Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
tampak dekat cerek es
tampak dekat cerek es (inaturalist.org/Brian Gratwicke)

Habitat Antarktika yang diselimuti es dan salju gak cuma dihuni burung laut dan anjing laut. Ada satu jenis burung darat unik mirip burung dara yang berkeliaran di antara koloni penguin dengan gerak-gerik mirip ayam. Nama burung ini adalah cerek es. 

Cerek es merupakan jenis burung pantai berukuran kecil yang di Antarktika. Ia satu-satunya burung darat yang bisa kamu jumpai di kutub selatan. Alih-alih melaut mencari ikan, cerek es mencari apa saja yang ada di darat untuk dimakan. Tahukah kamu kalau tetangga penguin ini suka mencuri makan dan memakan anak penguin? Simak deretan fakta unik burung cerek es atau sheathbill yang perlu kamu tahu berikut ini!

1. Apa itu cerek es?

tampilan sekujur tubuh cerek es (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

Cerek es atau sheathbill merupakan sejenis burung pantai atau burung perandai (wading bird) yang hidup secara eksklusif di daratan Antarktika. Ia tidak pernah sekalipun berenang atau menyelam di laut. Ia hanya berbiak dan mencari makan di darat. 

Sepintas, cerek es mirip seperti burung dara. Tubuhnya gemuk. Bulunya seputih salju. Paruhnya memiliki selubung kasar dan keras di bagian pangkal yang menurut laman Britannica berfungsi melindungi lubang hidung si burung dari elemen keras Antarktika. Kakinya kokoh dan kuat tanpa selaput, mencerminkan gaya hidupnya di darat.

2. Ada 2 spesies cerek es, semuanya hidup di kutub selatan

cerek es muka hitam di rumput rumpun (commons.wikimedia.org/franek2)

Cerek es terbagi jadi 2 spesies. Ada cerek es salju atau snowy sheathbill (Chionis albus) yang bercirikhaskan paruh kuning. Ia spesies cerek es terbesar dengan panjang tubuh 40 sentimeter. Ia hidup di Semenanjung Antarktika dan pulau-pulau sub-Antarktika di Lempeng Scotia. Saat musim dingin, cerek es salju bermigrasi ke utara menuju Patagonia, Tierra del Fuego, dan Kepulauan Falkland. 

Spesies selanjutnya adalah cerek es muka hitam atau black-faced sheathbill (C. minor) yang berukuran sedikit lebih kecil, sekitar 38 sentimeter. Sesuai namanya, ia berparuh dan bermuka hitam. Gak seperti saudaranya, cerek es muka hitam hidup menetap sepanjang tahun di empat kepulauan terpisah di dekat Konvergensi Antarktika di bagian selatan Samudra Hindia.

3. Cerek es hidup bersama penguin

cerek es di tengah koloni penguin tali dagu (commons.wikimedia.org/Gordon Leggett)

Di semua wilayah persebarannya, cerek es hidup di dekat atau di dalam koloni penguin. Ia sering dijumpai berkeliaran di antara penguin pelompat batu (rockhopper penguin), penguin makaroni, dan penguin raja. Kadang ia berkumpul bersama burung laut besar seperti burung petrel dan burung albatros. Tak jarang juga cerek es bersantai di dekat anjing laut. 

Lantas, kenapa cerek es senang hidup bersama penguin? Cerek es gak cuma sekadar membangun wilayah bersarangnya di dekat koloni penguin. Siklus berbiaknya juga menyesuaikan dengan siklus berbiak penguin. Kecenderungan hidup dekat penguin ini memberikan anak-anak cerek es perlindungan ekstra dari predator. Persediaan makanannya selama musim kawin pun ikut terjamin.

4. Sarang cerek es sangat bau

cerek es sedang bersarang (commons.wikimedia.org/L. van Groningen)

Saat musim kawin tiba, cerek es mulai membangun sarang yang disembunyikan di celah bebatuan atau liang tanah yang digali burung petrel. Sarangnya dibangun di tumpukan alga yang sangat bau, dilengkapi dengan rumput rumpun dan bulu. Mengutip laman Oiseaux Birds, cerek es menghasilkan 2—3 telur yang dierami oleh kedua induk. Membangun sarang di koloni penguin memberikan perlindungan ekstra dari cuaca buruk dan predator utama cerek es, yakni camar kejar alias skua.

5. Cerek es makan alga sampai telur penguin

cerek es di dekat penguin Adelie dan penguin gentoo (commons.wikimedia.org/BluesyPete)

Cerek es merupakan hewan oportunistik yang bakal memakan apa saja yang ada di daratan Antarktika. Ia menyantap alga yang menempel di bebatuan, termasuk invertebrata yang bersembunyi di alga. Cerek es juga makan telur penguin, bangkai anak penguin, sampai kotoran penguin. Ia juga mencuri makanan penguin, termasuk makanan yang dimuntahkan induk yang sedang memberi makan anaknya. Menurut laman BioDb, sifat oportunistik inilah yang membuat cerek es bisa bertahan hidup hingga detik ini di kondisi ekstrem Antarktika yang gersang dan keras.

6. Cerek es kuat terbang ribuan kilometer

cerek es salju di bebatuan (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

Meski hidup di darat, cerek es termasuk penerbang yang kuat, terutama spesies cerek es salju yang bermigrasi ke utara. Gaya terbangnya lurus dengan kepakan sayap terus menerus sambil sesekali meluncur. Cerek es salju mampu terbang ribuan kilometer melewati laut lepas tanpa sekalipun mendarat di air. Ia sesekali rehat sejenak di atas bongkahan es.

7. Cerek es berdiri di satu kaki untuk menghemat panas

cerek es salju berdiri dengan satu kaki (commons.wikimedia.org/David M. Jensen atau Storkk)

Kalau berkesempatan jalan-jalan ke Antarktika, kamu bakal disuguhi pemandangan cerek es berdiri dan melompat-lompat di satu kaki. Ini adalah cara cerek es untuk tetap hangat. FYI, berdiri di satu kaki sering dilakukan oleh burung air dan burung perandai. Pada kasus cerek es yang hidup di kutub selatan, berdiri di satu kaki bisa menghemat panas tubuh. 

Selain itu, sistem aliran darahnya juga meminimalisir hilangnya panas tubuh. Seperti yang dijelaskan dalam situs resmi The University of Alabama at Birmingham, arteri yang membawa darah hangat ke kaki cerek es terhubung dekat dengan vena yang mengembalikan darah ke jantung. Darah vena yang kembali dari jantung dihangatkan oleh panas arteri, sementara darah arteri didinginkan oleh vena. Saat dialirkan ke kaki cerek es, darah arteri yang telah didinginkan vena mirip dengan suhu udara di sekitar cerek es. Dengan begini, cerek es tidak kehilangan panas tubuh. 

Sungguh burung yang menakjubkan, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung cerek es atau sheathbill? Apa kamu tertarik untuk melihat burung darat asli Antarktika ini secara langsung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team