Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Hewan Laut yang Senang Bersih-bersih, Ada Apa Saja?
ilustrasi kepiting hermit (wikimedia.org/Naturalselections)
  • Samudra memiliki sistem kebersihan alami yang dijaga oleh berbagai hewan laut seperti cumi-cumi vampir, teripang, udang pembersih, ikan hag, kepiting hermit, dan ikan remora.
  • Masing-masing hewan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan cara unik, mulai dari memakan detritus hingga membersihkan parasit di tubuh predator.
  • Populasi hewan pembersih laut kini terancam oleh polusi plastik dan perubahan suhu air, sehingga manusia perlu mengurangi sampah agar kelestarian laut tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Samudra sebenarnya memiliki sistem sanitasi alami yang sangat canggih dan dikelola oleh pasukan makhluk air yang luar biasa rajin. Makhluk-makhluk ini bekerja siang dan malam untuk memastikan ekosistem laut tetap seimbang dan bebas dari penumpukan limbah organik. Tanpa kehadiran mereka, dasar laut mungkin akan dipenuhi oleh bakteri jahat yang dapat merusak terumbu karang serta mengancam kehidupan ikan lainnya.

Fenomena "petugas kebersihan" ini merupakan bukti nyata dari keajaiban simbiosis di dalam air yang menjaga kelestarian bumi kita. Menariknya, setiap hewan memiliki cara unik dan spesifik dalam menjalankan tugasnya, mulai dari menyaring pasir hingga membersihkan parasit di tubuh predator. Senang bersih-bersih, berikut enam hewan laut yang memiliki peran krusial sebagai tim sanitasi di bawah permukaan air.

1. Cumi-cumi Vampir

ilustrasi cumi-cumi vampir (wikimedia.org/Citron)

Meskipun menyandang nama yang menyeramkan, cumi-cumi vampir atau Vampyroteuthis infernalis sebenarnya adalah makhluk pemalu yang sangat berjasa bagi kebersihan laut dalam. Dilansir laman National Geographic, hewan ini tidak memangsa makhluk hidup lain seperti kerabat cumi-cuminya, melainkan bertahan hidup dengan memakan detritus atau yang dikenal dengan sebutan "salju laut".

Salju laut ini terdiri dari kotoran, sisa-sisa bangkai plankton, dan materi organik yang jatuh perlahan dari permukaan ke dasar samudra yang gelap. Cumi-cumi vampir menggunakan dua filamen panjang yang lengket untuk menangkap partikel-partikel limbah tersebut, sebelum akhirnya dimakan. Karena perannya ini, mereka membantu mendaur ulang nutrisi yang tenggelam di kedalaman yang minim sumber makanan.

2. Teripang

ilustrasi teripang (wikimedia.org/François Michonneau)

Teripang sering kali dianggap sebagai hewan yang lamban dan tidak menarik, padahal mereka adalah "vacuum cleaner" paling efisien di lantai samudra. Makhluk ini menghabiskan sebagian besar waktunya dengan merangkak di dasar laut sambil menelan pasir dan sedimen dalam jumlah besar.

Dilansir laman Haystack Rock Awareness Program, di dalam tubuhnya, teripang akan menyaring mikroorganisme dan materi organik yang membusuk, lalu mengeluarkan pasir yang sudah bersih kembali ke lingkungannya. Proses pencernaan teripang sangat penting karena membantu mengurangi keasaman air laut dan mencegah pertumbuhan alga yang berlebihan. Tanpa kehadiran teripang, dasar laut akan tertutup oleh lapisan sedimen beracun yang dapat mematikan organisme kecil lainnya.

3. Udang Pembersih

ilustrasi udang pembersih yang sedang membersihkan ikan coris (wikimedia.org/NOAA)

Udang pembersih adalah contoh sempurna dari kerja sama antarspesies yang sangat harmonis di dunia bawah air. Dilansir laman Caribbean Compass, hewan kecil ini mendirikan semacam "stasiun pembersihan" di area terumbu karang, di mana ikan-ikan besar akan mengantre dengan sabar untuk dirawat. Udang pembersih akan memakan parasit, jamur, serta jaringan mati yang menempel di kulit, sirip, bahkan di dalam mulut predator yang berbahaya.

Ikan predator seperti kerapu atau moray eel tidak akan memangsa udang ini karena mereka sangat menghargai layanan kesehatan yang diberikan. Proses pembersihan ini sangat vital bagi ikan-ikan tersebut agar mereka terhindar dari infeksi kulit dan penyakit mematikan. Udang ini mendapatkan asupan makanan gratis, sementara ikan-ikan besar mendapatkan tubuh yang bersih dan sehat kembali.

4. Ikan Hag

ilustrasi ikan hag (wikimedia.org/Peter Southwood)

Ikan hag mungkin memiliki reputasi yang kurang menyenangkan karena kemampuannya mengeluarkan lendir yang melimpah, tapi perannya dalam ekosistem sangatlah berguna. Dilansir laman Science, mereka adalah spesialis dalam menangani bangkai besar yang jatuh ke dasar laut, seperti bangkai paus yang dikenal dengan istilah whale fall.

Ikan hag akan masuk ke dalam tubuh bangkai tersebut dan memakan jaringan lunaknya dari dalam hingga yang tersisa hanyalah kerangka tulang saja. Tanpa ikan hag, proses penguraian bangkai raksasa di laut dalam akan memakan waktu yang jauh lebih lama dan memicu pembusukan yang tidak sehat. Mereka memiliki metabolisme yang unik sehingga mampu bertahan hidup meski tidak makan dalam waktu yang cukup lama.

5. Kepiting Hermit

ilustrasi kepiting hermit (dok. Smithsonian Magazine/Hermit Crab)

Dilansir laman Smithsonian Magazine, kepiting hermit atau umang-umang bukan sekadar hewan lucu yang gemar bergonta-ganti cangkang, tetapi juga merupakan pemulung yang sangat giat. Mereka memegang peranan penting dalam membersihkan area pasang surut dan pantai dari berbagai macam sisa organik yang mulai membusuk.

Kepiting ini memiliki jenis makanan yang beragam, mulai dari memakan alga mati hingga potongan kecil ikan yang terdampar di pasir. Aktivitas mereka membantu mempercepat proses penguraian materi organik sebelum sempat menimbulkan bau menyengat yang mengganggu ekosistem pantai.

Karena ukurannya yang kecil, mereka juga mampu menjangkau sela-sela bebatuan yang sulit diakses oleh hewan pembersih yang lebih besar. Tanpa aksi bersih-bersih dari kepiting hermit, pantai akan dipenuhi oleh sisa-sisa biologis yang mengundang banyak bakteri merugikan.

6. Ikan Remora

ilustrasi ikan remora (wikimedia.org/Daniel Z)

Ikan remora sering kali terlihat menempel erat di perut hiu, pari manta, atau penyu dengan bantuan organ penghisap yang sangat kuat di atas kepalanya. Meskipun terlihat seperti "penumpang gelap", remora sebenarnya memberikan imbalan yang sangat berharga bagi inang yang ditumpanginya tersebut.

Dilansir laman North Shore Shark Adventure, selama perjalanan, ikan remora akan memakan parasit dan kutu laut yang menempel serta merusak kesehatan kulit sang inang. Selain itu, mereka juga rajin membersihkan sisa-sisa makanan yang jatuh dari mulut predator saat sedang menyantap mangsanya. Inang yang ditumpangi biasanya membiarkan remora tetap menempel karena merasa terbantu dengan jasa pembersihan kulit yang diberikan secara cuma-cuma.

Kehadiran pasukan pembersih laut ini adalah bukti nyata betapa sempurnanya alam dalam mengelola kebersihannya sendiri melalui rantai makanan. Namun, saat ini populasi hewan laut ini mulai menghadapi tantangan besar akibat polusi plastik dan perubahan suhu air laut yang ekstrem. Kehilangan salah satu dari "tukang bersih" ini dapat memicu efek domino yang merusak kejernihan air dan kesehatan seluruh ekosistem samudra. Kita perlu menyadari bahwa membuang sampah sembarangan tidak hanya meracuni air, tetapi juga menghambat kerja keras tim pembersih alami ini dalam menjaga laut. Oleh sebab itu, mari kita mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai agar sisa-sisa sampah manusia tidak menumpuk di rumah mereka dan kelestariannya dapat terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team