peta persebaran lesula (commons.wikimedia.org/ John A. Hart, Kate M. Detwiler, Christopher C. Gilbert, Andrew S. Burrell, James L. Fuller, Maurice Emetshu, Terese B. Hart, Ashley Vosper, Eric J. Sargis, Anthony J. Tosi)
Lesula hidup di wilayah hutan primer yang berada di Cekungan Lomami dan Sungai Tshuapa di Republik Demokratik Kongo. Monyet ini telah dikenal oleh warga lokal dan beberapa dijadikan peliharaan, namun keberadaannya belum terekspos ke dunia luar.
Animalia menyebutkan baru pada Juni 2007, para peneliti menemukan seekor lesula yang dipelihara oleh penduduk sebuah desa di Opala. Di tahun yang sama, dalam sebuah penjelajahan di kawasan Obenge para biologist dapat menyaksikannya secara langsung di habitatnya, Sungai Lomami.
Para peneliti merasa primata yang baru ditemuinya punya kemiripan dengan monyet hamlyn (monyet berwajah burung hantu/Cercopithecus hamlyni). Namun, populasi monyet hamlyn tercatat berada di timur Sungai Lualaba, Kongo, bukan di Lomami.
Penelitian morfologi, genetik dan analisis suara kemudian dilakukan untuk mengetahui apa monyet di Lomami merupakan spesies yang berbeda dari monyet hamlyn. Setelah lima tahun diteliti, akhirnya pada tahun 2012 para peneliti resmi mengkonfirmasi bahwa lesula merupakan spesies yang berbeda dengan Cercopithecus hamlyni.
Satwa herbivora ini kemudian dinamai Cercopithecus lomamiensis. New England Primate Conservancy melansir bahwa lomamiensis pada nama latin lesula diambil dari sungai tempatnya ditemukan, Sungai Lomami.