Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hewan yang Bisa Merasakan Tanda-tanda Gempa Bumi
ilustrasi anjing husky (pexels.com/Kateryna Babaieva)
  • Banyak hewan menunjukkan perilaku aneh sebelum gempa, meski belum ada bukti ilmiah pasti bahwa mereka bisa memprediksi bencana tersebut.
  • Anjing, kucing, burung, dan ikan memiliki kepekaan sensorik tinggi yang membuat mereka mampu merasakan perubahan getaran, tekanan udara, atau medan magnet sebelum gempa terjadi.
  • Perilaku tidak biasa dari hewan-hewan ini dianggap sebagai sinyal alami yang dapat membantu manusia memahami tanda-tanda awal aktivitas seismik di lingkungan sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gempa Bumi merupakan salah satu bencana alam yang sulit diprediksi secara akurat oleh manusia. Namun, justru banyak laporan dari berbagai belahan dunia yang menyebutkan bahwa ternyata tidak sedikit hewan yang kerap menunjukkan perilaku tidak biasa sebelum terjadinya gempa Bumi.

Meski memang belum ada bukti ilmiah yang sepenuhnya memastikan bahwa hewan tersebut bisa memprediksi gempa, namun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perilaku aneh tersebut kerap kali mendahului kejadian seismik. Oleh sebab itu, coba kenali beberapa hewan berikut ini yang dianggap bisa merasakan tanda-tanda gempa Bumi sebelum benar-benar terjadi.

1. Anjing

ilustrasi anjing (unsplash.com/Jakub Dziubak)

Anjing dikenal memiliki pendengaran dan juga penciuman yang sangat tajam, bahkan jauh melampaui kemampuan yang dimiliki manusia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anjing ternyata bisa mendeteksi gelombang seismik kecil yang muncul sebelum terjadinya gempa utama, termasuk merasakan perubahan frekuensi suara rendah hingga getaran halus yang ada di tanah.

Kerap kali anjing akan menunjukkan rasa gelisah, menggonggong tanpa sebab, hingga berusaha melarikan diri sebelum terjadinya gempa. Kombinasi antara sensitivitas fisik dan insting alami ini seolah membuat anjing menjadi salah satu hewan yang dijadikan indikator alami sebelum terjadinya bencana.

2. Kucing

ilustrasi kucing (unsplash.com/Daria Shatova)

Kucing dikenal memiliki kemampuan sensorik yang cukup tajam, khususnya dalam merasakan getaran halus melalui telapak kakinya. Mereka bisa mendeteksi perubahan kecil pada struktur tanah atau bangunan, jauh sebelum manusia menyadari hal tersebut.

Pada saat merasakan adanya getaran yang tidak biasa, maka kucing akan menunjukkan perilaku, seperti berusaha bersembunyi, mengeong dengan keras, hingga melarikan diri ke tempat yang aman. Hal inilah yang kerap diyakini oleh para ilmuwan sebagai reaksi alami kucing terhadap perubahan energi yang ada di sekitarnya.

3. Burung

ilustrasi burung pipit (unsplash.com/P A)

Burung memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi adanya perubahan medan magnet dan tekanan udara sebelum gempa terjadi. Ternyata magnet elektromagnetik yang ada di sekitar area rawan gempa kerap mengalami gangguan, sehingga burung pun dapat merasakan hal tersebut dengan sangat cepat.

Mereka biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda, seperti terbang berkelompok secara panik, berusaha meninggalkan sarangnya, hingga berkicau dengan nada yang tidak biasa. Pada beberapa kasus, ternyata burung migrasi diketahui mengubah arah penerbangan mereka tanpa alasan yang jelas sesaat sebelum terjadinya gempa besar.

4. Ikan

ilustrasi ikan tuna (unsplash.com/kate estes)

Ikan hidup di lingkungan perairan yang sangat sensitif terhadap berbagai perubahan getaran dan juga tekanan, sehingga mereka pun bisa merasakan aktivitas geologis dengan lebih cepat. Sebelum gempa, ikan kerap kali berenang dengan pola yang tidak teratur, termasuk melompat ke permukaan, hingga menghindari area-area tertentu.

Fenomena ini diduga bisa terjadi akibat ikan merespons gelombang primer yang kerap dihasilkan sebelum getaran utama gempa tersebut terjadi. Ada pula perubahan kimiawi dalam air akibat pergerakan lempeng Bumi yang dapat memengaruhi perilaku ikan.

Hewan memang memiliki kepekaan luar biasa terhadap lingkungan, sehingga kerap kali melampaui kemampuan manusia. Meski kemampuan tersebut belum bisa dijadikan sebagai tolak ukur prediksi gempa secara ilmiah, namun perilaku anehnya bisa muncul menjelang bencana terjadi. Dengan memahami sinyal-senyal alami tersebut, maka manusia bisa belajar lebih banyak terkait cara alam dalam memberikan peringatan dini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team