bubut besar di hamparan eceng gondok (commons.wikimedia.org/Kingshuk Mondal)
Dikarenakan tersebar rata di Asia Tenggara, bubut besar bukan termasuk hewan yang langka. Dalam Daftar Merah IUCN, bubut besar termasuk spesies yang berisiko rendah alami kepunahan (least concern). Di Indonesia pun, bubut besar bukan termasuk hewan yang dilindungi.
Sayangnya, hal ini gak berlaku bagi beberapa saudaranya yang juga hidup di Indonesia. Ada bubut jawa atau Sunda coucal (C. sinensis) yang mirip bubut besar, tapi berwarna lebih kusam dan lebih kecil. Ada juga bubut hutan atau bubut teragop (C. rectunguis) asli Kalimantan dan Sumatra, serta bubut biak atau Biak coucal (C. chalybeus) yang merupakan endemik Pulau Biak.
Bubut jawa dan bubut hutan rentan alami kepunahan (vulnerable), sementara bubut biak hampir terancam punah (near threatened). Keberadaan mereka terancam oleh perusakan habitat akibat alih fungsi lahan. Bukan tidak mungkin kalau populasi bubut besar di Indonesia akan ikut terancam bila perusakan habitat terus berlanjut dan tidak ada pelestarian kawasan hutan dan hutan bakau.
Oleh karena itu, kita patut bantu melestarikan hutan! Kamu bisa mulai dengan mengurangi jejak karbon dan mendukung gerakan konservasi hutan. Dengan begitu, spesies menakjubkan seperti bubut besar bisa hidup dengan damai.
Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang bubut besar atau greater coucal? Apa kamu pernah melihat bubut besar atau jenis bubut lainnya secara langsung? Ceritakan pengalamanmu, yuk!