Comscore Tracker

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama Baiknya

Cuma satu persen dari populasi dunia

Apakah kamu bisa menulis dengan tangan kanan dan kiri dengan baik? Atau bisa menggambar dengan kedua tangan sama baik? Bila bisa, kemungkinan kamu termasuk dalam satu persen dari populasi dunia yang memiliki ambidextrous.

Ambidextrous merupakan kemampuan menggunakan kedua tangan sama baik. Kemampuan ini bisa merupakan bawaan lahir atau karena latihan. Ambidextrous menyimpan banyak hal menarik untuk disimak. Daftar di bawah ini akan membuatmu mengenalnya lebih dalam. Disimak, ya!

1. Hanya satu persen dari seluruh populasi dunia

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaPexels/rawpixel

Sekitar 90% dari seluruh populasi dunia diisi oleh pengguna tangan kanan. Sementara 9% lainnya merupakan pengguna tangan kiri dan mixed-handed, atau orang-orang yang menggunakan tangan kanan dan kiri secara spesifik untuk kegiatan tertentu. 

Sisanya sebanyak 1% merupakan orang-orang dengan ambidextrous. Jumlah ini terdiri dari orang-orang yang terlahir demikian atau karena latihan atau adaptasi dengan keadaan.

2. Bukan sekadar preferensi

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaPexels/javon-swaby-197616

Perkara menggunakan tangan kanan, kiri, atau keduanya tidak selalu karena preferensi atau pilihan. Adanya stigma tentang pengguna tangan tertentu, faktor genetik, adaptasi, hingga kondisi perkembangan di dalam rahim diperkirakan juga bisa menjadi alasan.

3. Ada beberapa macam ambidextrous

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaUnsplash/perrygrone

Seorang mixed-handed cenderung menggunakan tangan kanan untuk kegiatan tertentu dan tangan kiri untuk kegiatan lainnya. Sementara itu, seorang ambisinistral adalah dia yang menggunakan kedua tangan sama baiknya tapi tidak begitu kuat. Kekuatan kedua tangan ambisinistral disamakan seperti pengguna tangan kanan menggunakan tangan kirinya.

Dan yang paling langka, ambidextral, adalah seseorang yang dapat menggunakan kedua tangan dengan baik dan kuat. Kekuatan kedua tangan ambidextral disamakan seperti pengguna tangan kanan menggunakan tangan kanannya.

Baca Juga: Kidal Ternyata Gak Berhubungan dengan Fungsi Otak, Ini Alasan Sainsnya

4 . Memiliki koneksi otak hampir simetris

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaPexels/pixabay

Seperti halnya menggunakan kedua tangan sama baik, orang-orang dengan ambidextrous cenderung tidak memiliki belahan otak yang dominan. Pada umumnya, koneksi belahan otak seseorang tidak pernah benar-benar simetris, atau hanya dominan pada belahan otak tertentu. Namun orang-orang dengan ambidextrous memiliki koneksi antar belahan otak lebih kuat atau hampir simetris.

5. Kaitannya dengan risiko ADHD

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaPexels/goumbik

Sebuah penelitian yang melibatkan 8000 anak di Finlandia Utara di mana 87 di antaranya merupakan mixed-handed, menemukan bahwa anak-anak dengan ambidextrous menunjukkan tanda-tanda Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH atau dalam bahasa Inggris, ADHD) dua kali lipat lebih sering daripada anak-anak pengguna tangan kanan.

Ditambah lagi, anak-anak yang telah didiagnosa memiliki GPPH dan merupakan mixed-handed menunjukkan gejala yang lebih parah.

6. Kemungkinan risiko penyakit skizofrenia

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaUnsplash/andreilazarev

Gen LRRTM1 meningkatkan kemungkinan seseorang menjadi pengguna tangan kiri bila diwariskan oleh pihak ayah. Gen ini juga cukup meningkatkan risiko seseorang mengidap skizofrenia. Karena otak pengguna tangan kiri dan orang-orang dengan ambidextrous hampir mirip, orang-orang dengan ambidextrous kemungkinan juga menghadapi risiko mengidap gangguan mental ini.

7. Berisiko sulit bersaing dalam hal akademis

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaPexels/pixabay

Koneksi simetris pada kedua belahan otak membuat anak-anak dengan ambidextrous cenderung memiliki kendala dalam berbahasa.

Penelitian di Finlandia Utara juga menemukan bahwa anak-anak dengan ambidextrous lebih berisiko kesulitan bersaing dalam hal akademis di sekolah. Namun, bukan berarti anak-anak dengan ambidextrous pasti sulit bersaing secara akademis. Alina Rodriguez, kepala penelitian menegaskan dalam artikel Live Science bahwa anak-anak tersebut hanya memiliki risiko lebih besar untuk sulit bersaing.

8. Cenderung tidak stabil secara emosional

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaUnsplash/fairytailphotography

Tim peneliti Universitas Negeri Montclair di New Jersey menyimpulkan dari penelitian mereka bahwa orang-orang dengan ambidextrous cenderung mudah terpengaruh oleh keadaan di sekeliling mereka.  Orang-orang dengan ambidextrous merasakan lebih banyak perubahan suasana selama penelitian saat mendapatkan sugesti dari musik klasik dan keadaan sekitar.

9. Banyak tokoh sukses memiliki ambideksteritas

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaPixabay/free-photos-242387

Terlepas dari hasil-hasil penelitian di atas, orang-orang dengan ambidextrous terbukti lebih unggul di beberapa bidang lain, seperti olahraga, seni, dan musik. Kemahiran menggunakan kedua tangan sama baik juga membuat seseorang lebih mendapatkan keuntungan, seperti di bidang kedokteran. 

Banyak tokoh sukses seperti Leonardo da Vinci, Benjamin Franklin, Albert Einstein, Nikola Tesla, dan lain-lain, yang memiliki ambideskteritas.

10. Kemungkinan juga memiliki sinestesia

Ambidextrous: Kemampuan Gunakan Kedua Tangan dengan Sama BaiknyaPexels/mccutcheon

Orang-orang dengan ambidextrous dan pengguna tangan kiri lebih kemungkinan memiliki sinestesia. Sinestesia merupakan sebuah fenomena persepsi di mana satu indera secara bersamaan juga dirasakan oleh satu atau lebih indera lain. Misalnya, fenomena yang paling umum, melihat warna dari suara, bunyi, dan musik. Orang-orang dengan sinestesia memiliki koneksi otak hampir simetris yang sama seperti orang-orang dengan ambidextrous.

Setelah mengenal ambidextrous, apakah kamu termasuk orang-orang dengan hal serupa? Atau kamu justru tertarik melatih tanganmu yang tidak dominan? 

Baca Juga: Kidal Ternyata Gak Berhubungan dengan Fungsi Otak, Ini Alasan Sainsnya

Ina Suraga Photo Community Writer Ina Suraga

I love writing about various things, from health to personal development stuff, but animals surely have soft spot in my heart.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You