Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potrert kerang Islandia (commons.wikimedia.org/S. Rae)
potrert kerang Islandia (commons.wikimedia.org/S. Rae)

Intinya sih...

  • Memiliki ukuran dan warna cangkang yang khasArctica islandica adalah moluska berkaki dua (bivalvia) dari famili Arcticidae dengan cangkang berdiameter hingga 12 cm dan umur hidup lebih dari 220 tahun.

  • Tersebar luas di Samudra Atlantik UtaraHabitat laut bersuhu rendah menjadi kondisi ideal bagi kelangsungan hidup Arctica islandica, tersebar mulai dari kawasan Arktik hingga Bay of Biscay.

  • Bisa hidup mencapai ratusan tahunKerang Islandia ditemukan berusia sekitar 405 tahun, hidup sejak abad ke-17, dengan metabolisme sangat lambat sebagai kunci utama umur panjangnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi masyarakat awam, kura-kura kerap dianggap sebagai hewan dengan umur paling panjang. Anggapan ini tidak sepenuhnya keliru, karena salah satu contohnya adalah kura-kura raksasa Seychelles (Aldabrachelys gigantea hololissa) yang diketahui telah hidup sejak sekitar tahun 1832. Dengan demikian, pada tahun 2026 kura-kura tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 193 tahun.

Namun, tahukah kamu bahwa ada hewan lain yang ditemukan masih hidup dengan perkiraan usia jauh melampaui kura-kura raksasa Seychelles? Meski tidak sepopuler kura-kura raksasa, kerang Islandia (Arctica islandica) diketahui sudah mencapai usia lebih dari 400 tahun saat ditemukan dalam kondisi hidup. Dirangkum dari berbagai sumber, yuk kita kupas satu per satu fakta menarik tentang kerang Islandia yang luar biasa ini!

1. Memiliki ukuran dan warna cangkang yang khas

potret cangkang kerang islandia (commons.wikimedia.org/Georges Jansoone)

Mengutip laman Sea Water, Arctica islandica adalah moluska berkaki dua (bivalvia) dari famili Arcticidae yang dikenal dalam bahasa Norwegia sebagai kuskjell. Spesies laut ini memiliki cangkang berbentuk bundar dengan warna gelap kebiruan hingga hitam saat dewasa, sementara individu muda biasanya berwarna oranye sebelum menggelap seiring pertumbuhan.

Selain bercorak garis-garis pertumbuhan konsentris yang halus dan berdiameter hingga sekitar 12 sentimeter, Arctica islandica juga dikenal luas karena umur hidupnya yang luar biasa panjang, dengan sejumlah individu tercatat mampu bertahan lebih dari 220 tahun.

2. Tersebar luas di Samudra Atlantik Utara

ilustrasi peta samudra atlantik utara (Unsplash.com/Peyton Clough)

Mengutip laman Sea Water, Arctica islandica hidup dengan cara membenamkan diri di pasir atau lumpur dasar laut, sehingga hanya sebagian kecil cangkangnya yang terlihat di permukaan. Moluska ini mampu bertahan di berbagai kedalaman, mulai dari zona pasang surut hingga sekitar 500 meter di bawah permukaan laut, menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan laut.

Spesies ini tersebar luas di perairan dingin Samudra Atlantik Utara, dari kawasan Arktik hingga Bay of Biscay. Habitat laut bersuhu rendah tersebut menjadi kondisi ideal bagi kelangsungan hidup Arctica islandica, sekaligus mendukung keunikan spesies ini sebagai salah satu moluska dengan usia terpanjang yang pernah tercatat di dunia.

3. Bisa hidup mencapai ratusan tahun

potrert kerang Islandia (commons.wikimedia.org/S. Rae)

Kerang Islandia (Arctica islandica) dikenal sebagai salah satu hewan paling berumur panjang di dunia, mampu hidup hingga ratusan tahun dan bahkan melampaui usia kura-kura raksasa Seychelles. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Radiocarbon oleh tim ilmuwan internasional dan dipublikasikan melalui laman resmi Cambridge mengungkap bahwa sampel kerang dari perairan utara Islandia berusia sekitar 405 tahun. Artinya, kerang tersebut telah hidup sejak awal abad ke-17, sezaman dengan masa pemerintahan Sultan Agung di Kerajaan Mataram sekitar tahun 1620.

Para ilmuwan mengumpulkan kerang laut Arctica islandica yang masih hidup dari dasar laut di perairan utara Islandia pada kedalaman sekitar 80 meter. Kerang ini kemudian diteliti dengan cara mengukur kandungan karbon radioaktif dan menghitung garis-garis pertumbuhan pada cangkangnya yang muncul setiap tahun, sehingga usia kerang dapat diketahui dengan jelas dan tepat.

4. Metabolisme sangat lambat

potret diagram orbital hibrida molekul nitric oxide (commons.wikimedia.org/Ptjackyll)

Nitric oxide (NO) membantu kerang Islandia (Arctica islandica) bertahan hidup ketika oksigen di sekitarnya sangat minim. Zat ini bekerja dengan memperlambat proses pernapasan sel, sehingga tubuh kerang memproduksi energi lebih sedikit dan masuk ke mode hemat energi.

Mekanisme unik ini dijelaskan dalam sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Physiology, yang menunjukkan bagaimana NO berperan langsung dalam menekan aktivitas metabolisme kerang saat kondisi lingkungan ekstrem.

Metabolisme yang sangat lambat menjadi kunci utama umur panjang kerang Islandia. Karena tubuhnya jarang berada dalam kondisi kerja berat, akumulasi kerusakan sel dan stres oksidatif berlangsung sangat pelan, sehingga proses penuaan ikut tertahan. Strategi biologis inilah yang memungkinkan Arctica islandica hidup hingga sekitar 400 tahun dan menjadikannya salah satu hewan dengan usia terpanjang yang pernah tercatat di dunia.

5. Status konservasi

ilustrasi logo IUCN (commons.wikimedia.org/Srudes2)

Arctica islandica atau ocean quahog adalah kerang laut dari kelompok bivalvia yang hidup di perairan Atlantik Utara. Meski terkenal sebagai salah satu hewan dengan umur terpanjang di dunia, spesies ini hingga kini belum dinilai dalam IUCN Red List, sehingga status konservasi globalnya masih belum ditetapkan secara resmi.

Namun, habitat laut tempatnya hidup mendapat perhatian internasional karena ocean quahog telah tercantum dalam Initial OSPAR List of Threatened and/or Declining Species and Habitats. Hal ini menandakan adanya kekhawatiran terhadap penurunan populasi atau tekanan lingkungan, khususnya di wilayah Laut Atlantik Nord-Timur.

Artikel ini menunjukkan bahwa umur panjang tidak selalu dimiliki hewan besar dan terkenal. Kerang Islandia (Arctica islandica), dengan metabolisme yang sangat lambat, mampu hidup hingga ratusan tahun. Keunikan ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut agar spesies luar biasa ini tetap lestari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team