ilustrasi gunung berapi yang meletus (unsplash.com/Yosh Ginsu)
Methana merupakan bagian paling barat dari Busur Vulkanik Aegea Selatan, sebuah kawasan titik panas vulkanik yang terbentuk akibat tektonik lempeng dan membentang melintasi kepulauan Yunani. Busur ini juga mencakup Gunung Berapi Thera, yang diyakini telah menghancurkan peradaban Minoan di Santorini sekitar 3.600 tahun yang lalu.
Penelitian ini menambah bukti bahwa masa tenang gunung berapi dapat berakibat fatal–sebuah gagasan yang telah terbukti secara tragis dalam banyak pemukiman manusia yang hancur akibat abu, lava, dan gas beracun yang dilepaskan oleh gunung berapi yang sedang tidur namun tetap berbahaya.
Gunung Methana yang masih aktif itu sendiri telah menghasilkan lebih dari 31 letusan, termasuk tiga peristiwa letusan eksplosif, selama ratusan ribu tahun terakhir. Meskipun kronologinya belum sepenuhnya dipahami, letusan termuda terjadi sekitar 2.250 tahun yang lalu dan dicatat oleh sejarawan Yunani, Strabo.
Untuk menelusuri lebih jauh ke masa geologis, para peneliti menganalisis kristal dari sampel batuan Methana dan menghitung usianya menggunakan laju peluruhan radioaktif unsur-unsur seperti uranium.
Kristal zirkon yang sangat kecil memberikan banyak informasi kepada peneliti. Zirkon terbentuk di lingkungan magmatik dan bertindak sebagai kapsul waktu alami, mengungkapkan kapan dan di mana mereka terbentuk–serta melestarikan sejarah Bumi selama lebih dari 4 miliar tahun.