Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Ikan yang Bisa Hidup di Air Hangat, Apa Saja?
ilustrasi ikan di akuarium (pexels.com/Jeffry Surianto)
  • Beberapa spesies ikan seperti tetra hidung merah, German blue ram, dan discus mampu hidup di air hangat berkat adaptasi fisiologis dan perilaku unik mereka.
  • Ikan bass, Bristlenose Pleco, dan tilapia menjadi pilihan populer dalam akuaponik karena tahan suhu tinggi serta memiliki pertumbuhan cepat dan manfaat ekologis.
  • Ikan Paradise dari Asia Tenggara juga termasuk ikan tangguh yang dapat hidup hingga suhu 29°C, menunjukkan keanekaragaman luar biasa makhluk air hangat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Air hangat sering dianggap sebagai lingkungan yang menantang bagi sebagian besar ikan. Suhu yang tinggi dapat mengurangi kadar oksigen terlarut di dalam air, sehingga tidak semua spesies mampu bertahan hidup di kondisi seperti ini. Namun, di balik keterbatasan tersebut, ada sejumlah ikan yang justru beradaptasi dengan sangat baik dan mampu hidup, bahkan berkembang biak, di perairan bersuhu hangat.

Menariknya, ikan-ikan ini tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri, mulai dari kemampuan fisiologis hingga perilaku yang membantu mereka menghadapi suhu ekstrem. Kehadiran mereka menunjukkan betapa luar biasanya proses adaptasi di alam, sekaligus membuka wawasan kita bahwa kehidupan dapat berkembang di berbagai kondisi yang mungkin tampak tidak ideal.

1. Tetra hidung merah

Tetra hidung merah adalah spesies ikan yang berasal dari Amerika Selatan. Ikan ini dikenal memiliki perilaku yang aktif, suka berkelompok, memiliki ekor bergaris hitam dan putih, serta rona merah yang indah di wajahnya. Meskipun ukurannya hanya sekitar 5 cm, tapi ikan ini butuh akuarium yang besar karena mereka sangat aktif dan senang berenang bolak-balik. Mereka dapat hidup pada air bersuhu 23 hingga 29 derajat Celcius dengan pH 5,5–7,5.

2. German blue ram

German blue ram adalah ikan cichlid kerdil asal Amerika Selatan yang dikenal karena warna pelangi cemerlangnya yang menyaingi ikan air asin. Mereka memiliki panjang sekitar 5–6 cm dan hadir dalam berbagai varietas, seperti German blue biasa, gold, electric blue, dan black ram. Mereka harus dipelihara dalam air bersuhu tinggi, idealnya antara 29-30 derajat Celcius. 

3. Discus

ilustrasi ikan discus (pixabay.com/dianakuehn30010)

Discus adalah ikan cichlid cantik yang berasal dari lembah Amazon di Amerika Selatan dan menyukai suhu air yang cukup hangat, yaitu sekitar 30 derajat Celcius. Discus memiliki bentuk bulat besar dan dapat tumbuh hingga seukuran piring berukuran 5–7 inci (13–18 cm). Discus lebih suka tinggal di dalam akuarium bersama beberapa ikan Discus lainnya. Mereka juga bisa tinggal bersama dengan spesies ikan lain. Karena mulutnya kecil, mereka senang memakan cacing darah. 

4. Ikan bass mulut besar

Ikan bass adalah kelompok ikan air tawar yang termasuk dalam famili Centrarchidae. Spesies bass umum yang digunakan dalam akuaponik termasuk bass mulut besar (Micropterus salmoides) dan bass mulut kecil (Micropterus dolomieu). Ikan bass dihargai karena dagingnya yang padat dan beraroma, serta populer di kalangan pemancing dan pembudidaya ikan.

Ikan bass tumbuh subur pada air bersuhu 30 derajat Celcius. Ikan bass memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif cepat dalam kondisi optimal, memungkinkan siklus produksi yang efisien dalam akuaponik. 

5. Bristlenose Pleco

Bristlenose Pleco adalah ikan lele air tawar yang tangguh. Mereka dapat bertahan hidup di suhu air hingga sekitar 30 derajat Celcius. Selain itu, Bristlenose Pleco adalah pemakan alga yang sangat baik, yang membantu membersihkan alga dari kolam maupun akuarium. Makanan ikan ini berupa cacing darah, udang air asin, dan makanan hidup dan beku lainnya. 

6. Tilapia

ilustrasi ikan tilapia (unsplash.com/Saifee Art)

Tilapia adalah pilihan populer untuk sistem akuaponik air hangat karena kemampuan adaptasinya, laju pertumbuhan yang cepat, dan toleransi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Ikan air tawar ini termasuk dalam famili Cichlidae dan berasal dari Afrika, tetapi telah diperkenalkan ke berbagai wilayah di seluruh dunia untuk tujuan budidaya perikanan. Tilapia biasanya memiliki tubuh pipih berbentuk oval, dan warnanya bervariasi tergantung spesiesnya. Mereka dikenal karena kemampuannya untuk berkembang di berbagai kualitas dan suhu air, sehingga sangat cocok untuk akuaponik.

7. Ikan Paradise 

Ikan Paradise memiliki nama ilmiah Macropodus opercularis. Mereka adalah ikan labirin yang berasal dari Asia Tenggara. Umumnya, mereka memiliki warna yang cerah. Selain itu, mereka dapat dipelihara dalam air bersuhu hingga 29 derajat Celcius.

Ikan Paradise adalah omnivora yang membutuhkan makanan yang kaya protein. Mereka memakan larva nyamuk, daphnia, cacing hitam, udang air asin, serangga kecil, invertebrata kecil, makanan serpihan komersial, dan pelet. Kamu juga dapat sesekali memberikan beberapa ikan pakan kecil. Namun, kamu harus berhati-hati. Karena ikan pakan dapat membawa penyakit atau parasit ke akuarium.

Sebagai penutup, ikan yang mampu hidup di air hangat menjadi bukti nyata bahwa alam selalu menemukan cara untuk beradaptasi. Memahami keunikan mereka tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar keberagaman makhluk hidup tetap lestari.

Referensi

Aquarium Coop. Diakses pada April 2026. Top 7 Warm Water Fish That Aren’t Afraid of a Little Heat
Go Green Aquaponic. Diakses pada April 2026. The Best Fish for Warm Water Aquaponics Systems
Hygger. Diakses pada April 2026. Aquarium Warm Water Fish for a Hot Summer

Editorial Team