Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Dampak Perubahan Iklim pada Hewan Laut, Jarang Disadari!

5 Dampak Perubahan Iklim pada Hewan Laut, Jarang Disadari!
ilustrasi ekosistem laut (pexels.com/Tom Fisk)
Intinya Sih
  • Perubahan iklim meningkatkan suhu laut dan menurunkan kadar oksigen, menyebabkan hewan laut kesulitan bernapas serta mengganggu keseimbangan ekosistem secara bertahap.
  • Suhu laut yang tinggi memicu pemutihan terumbu karang dan merusak habitat ribuan spesies yang bergantung pada ekosistem tersebut untuk berlindung dan mencari makan.
  • Pergeseran suhu dan keasaman air laut mengubah pola migrasi, reproduksi, serta pertumbuhan hewan laut, memicu gangguan rantai makanan dan penurunan populasi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perubahan iklim sering dikaitkan dengan suhu udara yang meningkat atau cuaca ekstrem di daratan. Namun, dampaknya di lautan tidak kalah besar dan sering kali luput dari perhatian. Hewan laut menjadi salah satu kelompok yang paling rentan karena perubahan lingkungan terjadi secara perlahan tetapi terus-menerus.

Laut menyimpan keseimbangan ekosistem yang kompleks, mulai dari organisme kecil hingga predator besar. Ketika suhu, kadar oksigen, dan keasaman air berubah, seluruh sistem akan ikut terdampak. Perubahan ini mungkin tidak terlihat secara langsung, tetapi efeknya dapat memengaruhi kelangsungan hidup banyak spesies dalam jangka panjang. Berikut beberapa dampak perubahan iklim pada hewan laut yang jarang disadari oleh manusia.

1. Penurunan kadar oksigen di laut

ilustrasi ekosistem laut
ilustrasi ekosistem laut (pexels.com/Francesco Ungaro)

Perubahan iklim menyebabkan peningkatan suhu air laut yang berdampak pada berkurangnya kadar oksigen terlarut. Air hangat tidak mampu menyimpan oksigen sebanyak air dingin, sehingga banyak hewan laut mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini dikenal sebagai deoxygenation dan semakin meluas di berbagai wilayah laut dunia.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ikan besar, tetapi juga organisme kecil yang menjadi dasar rantai makanan. Ketika oksigen berkurang, aktivitas dan pertumbuhan hewan laut menjadi terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan populasi dan mengubah keseimbangan ekosistem laut secara signifikan.

2. Pemutihan terumbu karang

ilustrasi terumbu karang
ilustrasi terumbu karang (unsplash.com/neom)

Salah satu dampak paling terlihat adalah pemutihan terumbu karang akibat suhu laut yang meningkat. Karang hidup berdampingan dengan alga mikroskopis yang menghasilkan energi melalui fotosintesis. Ketika suhu terlalu tinggi, hubungan ini terganggu dan alga keluar dari jaringan karang dalam proses yang disebut coral bleaching.

Tanpa alga, karang kehilangan sumber energi utama dan menjadi lebih rentan mati. Dampak ini tidak hanya memengaruhi karang, tetapi juga ribuan spesies yang bergantung pada habitat tersebut. Terumbu karang yang rusak membuat banyak hewan kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan penting.

3. Perubahan pola migrasi hewan laut

ilustrasi ikan di laut
ilustrasi ikan di laut (pexels.com/Tom Fisk)

Banyak hewan laut bergantung pada suhu air sebagai penunjuk arah migrasi. Perubahan iklim menyebabkan suhu laut bergeser, sehingga jalur migrasi juga ikut berubah. Beberapa spesies akan mulai berpindah ke wilayah yang lebih dingin untuk bertahan hidup.

Perubahan ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem di berbagai wilayah. Predator dan mangsa yang sebelumnya berada dalam satu wilayah bisa terpisah atau justru bertemu di tempat baru. Hal ini memicu perubahan rantai makanan yang dapat berdampak luas terhadap populasi hewan laut.

4. Peningkatan keasaman air laut

ilustrasi lautan
ilustrasi lautan (pexels.com/Bella White)

Laut menyerap sebagian besar karbon dioksida dari atmosfer, yang kemudian meningkatkan keasaman air. Proses ini dikenal sebagai ocean acidification dan berdampak besar pada organisme yang memiliki cangkang atau kerangka kalsium. Contohnya termasuk kerang, plankton, dan karang.

Ketika air menjadi lebih asam, kemampuan organisme tersebut untuk membentuk cangkang menjadi terganggu. Struktur tubuh mereka menjadi lebih rapuh dan sulit berkembang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi rantai makanan karena banyak spesies bergantung pada organisme tersebut sebagai sumber nutrisi.

5. Gangguan reproduksi dan pertumbuhan

ilustrasi laut
ilustrasi laut (pexels.com/Belle Co)

Perubahan suhu dan kondisi lingkungan laut juga memengaruhi proses reproduksi hewan laut. Banyak spesies memiliki waktu berkembang biak yang sangat bergantung pada suhu tertentu. Ketika suhu berubah, siklus reproduksi menjadi tidak sinkron dengan kondisi lingkungan.

Selain itu, larva dan telur hewan laut menjadi lebih rentan terhadap perubahan kondisi air. Tingkat kelangsungan hidup mereka dapat menurun secara signifikan. Dampak ini sering tidak terlihat secara langsung, tetapi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan populasi yang cukup drastis.

Rupanya dampak perubahan iklim pada hewan laut sangatlah berbahaya. Efeknya terjadi secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari. Dengan memahami berbagai dampak ini, kesadaran kita terhadap perubahan iklim dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dapat semakin meningkat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Science

See More