ilustrasi tokek (pixabay.com/Milchdrink)
Teknologi panjat terinspirasi dari gecko atau tokek yang dikembangkan melalui program Z-Man Darpa. Dilansir laman DARPA membuktikan bahwa solusi berbasis alam mampu menjawab tantangan operasional modern. Kerberhasilan manusia memanjat dinding kaca hanya dengan alat berbasis struktur mikro tanpa tali atau tangga menjadi tonggak penting dalam pengembangan alat mobilitas vertikal. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan prajurit, tetapi juga memberi kebebasan manuver yang lebih besar, terutama di lingkungan urban yang sempit dan kompleks.
Lebih jauh, riset ini menunjukkan bagaimana pemahaman mendalam terhadap biologi dan fisika dapat diterjemahkan menjadi teknologi berskala manusia. Dengan meniru struktur setae dan spatulae pada kaki tokek serta memanfaatkan gaya van der waals, para peneliti berhasil menciptakan sistem adhesi yang kuat, reversible, dan efisien. Tantangan skala berat manusia yang jauh lebih besar dari tokek pun dapat diatasi melalui desain yang menyeimbangkan gaya geser dan normal, memungkinkan gerakan memanjat yang dinamis dan aman.
Dunia militer tak selalu harus mencari inspirasi dari mesin atau teknologi futuristik semata. Alam sudah lebih dulu menjadi “laboratorium hidup” yang menyimpan strategi bertahan, menyerang, hingga beradaptasi secara efisien. Dari tokek yang mampu memanjat permukaan licin, hiu dengan desain tubuh aerodinamis, hingga serangga yang piawai bekerja secara kolektif, hewan-hewan ini membuktikan bahwa evolusi adalah guru terbaik. Dengan meniru kecerdasan alam, inovasi militer pun bisa berkembang lebih presisi dan efisien.