Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan yang Bisa Hidup Kembali setelah Hampir Mati

4 Hewan yang Bisa Hidup Kembali setelah Hampir Mati
ilustrasi udang artemia (aquariumbreeder.com)

Di dunia hewan terdapat berbagai kemampuan yang kerap kali sulit dipercaya oleh manusia. Salah satu kemampuan tersebut adalah bertahan dalam kondisi yang ekstrem hingga tampak seperti mati, namun bisa kembali hidup pada saat lingkungannya terasa lebih mendukung.

Fenomena yang satu ini pada umumnya berkaitan dengan mekanisme biologis khusus yang memungkinkan tubuh hewan untuk memperlambat fungsi vital secara signifikan. Kemampuan yang ada bukan hanya menarik untuk dipelajari, namun bisa menjadi bukti luar biasa dari adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya.

1. Tardigrada

ilustrasi tardigrada
ilustrasi tardigrada (brainson.org)

Tardigrada merupakan mikroorganisme yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk bisa bertahan hidup di kondisi lingkungan yang ekstrem. Hewan ini bisa memasuki fase yang kerap disebut sebagai kriptobiosis, yaitu kondisi dimana aktivitas metabolismenya berhenti hampir secara penuh.

Pada keadaan tersebut, tardigrada bisa bertahan tanpa adanya oksigen, air, atau bahkan dikondisi suhu yang tinggi atau rendah selama bertahun-tahun lamanya. Pada saat kondisi lingkungan sudah mulai kembali normal, maka hewan ini dapat 'hidup kembali' dan melanjutkan aktivitas seperti semula.

2. Ubur-ubur Turritopsis dohrnii

ilustrasi ubur-ubur Turritopsis dohrnii
ilustrasi ubur-ubur Turritopsis dohrnii (techacute.com)

Ubur-ubur Turritopsis dohrnii sering dijuluki sebagai 'hewan abadi' karena memiliki kemampuan untuk bisa kembali pada fase awal kehidupan. Pada saat hewan tersebut mengalami stres atau cedera, maka bisa mengubah sel-selnya untuk kembali ke tahap polip yang jauh lebih muda.

Proses ini memungkinkan siklus hidupnya untuk bisa dimulai kembali dari awal, yaitu seolah-olah terlahir kembali. Kemampuan yang ada menjadikan ubur-ubur Turritopsis dohrnii sebagai salah satu hewan dengan mekanisme regenerasi yang terlihat paling unik di dunia.

3. Udang Artemia

ilustrasi udang artemia
ilustrasi udang artemia (microscopy.org)

Artemia atau yang dikenal sebagai udang air asin ternyata bisa bertahan dalam kondisi lingkungan yang sangat keras. Telur hewan tersebut bisa memasuki fase dormansi yang membuatnya tetap bisa hidup, meski berada dalam kondisi yang kering dalam waktu yang cukup lama.

Pada saat telur baru sudah mulai terkena air, maka mereka akan menetas dan berkembang menjadi individu baru. Kemampuan ini dapat memungkinkan udang artemia untuk bertahan di kondisi habitat yang kerap mengalami perubahan ekstrem.

4. Ikan lungfish

ilustrasi lungfish
ilustrasi lungfish (animals.sandiegozoo.org)

Ikan lungfish ternyata memiliki kemampuan bertahan hidup dalam kondisi kekeringan yang ekstrem melalui cara yang cukup unik. Pada saat habitatnya mengalami kekeringan, maka ikan ini dapat mengubur dirinya ke dalam lumpur untuk membentuk lapisan pelindung yang terlihat seperti kepompong agar kelembaban tubuhnya tetap terjaga.

Pada kondisi tersebut, lungfish ternyata dapat memperlambat metabolisme tubuhnya hingga hampir berhenti dan bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Pada saat air sudah mulai kembali tersedia, maka ikan tersebut akan keluar dari fase dormansi dan melanjutkan hidupnya seperti biasa.

Kemampuan beberapa hewan untuk 'hidup kembali' setelah hampir mati seolah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Fenomena ini bukan hanya menarik untuk dipelajari namun juga memberikan inspirasi dalam bidang ilmu pengetahuan perubahan lingkungan yang cukup ekstrem. Ternyata membuat proses adaptasi yang dimiliki hewan-hewan di atas berjalan dengan berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Science

See More

Ikan Sapu-sapu Berasal dari Mana? Ternyata Bukan Asli Indonesia

15 Apr 2026, 21:44 WIBScience