Pari gergaji lancip (commons.wikimedia.org/Hamid Badar Osmany)
Sebenarnya panjang pari gergaji lancip tak terlalu besar, yaitu hanya sekitar 3,5 meter. Namun, ukuran tersebut masih lebih besar dari kebanyakan ikan yang ada di lautan. Lebih lanjut, ikan dengan nama ilmiah Anoxypristis cuspidata ini bisa ditemukan di Afrika, Asia, Australia, sampai Oseania. Sayangnya, populasinya terus menurun dan ia masuk ke kategori endangered atau terancam, dilansir iNaturalist.
Saat ini, habitat alaminya, yaitu area karang dan laut lepas mulai tercemar polusi dan rusak. Aktivitas manusia seperti penggalian minyak dan penangkapan ikan juga turut andil dalam menggerus populasi ikan ini. Terakhir, ikan pemakan cumi dan ikan kecil ini juga tidak berbahaya bagi manusia. Jadi, jika kamu bertemu dengannya kamu tak perlu membunuh atau mengusiknya.
Sebagai hewan yang dilindungi, ikan-ikan raksasa tersebut merupakan spesies terancam punah yang populasinya terus menurun. Tentunya hal tersebut bukanlah hal yang baik. Jika dibiarkan, mereka akan musnah dari muka bumi dan akhirnya berdampak buruk bagi keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia. Karenanya, kita harus turut serta dalam menjaga dan melestarikan eksistensi mereka.
Mengapa populasi ikan-ikan raksasa ini terus menurun secara drastis? | Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti penangkapan liar (perburuan sirip atau daging), kerusakan habitat akibat polusi, serta tertangkap secara tidak sengaja oleh jaring nelayan (bycatch). Perubahan iklim juga memengaruhi ketersediaan makanan mereka. |
Apa dampak ekologis jika ikan-ikan raksasa ini punah? | Sebagai predator atau spesies kunci, kepunahan mereka dapat menyebabkan ketidakseimbangan rantai makanan. Misalnya, tanpa kontrol dari predator besar, populasi spesies tertentu di bawahnya bisa meledak dan merusak keseimbangan terumbu karang atau padang lamun. |
Bagaimana upaya pemerintah dan masyarakat dalam melindungi spesies ini? | Pemerintah menetapkan status perlindungan hukum dan kawasan konservasi perairan. Masyarakat dan nelayan didorong untuk melepaskan kembali ikan-ikan ini jika terjaring, serta mengembangkan ekowisata berbasis pengamatan (seperti wisata Hiu Paus) yang lebih berkelanjutan daripada perburuan. |