Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Menarik Burung Kea, Satu-satunya Parrot Gunung di Dunia

burung kea
burung kea (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg. NZ)
Intinya sih...
  • Burung kea hanya ditemukan di South Island, Selandia Baru, hidup di hutan beech dan berpindah lokasi sesuai musim.
  • Kea adalah satu-satunya parrot gunung di dunia, omnivora dengan bentuk paruh melengkung yang unik.
  • Nama burung kea berasal dari mitologi Yunani dan suku Maori, serta memiliki bulu yang terlihat dalam spektrum UV.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu mendengar tentang burung kea? Burung ini adalah salah satu spesies parrot yang cerdas dengan rasa keingintahuan yang tinggi dan sayangnya, sangat terancam punah. Walaupun keberlangsungan hidup populasinya kini tengah terancam, perilaku unik dan ceria dari burung ini membuat mereka menjadi salah satu burung yang paling menarik di dunia.

Burung kea (Nestor notabilis) merupakan salah satu dari sembilan spesies parrot endemik Selandia Baru. Mereka memiliki bulu berwarna hijau dengan gradiasi warna yang cantik dan khas. Mereka juga merupakan satu-satunya parrot gunung di dunia, lho! Simak fakta menarik burung kea di bawah ini, yuk!

1. Burung endemik Selandia Baru

burung kea
burung kea (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg. NZ)

Nestor notabilis hanya dapat ditemukan di South Island, Selandia Baru. Spesies burung ini hidup di lembah berhutan dan hutan beech selatan di ketinggian 600 hingga 2.000 meter. Apa itu hutan beech? Hutan beech merupakan sebutan untuk hutan yang didominasi oleh pohon beech (genus Fagus). Di Selandia Baru sendiri, hutan beech merupakan jenis hutan asli terbesar yang tersisa karena lokasinya yang berada di lahan pegunungan dan tidak menguntungkan untuk dijadikan lahan pertanian.

Selama menghuni hutan beech, burung kea tidak hanya menetap di satu lokasi. Saat musim panas, kea akan tinggal di semak belukar di ketinggian dan daerah tundra alpine. Saat musim gugur tiba, mereka akan pindah ke lokasi yang lebih tinggi untuk mencari makan buah beri. Selanjutnya, saat musim dingin, ketika salju menutupi dataran tinggi tempat kea mencari makan, mereka akan turun ke daerah yang lebih rendah dengan curah salju yang lebih sedikit.

2. Satu-satunya parrot gunung di dunia

burung kea
burung kea (commons.wikimedia.org/Christian Mehlführer)

Burung kea tidak hanya makan buah-buahan dan biji-bijian. Pada kenyatannya, mereka adalah hewan omnivora. Bentuk paruhnya yang melengkung dengan cakar yang tajam digunakan burung ini untuk mengonsumsi berbagai macam makanan, mulai dari buah beri, biji-bijian, larva, hingga daging dari bangkai yang mereka temukan.

Secara taksonomi, burung kea merupakan anggota dari famili Psittacidae atau keluarga parrot. Namun, berbeda dengan sebagian besar spesies parrot, habitat unik burung kea menjadikan mereka sebagai satu-satunya parrot gunung di dunia.

3. Dipanggil kea karena suaranya

burung kea
burung kea (commons.wikimedia.org/John)

Nama burung ini memiliki asal yang cukup unik. Tidak hanya namanya yang dikenal secara umum, tapi juga nama ilmiah mereka. Mari kita bahas asal nama burung ini!

Dilansir one earth, Nestor pada burung kea (Nestor notabilis) berasal dari mitologi Yunani. Dalam mitologi Yunani, Nestor adalah nama raja legendaris Pylos. Ia adalah sosok raja yang berani dan bijak dan merupakan tokoh pendukung penting dalam Iliad dan Odyssey karya Homer.

Di sisi lain, nama umumnya, kea, berasal dari Suku Maori yang memanggil burung ini sebagai kea karena suara panggilannya saat terbang yang berbunyi ‘kee-aa!’. Selain dari nama umum dan nama ilmiahnya, burung kea juga dikenal sebagai clown of the mountain atau badut gunung. Kenapa dipanggil demikian? Hal ini karena tingkahnya yang sangat aktif, nakal, dan suka bermain.

4. Bulu kea dapat terlihat dalam spektrum uv

burung kea
burung kea (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg. NZ)

Sekilas, kea terlihat seperti burung dengan bulu bercorak unik tapi hanya memiliki satu warna saja. Namun, pada kenyataannya, di balik penampilan kea yang terlihat biasa saja ini, terdapat keindahan yang menarik dan tidak terduga. Burung kea umumnya memiliki bulu berwarna hijau zaitun (olive) dengan pinggiran hitam dan oranye terang. Di bagian bawah sayapnya, tersembunyi bulu bergaris kuning dan hitam yang unik dan menawan.

Dari beragam warna bulu yang kea miliki, bulu berwarna oranye mereka adalah yang paling unik. Hal ini karena bulu oranye ini dapat terlihat dalam spektrum UV, gelombang cahaya yang tidak dapat dilihat manusia, tapi dapat dilihat oleh banyak burung dan serangga, dilansir Kea Conservation Trust. Pesona lain bulu kea juga datang dari bulu berwarna biru tua yang cantik di permukaan atas setiap bulu sayap yang panjang serta warna merah atau oranye pada bulu ekor.

5. Punya hirarki yang sangat ketat dalam hal perkawinan

burung kea
burung kea (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg. NZ)

Musim kawin kea utamanya berlangsung antara bulan Juli dan Januari, namun, burung ini secara umum dapat berkembang biak sepanjang tahun. Saat musim kawin tiba, jantan akan terlibat dapat persaingan untuk memperebutkan dominasi dan hak untuk kawin dengan betina. Dilansir Animal Diversity Web, persaingan ini sangatlah ketat, dengan hanya sekitar 10 persen jantan yang berhasil dengan betina.

Setelah kawin, kea betina nantinya akan bertelur antara dua hingga empat butir. Telur-telur ini kemudian akan dierami selama tiga hingga empat minggu. Ketika induk betina sibuk mengerami telur, induk jantan akan mencari makan dan memberikannya pada betina.

6. Statusnya terancam punah

burung kea
burung kea (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg. NZ)

Sayangnya, satu-satunya parrot gunung ini kini terancam punah. Menurut IUCN, burung kea (Nestor notabilis) berstatus Endangered atau Terancam Punah dengan tren populasi menurun. Ancaman utama keberlangsungan hidup kea sebagian besar datang dari manusia, seperti pembukaan lahan untuk pertanian dan peternakan, pembukaan jalan, dan perburuan. Selain manusia, faktor lain yang mengancam keberadaan kea adalah semakin banyaknya spesies invasif serta perubahan cuaca.

Sebagai satu-satunya parrot gunung di dunia serta hewan endemik Selandia Baru yang terancam punah, lembaga konservasi menaruh perhatian untuk menjaga keberlangsungan hidup kea agar burung endemik ini tidak sepenuhnya punah dan agar tetap dikenal oleh generasi muda di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Hewan yang Punya Lidah Biru, Unik Sekali!

28 Jan 2026, 16:19 WIBScience