletakkan betina lain. Beberapa pualam betina biasanya memang bertelur di sarang yang sama atau di dekat pintu masuk. Seringkali telur menutupi lantai lorong sarangnya.

    7. Bebek pualam kehilangan lahan basah yang makin menipis

    bebek pualam berenang (commons.wikimedia.org/Francis C. Franklin)

    Meski dulu jumlahnya melimpah, kini bebek pualam termasuk jenis hewan yang hampir terancam punah atau near threatened. Keberadaan bebek ini terancam oleh perusakan dan degradasi lahan basah. Selain itu, bebek pualam juga harus menghadapi perburuan dan penangkapan ilegal sampai keracunan timbal dan polusi. Menurut informasi dari BirdLife DataZone, bebek cantik ini sudah punah di Turki dan Georgia. Tren populasinya secara global pun tengah mengalami penurunan. 

    Ini jadi salah satu alasan betapa pentingnya keberadaan habitat lahan basah di bumi. Bila lahan basah menipis, banyak spesies yang hidup di dalamnya akan kesulitan berbiak dan mencari makan. Semoga saja keberadaan bebek pualam dan lahan basah yang jadi tempat tinggalnya bisa lebih terjaga, ya? 

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team