Comscore Tracker

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh Pandemik

Tokoh Bolshevik pendukung setia Lenin

Yakov Sverdlov atau yang dikenal juga dengan sebutan "Iblis Hitam Bolshevik" adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah revolusi Bolshevik. Perannya dalam gerakan revolusi hingga perintah eksekusi keluarga kerajaan Romanov melekat dalam dirinya.

Perjalanan hidupnya yang dihiasi perjuangan tanpa henti berbuah manis ketika Bolshevik berhasil merebut kekuasaan di Rusia. Penasaran dengan kisah lengkapnya? Mari kita bahas dalam 7 fakta Yakov Sverdlov berikut ini.

1. Mengenal revolusi sejak kecil

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh Pandemikmarxist.com

Yakov Mikhaylovich Sverdlov lahir di kota Nizhny Novgorod pada tahun 1885. Ia hidup dalam keluarga Yahudi yang serbakekurangan. Orangtuanya merupakan pengukir dan ahli dalam memalsukan dokumen untuk kepentingan pejuang revolusi pada saat itu. Sverdlov kecil sudah mulai mengenal semangat-semangat revolusi karena sering bertemu dengan pejuang revolusi di rumahnya.

2. Bergabung dalam gerakan revolusioner

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh Pandemikglobaldomainsnews.com

Jiwa revolusioner Sverdlov semakin terlihat bahkan ketika usianya masih belasan tahun. Mengutip dari laman Russiapedia, Sverdlov dikeluarkan dari sekolah karena sering melakukan protes terhadap peraturan sekolah. Tidak kapok, semangat Sverdlov menentang ketidakadilan dan membela hak kelas pekerja justru semakin meningkat setelah ia dikeluarkan dari sekolah.

Semangat Sverdlov didasari oleh berbagai cerita tentang pedihnya kehidupan para pekerja yang ia dapatkan selama berteman dengan mereka. Ia secara resmi bergabung dalam gerakan revolusi ketika usianya 16 tahun. Sverdlov memilih bergabung dalam kubu Bolshevik ketika gerakan terpecah dan terus berada di sana hingga berbagai jabatan penting pernah ia pegang.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik tentang Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis

3. Iblis Hitam pengikut setia Lenin

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh Pandemikrussianrevolution.marx-memorial-library.org.uk

Seperti ditulis dalam laman Red Flag, Sverdlov dikenal dengan sebutan Iblis Hitam Bolshevik karena ia selalu mengenakan jaket kulit berwarna hitam. Sang Iblis Hitam Sverdlov dengan kemampuan orasinya berperan penting dalam pengerahan massa selama upaya revolusi kaum Bolshevik, salah satunya dalam mewujudkan Traktat Brest-Litovsk yang mengakhiri keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I.

Sverdlov sangat mengagumi sosok Lenin. Seperti ditulis dalam laman Spartacus Educational, Lenin adalah orang yang merancang teori, sementara Sverdlov adalah orang yang melaksanakan teori tersebut. Sverdlov juga sangat mendukung pandangan Lenin tentang penggunaan kekerasan kepada para pendukung Tsar.

4. Ditangkap, dipenjara hingga diasingkan

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh Pandemikcommons.wikimedia.org

Ditangkap oleh otoritas Rusia bukanlah hal yang baru bagi Sverdlov. Mengutip dari laman Russiapedia, Sverdlov kurang lebih telah ditangkap sebanyak 14 kali yang membuat dirinya harus merasakan kerasnya hidup di penjara dan pengasingan. Penangkapan tidak membuat Sverdlov kapok, ia berulang kali melarikan diri dari penjara dan melanjutkan aksi revolusionernya, meski akhirnya ia berhasil ditangkap lagi.  

Sverdlov menghabiskan waktu selama di penjara untuk membaca buku dan terus belajar, sama seperti Sergey Kirov. Ketika ia berada dalam pengasingan di Turukhansk selama tiga tahun, ia hidup bersama tokoh revolusi lain yang nantinya akan menjadi orang nomor satu di Uni Soviet, Joseph Stalin.

5. Hubungan tegang dengan Stalin

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh PandemikEncyclopædia Britannica

Bak api dan air, Sverdlov dan Stalin ternyata tidak menjalin hubungan yang akrab meskipun telah menghabiskan waktu bersama di pengasingan. Mereka hanya akrab ketika pertama kali bertemu. Hubungan Sverdlov dan Stalin kemudian berubah menjadi saling berseteru setelah Sverdlov semakin mengenal sifat dan perilaku Stalin.

Sverdlov tidak suka dengan perilaku Stalin yang ia anggap tidak mempunyai tata krama.  Selain itu, mengutip dari laman Spartacus Educational, Sverdlov juga menganggap bahwa Stalin adalah orang yang sulit diajak kerja sama karena sifat egois yang dimiliki Stalin.

6. Di balik eksekusi keluarga Romanov

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh Pandemiktheromanovfamily.com

Pembunuhan keluarga Romanov adalah salah satu tragedi dalam sejarah Rusia. Britannica menyatakan bahwa dalang di balik peristiwa ini adalah Sverdlov yang memberikan perintah pembunuhan Tsar beserta keluarga wangsa Romanov pada Juli 1918 di Yekaterinburg. Meski demikian, terdapat banyak versi lain yang mengarah pada tokoh selain Sverdlov.

Seperti ditulis dalam laman Haaretz, informasi bahwa perintah eksekusi dikeluarkan oleh Sverdlov salah satunya didapat dari catatan harian Leon Trotsky. Pada saat itu Trotsky sedang bertemu dengan Sverdlov dan berbincang-bincang. Trotsky menanyakan tentang lokasi Tsar dan keluarganya.

Sverdlov menjawab dengan tenang bahwa Tsar beserta keluarganya telah dieksekusi dan perintah tersebut datang dari petinggi Bolshevik, termasuk Sverdlov. Ia melandaskan perintahnya pada pandangan Lenin yang menganggap Tsar beserta keluarganya dianggap perlu untuk dilenyapkan agar Tentara Putih kehilangan semangat tempur mereka. Trostky kaget akan hal itu, tapi tidak memberikan respon apapun.

7. Kematian penuh kontroversi

7 Fakta Yakov Sverdlov, Iblis Hitam Bolshevik Tumbang oleh Pandemikweaponews.com

Kematian Sverdlov pada 16 Maret 1919 memunculkan berbagai kontroversi. Ia diyakini meninggal karena flu Spanyol yang memang sedang menjadi pandemik pada saat itu. Rusia juga menjadi salah satu wilayah yang terdampak flu Spanyol dengan angka kematian cukup tinggi.

Sverdlov mulai terjangkit virus ketika melakukan perjalanan ke beberapa wilayah dalam kampanye melawan gerakan Tentara Putih sebagai ancaman Bolshevik. Setelah itu, kesehatan Sverdlov mulai menurun hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di Nekropolis Tembok Kremlin.

Kematian Sverdlov membuat partai mengalami kekosongan kekuasaan yang pada saat itu ia sudah berada di pucuk kepemimpinan. Lenin memberikan pidato untuk mengenang sosok Sverdlov yang ia anggap sebagai kunci utama keberhasilan perjuangan Bolshevik. Kota Yekaterinburg diubah namanya menjadi Sverdlov pada tahun 1924 untuk mengenang sosoknya.

Lenin kehilangan satu sosok pendukung setianya. Sementara itu, Stalin semakin dekat dengan posisi puncak di partai karena Sverdlov sebagai orang terdekat Lenin sudah tiada.

Sverdlov hanya dapat merasakan buah perjuangan revolusinya sesaat. Ia belum sempat melihat bagaimana Soviet akan berjalan di masa depan, terutama di bawah kepemimpinan kamerad pengasingannya, Stalin. Bagaimana menurut kalian?

Baca Juga: 8 Fakta Menarik tentang Joseph Stalin, Diktator dari Uni Soviet

Farhan Alam Photo Verified Writer Farhan Alam

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya